fbpx
id info@daqu.sch.id 021-2789-9696

Idaqu Jalin Kerjasama dengan Universitas Wahid Hasyim

Setelah menjalin kerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS lewat program beasiswa “Semua Bisa Jadi Sarjana”, Institut Daarul Qur’an (Idaqu) kembali mengikat kesepakatan. Kali ini, Idaqu bekerja sama dengan Universitas Wahid Hasyim (Unwahas), Semarang. Rektor Idaqu, Ustadz Anwar Sani, memimpin langsung penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) dan MoA (Memorandum of Agreement) pihak Idaqu, bersanding dengan Rektor Unwahas, Prof. Dr. Mahmutarom. Sambutan hangat pihak Unwahas di acara yang digelar di Aula Unwahas, Jum’at (19/2/2021), itu semakin memantik optimisme yang akan lahir dari kerjasama ini. 

Ustadz Anwar Sani juga ditemani oleh para pimpinan Daarul Qur’an, termasuk Pembina Yayasan Daarul Qur’an, KH Yusuf Mansur, Pimpinan Direktorat Pendidikan Daarul Qur’an, KH Ahmad Jamil, serta Pimpinan Direktorat Bisnis Daarul Qur’an sekaligus Ketua STMIK Antar Bangsa, Ustadz Tarmizi Asshidiq. Sementara para pimpinan Unwahas juga hadir menjadi saksi sejarah kerjasama ini, di antaranya Wakil Rektor 1 Dr. Helmi, Wakil Rektor 3 Dr. Andi Purwono M. Si, Direktur Pascasarjana Prof. Dr Muzakkir Ali MA, serta Dekan Fakultas Hukum Islam Dr. Nur Kholif M. Pd.

Kesepakatan kerjasama ini terjalin antara Fakultas Agama Islam Unwahas dengan Fakultas Ekonomi Bisnis Islam serta Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Idaqu. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Dekan masing-masing fakultas.

Kerjasama ini tentunya menjadi keuntungan dan keberkahan bagi Idaqu. Idaqu yang baru akan merayakan milad pertamanya tanggal 5 Maret nanti, diakui Ustadz Sani, sangat termotivasi dengan capaian Unwahas yang saat ini telah menelurkan 15.000 lulusan.

Kerjasama yang sebelumnya terjalin dengan Baznas juga menyisakan kisah menarik. Sebabnya, Ketua Baznas, Prof. Noor Achmad, juga merupakan ketua yayasan yang menaungi Unwahas.

“Kyai Noor Achmad kemaren menyampaikan, nih, motivasi juga buat teman-teman semuanya, tim Institut Daarul Qur’an bahwa beliau menyampaikan saat mengawali Universitas Wahid Hasyim ini, beliau tanpa uang sepeserpun. Jadi, ini kita sedang mengalami demikian. Ini nostalgia buat penyemangat kami- kami,” cerita Ustadz Anwar Sani.   

Tentunya, Idaqu akan banyak mengeruk ilmu dari Unwahas. Kyai Yusuf Mansur selaku ketua Yayasan yang menaungi Idaqu pun berujar bahwa saat ini, Daarul Qur’an dengan Idaqu, STMIK Antar Bangsa dan Universitas Mahakarya Asianya akan menjadi “santri” Unwahas dalam menuntut ilmu menggerakkan roda kampus.

“Ini mah bukan kerjasama, tapi perjalanan belajar sebenernya. Kalo kerjasama sih kayaknya, apa ya, kurang adab kayaknya. Jadi, harapan kami ada bimbingan dari Universitas Wahid Hasyim,” tutur Kyai Yusuf Mansur.