fbpx
id info@daqu.sch.id 021-2789-9696

Arie Untung Ziarah ke Makam Syekh Ali Jaber

Di sela kesibukaannya, artis Arie Untung mengunjungi Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Tangerang untuk ziarah ke makam Syekh Ali Jaber, Rabu (3/2). Ia datang bersamaan dengan anak sulung almarhum Syekh Ali, Al Hasan Ali Jaber, sekitar pukul 3 sore. Mereka sudah ditunggu oleh Syekh Muhammad Jaber serta disambut oleh Pimpinan Direktorat Pendidikan Daarul Qur’an, KH Ahmad Jamil. Kedatangannya terasa spesial karena bertepatan dengan hari lahir ulama kelahiran Madinah, 3 Februari 1976 itu.

Setelah mengirimkan doa di hadapan makam mendiang Syekh Ali, Arie menyempatkan keliling pesantren serta berbincang bersama Syekh Muhammad dan Al Hasan. Arie mengaku, perbincangannya dengan kedua garis darah Syekh Ali itu juga dalam rangka berdiskusi untuk melanjutkan perjuangan dakwah Syekh Ali.

“Ketika terjadi penusukan, saya tanya, ‘bagaimana keadaannya?’ dan itu justru dia duluan yang nelpon saya waktu itu. Beliau menyantaikan, “Oh iya aman-aman gak ada masalah. Malamnya saya masih ceramah, kok,” cerita Arie.

“Di hari berikutnya, beliau membawa listrik ke daerah pedalaman yang belum ada listriknya. Insya Allah minggu depan saya mau ke sana, mau meneruskan apa yang beliau rintis,” tambahnya.

Seperti diketahui, Syekh Ali Jaber terkenal dengan gaya dakwahnya yang santun dan lugas. Syekh Ali juga dikenal dermawan dan tak sungkan membantu yang membutuhkan. Perjuangan untuk dakwah, kata Arie, ia lakukan secara terbuka namun amalan untuk dirinya sendiri kerap dilakukan tanpa sepengetahuan orang lain.

Karena itu, kepergiannya amat dirasakan oleh masyarakat Indonesia, termasuk Arie. “Beliau ketika meninggal begitu memberikan banyak meninggalkan inspirasi. Beliau itu humble. Meskipun ia dari Arab, ia gak sungkan untuk negor duluan, gak sungkan untuk nyapa duluan. Kita suka kirim voice note,” kenang Arie tentang sosok Syekh Ali Jaber.

Selain mengenang sosok Syekh Alie, kedatangannya yang pertama kali ke Pesantren Daqu Tangerang juga membuatnya terpesona. Konsep ekonomi protektif yang diusung Pesantren Daqu pun membuat dirinya terinspirasi.

“Sirkulasi ekonomi yang terjadi ini sangat luar biasa. Masjidnya, sekolahnya, storenya, masya Allah, tempat latihan, semuanya lengkap,” terangnya.

Dengan begitu, lanjut Arie, masyarakat tak perlu lagi sangsi terhadap sistem pendidikan pesantren. Karena di pesantren, para santri tak hanya diajarkan ilmu agama namun didorong untuk mengejar cita-citanya dalam bidang apapun.