fbpx
id info@daqu.sch.id 021-2789-9696

Ragam Keunikan Mading di Gelaran Muhadharah Kubra Manjakan Mata Para Penonton

Gelaran Muhadharah Kubra menyisakan sisi-sisi menarik. Salah satunya adalah pameran mading yang berjejer kala acara bergulir, Sabtu (21/11/2020) malam.

Mading-mading unik kreasi tiap angkatan itu berdiri di sekitaran lapangan basket Pesantren Daqu Tangerang. Setelah acara Muhadharah Kubra selesai, para santri berhamburan untuk melihat-lihat mading-mading yang punya beragam bentuk tersebut.

Tiap mading memiliki tema yang berbeda-beda. Mading angkatan kelas 7 misalnya. Mereka memilih membuat bentuk mading layaknya warung-warung pedagang makanan. Tema mading yang diambil pun cukup unik, yakni canteen.

Berbeda dengan mading karya angkatan peraih juara umum di gelaran Language Olympic, di mana Muhadharah Kubra dan Mading masuk dalam kartegori yang diperlombakan, Fersahover. Angkatan kelas 11 itu mendesain mading penuh cahaya bintang dengan tema luar angkasa.

Meski punya bentuk yang berbeda-beda, panitia menentukan tema besar pembuatan mading, yaitu “New Hope”. Tema yang sama dengan gelaran Language Olympic. Maka dari itu, mading juga dipenuhi dengan 3 bahasa yang berbeda-beda, Indonesia, Arab dan Inggris.

Ketua panitia kegiatan tersebut, Muhammad Ilham, mengatakan bahwa panitia memberikan tenggat waktu selama 2 minggu untuk mengerjakan mading. Penilaiannya berdasarkan keunikan dan keindahan serta fitur-fitur yang ada di dalam mading.

“Selain supaya acara makin rame, pastinya untuk meningkatkan kreatifitas dalam berbahasa. Supaya di even selanjutnya mading jadi lebih menarik buat diikuti,” tukasnya menjelaskan tujuan adanya lomba mading ini.

Nampaknya tujuan itu diterjemahkan dengan baik oleh para santri. Mereka berkreasi dengan imajinasi tinggi. Selain inspirasi dari bentuk dan tempat, ada pula yang membuat dengan tema ikon sebuah negara, yakni Cina, dengan Great Wall-nya.  Bahkan, Team Eagles dari ekskul pramuka Daarul Qur’an juga tak ketinggalan menampilkan kegagahan madingnya yang dihiasi dengan pioneering khas gerakan kepanduan tersebut.