fbpx
id info@daqu.sch.id 021-2789-9696

Menghafal Al-Qur’an Itu Mudah

Menghafal Al-Qur’an merupakan amalan yang mulia. Menjadi penghafal Al-Qur’an pun merupakan cita-cita setiap muslim. Banyak sekali keutamaan yang Allah terangkan secara gamblang ketika menghafal kalamullah itu. Allah pun telah menjanjikan syurganya bagi siapa saja yang mampu menghafalnya.

Namun, tatkala cita-cita itu telah tertanam dalam hati, sebagai manusia, kadang kala kita kerap merasa kesuliltan. Khususnya kita sebagai orang Indoensia. Al-Qur’an yang berbahsa Arab kerap menjadi alasan sulit menghafalnya. Padahal, Allah SWT telah menjamin bahwa Al-Qur’an itu mudah dihafal.

Dalam Surat Al-Qomar ayat 17 Allah SWT menyatakan:

وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا الۡقُرۡاٰنَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِنۡ مُّدَّكِرٍ

“Dan sungguh, telah kami mudahkan Al-Qur’an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?”

Jaminan langsung dari yang Maha Kuasa tak mungkin melenceng. Perkaranya adalah kita sebagai manusia punya tekad yang kuat atau tidak ketika ingin menghafal Al-Qur’an? Hingga akhirnya Allah SWT memilih siapa saja yang mampu menjadi penghafal Al-Qur’an, ditinjau dari niat dan ikhtiarnya yang kuat.

Bagi yang belum, yuk mari kita mulai membiasakan diri bercengkrama dengan Al-Qur’an. Untuk itu, berikut beberapa tips yang bisa mempermudah kita dalam menghafal.

  • Perbanyak istighfar

Al-Qur’an merupakan cahaya yang menerangi hati. Bisa jadi, cahaya tersebut masih terhalang oleh noda-noda hitam sehingga tak mampu tertancap dalam hati kita. Noda tersebut adalah dosa-dosa yang kita perbuat.

Allah SWT berfirman:

كَلَّا‌ بَلۡ ۜ رَانَ عَلٰى قُلُوۡبِهِمۡ مَّا كَانُوۡا يَكۡسِبُوۡنَ

“Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka.” (QS. Al-Muthaffifin: 14)

Istighfar merupakan bentuk penyesalan atas dosa yang kita perbuat. Dengan istighfar, semoga bisa menghapuskan kotoran hati tersebut.

  • Perbanyak mendengarkan bacaan Al-Qur’an

Jangankan menghafal, sekedar mendengarkan bacaan Al-Qur’an saja sudah bernilai ibadah. Allah menegaskan hal tersebut dalam QS Al-A’raf ayat 204:

وَاِذَا قُرِئَ الْقُرْاٰنُ فَاسْتَمِعُوْا لَهٗ وَاَنْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

“Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah dan diamlah, agar kamu mendapat rahmat.”

Dengan mendengarkan bacaan Al-Qur’an sesering mungkin akan membangkitkan ingatan akan repetisi tiap ayatnya, seingga proses menghafal menjadi lebih mudah. Dengarkan dari mana saja, dari sesorang yang membaca Al-Qur’an maupun dari murrotal digital. Proses mendengaran bacaan Al-Qur’an juga jadi tahap koreksi terhadap bacaan kita, supaya tak ada kesalahan dalam pelafalan.

  • Membaca ayat berulang-ulang sebeluim dihafal

Setelah didengarkan, kemudian ayat tersebut kita baca berulang kali. Ingat, ya! Dibaca, belum masuk proses menghafal. Selain itu, perhatikan pula harakat, makhraj dan lain sebagainya pada ayat yang sedang kita baca.

  • Perbanyak doa

Doa merupakan komponen penting ketika kita memulai menghafal Al-Qur’an. Karena pada hakikatnya, hafalan kita adalah titipan dari Allah SWT. Cara mendapatkan hafalan tersebut tentulah harus meminta kepada pemiliknya.

Dengan berdoa, kita mengakui kelemahan diri pada sang Maha Kuasa. Sementara itu, orang yang tidak mau berdoa, maka ia termasuk orang yang sombong. Kesombongan ini juga jadi penghambat kita dalam menghafal. Maka dari itu, semakin banyak kita berdoa, semakin cepat permintaan kita dikabulkan.

Allah SWT berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادۡعُوۡنِىۡۤ اَسۡتَجِبۡ لَـكُمۡؕ اِنَّ الَّذِيۡنَ يَسۡتَكۡبِرُوۡنَ عَنۡ عِبَادَتِىۡ سَيَدۡخُلُوۡنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيۡنَ

“Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS. Ghafir: 60)

Nah, kalau kita sudah melakukan hal-hal tersebut namun masih teras sulit untuk menghafal, selanjutnya kita harus tetap bersabar dan jangan suudzon atau berburuk sangka pada Allah SWT. Bisa jadi, Allah masih menahan hafalan itu agar kita lebih sering mendengarkan dan membaca Al-Qur’an serta berdoa pada-Nya. Insya Allah, dengan kesabaran itu pula, Allah akan menaikkan derajat kita. Aamiin ya robbal ‘aalamiin.

Oleh: Gunawan, Santri Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Tangerang kelas 11 IPA A