fbpx
id info@daqu.sch.id 021-2789-9696

Bersama Keluarga, Bupati Banyuwangi Ziarah ke Makam Syekh Ali Jaber

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, S.Pd., S.S., M.Si., menyusul kunjungan MENKO-PMK, Muhadjir Effendy, ke Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Tangerang untuk ziarah ke makam Syekh Ali Jaber. Ia datang bersama keluarganya, Sabtu siang (16/1/2021). Kegiatan oleh rombongan berjumlah 8 orang itu disertai dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Pimpinan Daarul Qur’an Direktorat Pendidikan, Kyai Ahmad Jamil, menyambut kedatangan Anas, sapaan Bupati Banyuwangi. Selain itu, turut pula H. Budi Arta Winata mengiringi rombongan ke area makam dan keliling pesantren.

Ketawadhuan Syekh Ali Jaber dalam berdakwah sangat berbekas di benak Anas. Hingga kepergian ulama kelahiran Madinah yang sudah mendapat Kewarganegaraan Indonesia sejak 2012 lalu ini begitu menyesakkan baginya.

“Syekh Ali Jaber itu selalu menekankan untuk bermuamalah. Ini juga yang selalu saya terapkan,” ujar Anas menjawab pertanyaan wartawan yang turut hadir siang itu. Ia juga selalu menjalankan amalan yang dipesankan Syekh Ali Jaber kepadanya, yakni membaca istighfar, tasbih, dan tahmid. 

“Beliau memberikan penjelasan keagaaman dengan santun, nilai-nilai toleransinya beliau sampaikan dengan lugas, dan memotivasi orang untuk beragama itu sangat tinggi,” terang anas menjelaskan sosok Syekh Ali Jaber yang ia kenal.

“Kami sangat kehilangan. Karena sosok beliau masih sangat dibutuhkan. Beliau sangat peduli dengan anak-anak di pedalaman, bahkan sangat peduli pada anak-anak tunanetra dan berkebutuhan khusus. Beliau dukung dan berikan beasiswa. Sungguh ini adalah kemuliaan dari sososk beliau,” tambah Anas.

Usai menghaturkan doa dan menabur bunga di makam Syekh Ali Jaber, rombongan dijamu di kediaman Kyai Jamil yang berlokasi di area pesantren. Pembangunan yang tengah berlangsung di Pesantren Daqu juga menarik perhatian Bupati Banyuwangi itu. Anas pun berkeliling melihat fasilitas yang ada di Pesantren Daqu di antaranya masjid, kolam renang, dan asrama santri, sebelum kembali ke Banyuwangi.