fbpx
id info@daqu.sch.id 021-2789-9696

Mengenang 40 Hari Wafatnya Syekh Ali Jaber dalam Acara “Damai Indonesiaku” di Pesantren Daqu

Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Tangerang menjadi tempat berlangsungnya acara “Damai Indonesiaku” yang tayang di stasiun televisi TV One. Acara tersebut bertepatan dengan peringatan 40 hari wafatnya Almarhum Syekh Ali Jaber sekaligus menjadi tema acara. Sebanyak 17 ulama dan asatidz dari berbagai penjuru negeri berkumpul di dalam Masjid An-Nabawi, Pesantren Daqu Tangerang, Sabtu (27/2/2021) kemarin.

Para ulama dan asatidz bergantian mengenang cerita yang pernah dilalui bersama Syekh Ali. Dalam majelis itu, hadir pula adik Syekh Ali yang melanjutkan dakwah ulama asal Madinah tersebut, yakni Syekh Muhammad. Dai-dai kondang seperti Ustadz Zaki Mirza, Ustadz Solmed, Ustadz Abi Makki serta pembina Yayasan Daarul Qur’an, KH Yusuf Mansur, hadir membagikan kisah inspiratif saat bersama Syekh Ali Jaber.  Makin berwarna dengan hadirnya artis Arie Untung yang juga sempat berziarah ke makam Syekh Ali.

Pengalaman setelah Syekh Ali mendapat musibah ditikam seseorang ternyata masih berbekas di benak Arie Untung. Kala Syekh Ali masih berbalut perban, cerita Arie, dirinya masih menyempatkan berkunjung ke suatu desa untuk bersedekah lampu penerangan. Arie pun sudah meninjau lokasi desa tersebut untuk meneruskan apa yang dilakukan Syekh Ali.

Lain lagi cerita Ustadz Solmed. Untuk menolong orang, kata beliau, Syekh Ali rela mencari pinjaman pada orang lain.

“Syekh Ali Jaber semasa hidupnya sangat dermawan. Beliau rela meminjam uang untuk menolong orang, beliau meminjam seolah-olah dirinya yang membutuhkan,” tuturnya.

Tentunya, cerita-cerita yang lain terus bermunculan dari lisan para dai dan ulama tentang kebaikan hati Syekh Ali Jaber. Karena itu, lokasi pemakaman Syekh Ali yang ada di Pesantren Daqu juga menjadi keberkahan, khususnya untuk seluruh keluarga besar Daarul Qur’an.

Kyai Yusuf dan Syekh Muhammad pun memimpin pembacaan doa di hadapan makam Syekh Ali. Tak lupa, doa juga dipanjatkan untuk mendiang Ustadz Maaher At-Thuwailibi yang wafat tak lama setelah Syekh Ali wafat, di mana makamnya bersisian dengan makam Syekh Ali.