Belajar Islam Untuk Perbaikan Diri

Home - Berita - Belajar Islam Untuk Perbaikan Diri

Belajar Islam Untuk Perbaikan Diri

dokfotoDQ_16

Senin (17/7), Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an, Ketapang, Tangerang, kedatangan Dr. Mufthi Muhammad Gaibee dari Madani School Federation, sebuah lembaga pendidikan yang berada di kota Leicester, Inggris.

dokfotoDQ_23Kedatangan Dr. Mufthi pagi itu langsung disambut oleh  K.H. Ahmad Jamil selaku ketua 1 Daarul Qur’an bersama juga dengan K.H. Ahmad Slamet selaku Pengasuh Pesanten Daqu, Ketapang.

Setelah beramah tamah di kediaman K.H. Ahmad Jamil kunjungan dilanjutkan dengan sholat Dzuhur berjamaah di Masjid Nabawi yang berada di areal pesantren. Dr. Mufthi pun didaulat menjadi imam lalu setelahnya memberikan tausiyah singka kepada para santri Daarul Qur’an. Sebelumnya K.H. Ahmad Slamet pun memberikan tantangan kepada para santri untuk tidak menerjemahan tausiyah Dr. Mufthi.

Dimulailah tausiyah oleh Dr. Mufthi dengan satu pertanyaan yakni “why we all to learn the diin of Allah subhanallahu wata’ala, ma huwa sabab wa ma huwa maqsud nahnu jalisun huna kay nata’alam diinullahi wata’ala?” yang bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia “kenapa kita semua mempelajari agama Islam?”

Dengan semangat santri-santri kemudian mengangkat tangannya untuk menjawab pertanyaan itu, dan Dr. Mufthi pun memilih salah seorang santri untuk menjawab pertanyaan barusan. Bagas, santri yang dipilih,  kemudian menjawab “because thats is important thing in my life” dalam bahasa berarti “karena itu adalah hal yang penting dalam hidup saya.”

“Subhanallah, ini adalah jawaban yang bagus, ini jawaban yang saya cari, ketika pertanyaan tadi pernah juga saya ajukan ada yang menjawab saya belajar agama islam untuk berdakwah, itu merupakan jawaban yang tepat, tetapi hal yang lebih baik lagi kita mempelajari agama islam untuk dan karena kita mengkhawatirkan menginginkan perbaikan dalam diri kita” begitu tanggapan Dr. Mufthi.

“Beruntunglah kalian (santri daqu) karena guru-guru kalian telah membuat sistem di pesantren dikarenakan mereka mengkhawatirkan perbaikan untuk santri-santri sekalian, jika kita melihat pemuda-pemuda seusia kalian diluar sana hidupnya tidak sistematis, tidak disiplin, berantakan, mereka minum-minuman keras dan melakukan hal-hal yang diharamkan Allah, kalian harus bersyukur, bersyukur kalian memiliki kehidupan yang lebih baik, dan bahkan disini kalian diajarkan untuk berakhlaq diajarkan bagaimana cara untuk memuliakan guru yang mungkin kalian tidak akan dapatkan diluar sana.”

“Demi Allah, ilmu mungkin bisa kalian baca, tapi ilmu adab, menghormati guru, itulah yang akan mendatangkan keberkahan untuk kalian semua, dan itu adalah yang utama.” Lanjutnya yang kemudian ditutup dengan do’a bersama.

dokfotoDQ_22 dokfotoDQ_19 dokfotoDQ_18 dokfotoDQ_17 dokfotoDQ_02 dokfotoDQ_01 dokfotoDQ_05 dokfotoDQ_04 dokfotoDQ_08 dokfotoDQ_07

Share

Categories

Latest Posts

%d blogger menyukai ini: