Isi Liburan Sambil Menghafal Quran di Pesantren Daarul Qur’an

Saat banyak yang mengisi liburan dengan pulang kampung atau pergi ke tempat wisata, bahkan telah mempersiapkan jadwal plesiran jauh-jauh hari bersama-sama keluarga. Yandra (15) mengawali liburan tengah semester ini dengan perjalanan 8 jam menggunakan kereta api dari Yogyakarta ke Jakarta untuk selanjutnya ke Tangerang tepatnya ke Pondok Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an, Ketapang, Tangerang, untuk mengikuti Pesantren Holiday yang digelar pada 24-27 Desember 2018.

Yandra yang saat ini duduk di kelas 10 SMAN 4 Yogyakarta, mengaku tertarik dengan tawaran orangtuanya untuk ikut kegiatan rutin yang kerap diadakan oleh Daarul Qur’an ini. Meski sering ikut pesantren kilat ia mengakui tahfizh serta memanah dan berkuda menjadi daya tariknya.

“Saya penasaran untuk berkuda dan memanah, apalagi ini olahraga yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah saw” ujar Yandra.

Yandra tidak sendiri, adiknya, Arga (13) juga mengikuti kegiatan ini. Arga yang kini duduk di kelas 8 SMP Al-Irsyad, Cirebon, ini juga mengaku tidak sabar untuk belajar memananh dan berkuda dalam acara ini, selain ia juga ingin mengenal Daarul Qur’an lebih dekat.

“Sudah sering dengar nama Daqu dan ustaz Yusuf Mansur, jadi sekalian pengen lihat pondoknya dari dekat” ujar Arga.

Hari pertama kegiatan Yandra mengaku lansung terkesan dengan konsep pesantren holiday ini. Menurutnya ia jadi paham bagaimana hidup di pesantren. Pengalaman banguan jam 3 pagi untuk melaksanakan shalat tahajud dilanjutkan dengan membaca Alquran dan shalat subuh baginya sangat menantang.

“Sempet pusing sih, karena biasanya bangun pas adzan subuh, ternyata seru juga bangun lebih pagi, lebih segar aja setelahnya” ujar Yandra.

Lain lagi dengan Rofi (7) yang baru duduk di kelas 2 SDIT Al-Manar, Kalimantan Tengah. Ia bersama kakaknya diboyong langsung oleh orangtuanya ke Tangerang untuk mengikui kegiatan ini. Banyak kawan baru dan suasana pondok yang nyaman membuat Rofi kerasan. Ia pun kini tengah menghafalkan surat An-Naba bersama peserta lainnya.

“Enak. Ustaznya baik, makanannya juga lezat” ujar Rofi.

 

Ustaz Ahmad Jamil, Ketua Daarul Qur’an, dalam sambutannya mengatakan kegiatan pesantren holiday dan yang sejenisnya meski hanya beberapa hari jangan dianggap enteng. Menurutnya banyak hikmah dan pelajaran yang Insya Allah akan didapatkan oleh Ananda sepulang dari kegiatan ini. Menurutnya dalam kegiatan ini nantinya Ananda akan belajar mandiri, disiplin dan yang terpenting belajar bagaimana mencintai Alquran dengan cara membaca, menghafal sekaligus mengamalkannya.

“Selamat bermandiri, selamat 24 jam bersama Alquran, semoga semuanya sepulang dari sini menjadi penghafal Alquran” ujarnya kepada para peserta.

Ustazah Hamidah, ketua panitia, mengatakan kali ini jumlah peserta untuk putra mencapai 150 orang dan putri sebanyak 100 peserta. Para peserta tidak hanya datang dari Tangerang dan sekitarnya tetapi juga banyak peserta datang dari kota-kota besar di Indonesia seperti Palembang, Balikpapan, Medan, Padang, Aceh, Maluku, Yogya dan lainnya.

[ess_grid settings='{“entry-skin”:”1″,”layout-sizing”:”boxed”,”grid-layout”:”even”,”spacings”:”0″,”rows-unlimited”:”off”,”columns”:”4″,”rows”:”2″,”grid-animation”:”fade”,”use-spinner”:”0″}’ layers='{“custom-image”:{“00″:”19121″,”01″:”19127″,”02″:”19122″,”03″:”19118″,”04″:”19113″,”05″:”19131″,”06″:”19119″,”07″:”19111″,”08″:”19116″,”09″:”19120″,”010″:”19129″,”011″:”19128″},”custom-type”:{“00″:”image”,”01″:”image”,”02″:”image”,”03″:”image”,”04″:”image”,”05″:”image”,”06″:”image”,”07″:”image”,”08″:”image”,”09″:”image”,”010″:”image”,”011″:”image”},”use-skin”:{“00″:”-1″,”01″:”-1″,”02″:”-1″,”03″:”-1″,”04″:”-1″,”05″:”-1″,”06″:”-1″,”07″:”-1″,”08″:”-1″,”09″:”-1″,”010″:”-1″,”011″:”-1″}}’][/ess_grid]

Belajar Mengolah Pertanian dan Peternakan di Ajang Daqu Family Gathering

KBTK Daquschool, Ketapang, Tangerang, kembali mengadakan kegiatan Daqu Family Gathering yang bertempat di D’kandang Amazing Farm, Depok, Jawa Barat, Sabtu (8/11). Kegiatan Family Gathering kali ini dibagi untuk dua kelompok yakni anak-anak dan kelompok gabungan antara guru-guru dan orangtua murid dimana keduanya akan menjalani kegiatan yang berbeda.

Ananda KBTK Daquschool akan mengeksplorasi bagaimana cara berkebun dan beternak. Sedangkan orangtua murid dan guru-guru akan adu ketangkasan bersama lewat sejumlah game.

Bersama pemandu Ananda secara acak melewati melewati beragam tempat pertanian dan peternakan yang di dalamnya banyak binatang seperti sapi, kuda, kelinci dan juga kolam ikan. Masing-masing anak diberi kesempatan untuk memberi makan hewan-hewan tersebut. dengan hal itu sekaligus mengajarkan anak-anak untuk berkasih sayang kepada sesama makhluq ciptaan Allah SWT.

Sedang di area pertanian anak-anak KBTK Daquschool diajak melihat sekaligus merasakan bagaimana bercocok tanam dan merawat tumbuhan hingga dapat bermanfaat sebagai sumber makanan yang menyehatkan, di sesi terakhir anak-anak kemudian diajarkan cara untuk memanen sayuran Kangkung.

Disaat bersamaan di areal lainnya riuh tawa terdengar dari orangtua murid dan para guru, saat mereka memberi semangat timnya agar mendapat poin pada game yang sedang dimainkan.

Ragam permainan yang dimainkan mulai dari lempar sendok, voli balon air, menjaga api, dan juga game interaktif yang di pandu oleh Tim Kompak Adventure. Kelompok terbaik nantinya akan mendapatkan hadiah.

Keakraban inilah yang diharapkan Miss Syafriyeni, Spdi, selaku kepala sekolah KBTK Daquschool, ketapang.

“kegiatan Family Gathering yang setiap tahun diadakan ini menjadi sarana bagi orangtua murid dan guru-guru untuk menjalin keakraban dan juga menguatkan tali silaturahim”.

kegiatan diakhiri dengan tukar kado dan juga pemberian hadiah serta doorprize untuk partisipan yang aktif dan antusias selama kegatan belangsung. Selain itu Ananda juga membawapulang hasil olahan peternakan berupa susu kambing dan sayuran Kangkung yang didapat ketika kegiatan berlangsung.

OLEH : WAHYU

[ess_grid settings='{“entry-skin”:”1″,”layout-sizing”:”boxed”,”grid-layout”:”even”,”spacings”:”0″,”rows-unlimited”:”off”,”columns”:”5″,”rows”:”3″,”grid-animation”:”fade”,”use-spinner”:”0″}’ layers='{“custom-image”:{“00″:”18960″,”01″:”18961″,”02″:”18962″,”03″:”18963″,”04″:”18964″,”05″:”18965″,”06″:”18966″,”07″:”18967″,”08″:”18968″,”09″:”18969″,”010″:”18970″,”011″:”18971″,”012″:”18972″,”013″:”18974″,”014″:”18976″,”015″:”18979″,”016″:”18980″},”custom-type”:{“00″:”image”,”01″:”image”,”02″:”image”,”03″:”image”,”04″:”image”,”05″:”image”,”06″:”image”,”07″:”image”,”08″:”image”,”09″:”image”,”010″:”image”,”011″:”image”,”012″:”image”,”013″:”image”,”014″:”image”,”015″:”image”,”016″:”image”},”use-skin”:{“00″:”-1″,”01″:”-1″,”02″:”-1″,”03″:”-1″,”04″:”-1″,”05″:”-1″,”06″:”-1″,”07″:”-1″,”08″:”-1″,”09″:”-1″,”010″:”-1″,”011″:”-1″,”012″:”-1″,”013″:”-1″,”014″:”-1″,”015″:”-1″,”016″:”-1″}}’][/ess_grid]

Mengenal Australia Bersama Dr Julian Millie

“Saya tertarik dengan anak muda yang menghafal Alquran. Di Australia umat Islam baru sebatas shalat, puasa dan zakat. Tapi menghafal seluruh Alquran ini menarik bagi saya” ujar Dr Julian Millie, guru besar Antropologi dari Monash University, Australia, saat membuka obrolan dengan KH Yusuf Mansur.

Senin, 3 Desember 2018, Julian Millie mengunjungi Pondok Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an, Ketapang, Tangerang. Kedatangannya disambut langsung oleh ustad Ahmad Jamil dan KH Yusuf Mansur diiringi alunan marchingband Gemanadaqu.

Peneliti yang lugas berbahasa Indonesia ini diajak keliling areal pondok dengan berjalan kaki sebelum menuju Masjid Nabawi untuk berbagi cerita kepada santri yang telah menunggu sejak pagi.

Dihadapan para santri peneliti yang banyak mengasilkan buku tentang Islam di Indonesia ini menceritakan sejarah singkat Australia. Menurutnya warga kulit putih di Australia baru berusia 250 tahun. Sementara penduduk asli Australia dikenal dengan suku Aborigin.

“Selayaknya Indonesia yang dijajah oleh Belanda, Australia juga dijajah oleh Inggris. Bedanya jika Indonesia sudah memiliki kemerdekaan pada tahun 1945, kami belum mengenal yang namanya kemerdekaan. Maka itu Australia lebih dekat dengan budaya Eropa ketimbang Asia” ujarnya.

Pria yang juga pandai Bahasa Sunda ini juga menjelaskan tentang kedatangan pertama umat Islam yang datang ke Australia. Menurutnya banyak pedagang dari Makassar yang telah menjejakkan kaki di Pantai Utara Australia dalam proses berdagang. Sementara itu umat Islam yang mendirikan masjid pertama di Australia adalah muslim dari Afghanistan yang merupakan pekerja pembangunan rel kereta di Kota Adelaide.

Terkait pendidikan di Australia tidak berbeda dengan di Indonesia yang dimulai dari pendidikan dasar, pertama, menengah dan perguruan tinggi. Di Australia juga ada pendidikan berbasis agama seperti sekolah katolik, protestan dan sekolah Islam.

“Australia negara yang sekuler. Mendukung keberadaan semua agama. Setiap etnis bisa membuat sekolah dan biasanya tidak ada persyaratan yang rumit kecuali persyaratan lahan dan kurikulum” ujarnya.

Mencari Solusi Global Lewat Ilmu Antropologi

Kedatangan Julian pun memancing antusias santri untuk bertanya dan mengetahui lebih dalam tentang Australia. Sejumlah santri bertanya dari mulai masalah perdagangan di Australia hingga kenapa Julian memilih Antropologi sebagai kajian pendidikan yang ditempuh.

[ess_grid settings='{“entry-skin”:”1″,”layout-sizing”:”boxed”,”grid-layout”:”even”,”spacings”:”0″,”rows-unlimited”:”off”,”columns”:”2″,”rows”:”4″,”grid-animation”:”fade”,”use-spinner”:”0″}’ layers='{“custom-image”:{“00″:”18856″,”01″:”18858″,”02″:”18859″,”03″:”18860″,”04″:”18861″,”05″:”18863″,”06″:”18864″,”07″:”18865″},”custom-type”:{“00″:”image”,”01″:”image”,”02″:”image”,”03″:”image”,”04″:”image”,”05″:”image”,”06″:”image”,”07″:”image”},”use-skin”:{“00″:”-1″,”01″:”-1″,”02″:”-1″,”03″:”-1″,”04″:”-1″,”05″:”-1″,”06″:”-1″,”07″:”-1″}}’][/ess_grid]

Saat ditanya salah seorang santri mengapa memilih Antropologi sebagai bidang kajian, Julian menjawab bahwa sejak kecil ia senang membaca buku dan mempelajari bahasa-bahasa negara lain. Ilmu Antropologi yang kajian utamanya memahami persepktif orang lain menurutnya sangat cocok ia pelajari terlebih di tengah kondisi dunia yang penuh dengan konflik.

“Saat ini dunia penuh dengan konflik. Lewat Antropologi saya ingin mencari solusi akan permasalahan ini. Konflik ini terjadi karena satu budaya tidak memahami budaya lainnya. Maka lewat Antropologi kita mencari pendekatan dan mengabarkan tentang sifat dan ciri dari suatu budaya” ujarnya.

Terkait sistem perdagangan Australia menurutnya kini mengalami pergesaran dari sebelumnya. Bila sebelumnya banyak pabrik di Australia namun kini banyak pabrik yang pindah ke negara Indonesia dan Filipina. Maka Australia mulai menggencarkan jenis perdagangan jasa lewat dunia pendidikan dan turisme.

“Kita dulu sempat khawatir banyak pabrik tutup lalu kami akan bekerja di mana? Akhirnya pemerintah beralih ke sektor jasa dengan menggenjot industri pendidikan dan wisata” tambahnya.

Seorang santri juga bertanya bagaimana muslim di Australia belajar Islam. Apakah di Negeri Kanguru tersebut ada pendidikan seperti pesantren? Julian menjelaskan sampai saat ini belum ada sekolah layaknya pesantren di Autsralia, meski tidak menutup kemungkinan akan ada nantinya. Namun ia mengatakan warga Australia biasanya belajar ilmu keislaman di luar sekolah formal dengan mendatangi masjid atau Islamic Centre terdekat.

Masih banyak santri yang ingin bertanya namun waktu dzuhur menjelang. Julian pun mengaku senang pada kunjungannya di Daarul Qur’an. Terlebih banyak santri yang pandai berbahasa Inggris saat mengajukan pertanyaan kepadanya. Selepas dzuhur beliau diajak KH Yusuf Mansur ke rumahnya untuk santap siang dengan menumpang motor bersama pendiri Daarul Qur’an tersebut.

Aksi Santri Daqu Jadi Relawan Pemungut Sampah di Reuni Akbar 212

“Masya Allah, santri Daarul Qur’an” ujar seorang ibu saat melihat seorang santri Daarul Qur’an Tengah memungut sampah yang terserak dan memasukannya ke kantong plastik sampah berwarna hitam di tengah aksi Reuni Akbar 212 yang digelar di Areal Monas, Jakarta Pusat, Ahad (2/12).

Seperti aksi-aksi sebelumnya, Daarul Qur’an selalu mengirim santri dan tim medis kesehatan untuk membantu panitia utamanya dalam menjaga kebersihan dengan menjadi relawan pemungut sampah. Mereka menyusur jalan untuk mencari sampah yang tertinggal dari peserta aksi. Meski begitu sangat sedikit sampah yang ditemukan mengingat kesadaran peserta aksi menjaga kebersihan sangat tinggi.

[ess_grid settings='{“entry-skin”:”1″,”layout-sizing”:”boxed”,”grid-layout”:”even”,”spacings”:”0″,”rows-unlimited”:”off”,”columns”:”2″,”rows”:”2″,”grid-animation”:”fade”,”use-spinner”:”0″}’ layers='{“custom-image”:{“00″:”18820″,”01″:”18827″,”02″:”18825″,”03″:”18822″},”custom-type”:{“00″:”image”,”01″:”image”,”02″:”image”,”03″:”image”},”use-skin”:{“00″:”-1″,”01″:”-1″,”02″:”-1″,”03″:”-1″}}’][/ess_grid]

Berkekuatan 30 santri, relawan kebersihan ini sudah berada di sekitar Patung Kuda sejak pagi hari. Keberangkatan mereka dilepas langsung oleh Ustaz Saiful Bahri, selaku pengasuh ponpes Daarul Qur’an Ketapang, Tangerang. Dalam sambutannya beliau berpesan kepada santri untuk menjadikan kegiatan ini sebagai sebuah pelajaran.

Sementara itu KH. Yusuf Mansur, Pendiri Daarul Qur’an, mengatakan kegiatan ini adalah upaya agar santri belajar berkhidmat pada umat dengan peran apapun.

“Dengan segala aneka ragam nawaitu, corak, ragam, buat anak-anak saya, ini tetap jadi media pembelajaran dan pengkhidmatan tanpa batas” tulisnya dalam akun Instagram @yusufmansurnew.

Kontingen kebersihan para santri ini pun melengkapi tim kesehatan dari PPPA Daarul Qur’an yang telah berada di sekitar areal Patung Kuda sejak Sabtu (1/12) malam, dengan kekuatan 1 ambulance, tenaga medis dan tim kebersihan. Ambulance PPPA pun sempat membantu salah seorang peserta aksi yang pingsan dan dirujuk langsung ke rumah sakit terdekat.

Derry Sulaiman: Seorang Muslim Wajib Menjadi PNS

“Jangan ragu dan bahkan kita harus menjadi generasi PNS” ujar ustadz Derry Sulaiman, saat memberikan tausiyah kepada santri Ponpes Tahfizh Daarul Qur’an, dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw, yang berlangsung di Masjid Nabawi, Kamis (29/11).

PNS yang dimaksud oleh mantan gitaris band metal Betrayer ini adalah “Pegawai Nabi Saw”.

“Tidak boleh kita menjadi pengikut yang lain. Banyak suri tauladan pada diri Baginda Rasulullah saw” jelasnya.

Satu tugas Rasulullah saw yang harus seorang muslim ikuti dan teruskan yaitu dakwah Ilallah, mengajak manusia ke jalan Allah swt. Pria kelahiran Saniangbaka, Sumatera Barat, ini menjelaskan pintu kenabian memang sudah tertutup dengan wafatnya Rasulullah saw, tetapi tugas kenabian akan terus hidup sepanjang jaman hingga hari kiamat.

[ess_grid settings='{“entry-skin”:”1″,”layout-sizing”:”boxed”,”grid-layout”:”even”,”spacings”:”0″,”rows-unlimited”:”off”,”columns”:”2″,”rows”:”2″,”grid-animation”:”fade”,”use-spinner”:”0″}’ layers='{“custom-image”:{“00″:”18770″,”01″:”18772″,”02″:”18775″,”03″:”18776″},”custom-type”:{“00″:”image”,”01″:”image”,”02″:”image”,”03″:”image”},”use-skin”:{“00″:”-1″,”01″:”-1″,”02″:”-1″,”03″:”-1″}}’]

“Dakwah itu mudah tidak susah. Jika melihat teman yang sombong, panggil dan jelaskan bahwa kesombongan itu hanya milik Allah swt” ujarnya.

Ia pun mengisahkan bagaimana sahabat Abu Bakar Ash-Shidiq yang langsung menunaikan tugas dakwah setelah ia bersyahadat di suatu pagi dihadapan Rasulullah saw, dengan mengislam tiga orang pada sore harinya dan 6 orang pada keesokan paginya.

“Dakwah itu mudah, besarkan Allah, agungkan Allah dan puji Allah, di mana saja dan kapan saja ketemu siapa saja katakan kepada mereka kalimat tauhid laa ilaaha illallah” tambahnya.

Baginya dakwah bukanlah sebuah profesi. Tapi apapun profesi seorang muslim ia wajib berdakwah. Dakwah baginya sudah menjadi bagian integral dalam diri seorang muslim. Maka membekali diri dengan keilmuan Islam adalah kewajiban bagi seorang muslim.

“Terlebih Kalian para santri yang juga menghafal Alquran, maka tugas dakwahnya harus lebih ketimbang mereka yang tidak belajar di pesantren” jelasnya.

Daftar Lengkap Pemenang MHQ VII Daarul Qur’an

Berikut Daftar Lengkap Pemenang MHQ VII Daarul Qur’an yang berlangsung pada 17-19 November 2018 di Pesantren Daarul Qur’an Solo, Jawa Tengah.

 

 

1 Cabang Lomba :MHQ 10 Juz
Juara 1 : Widia Farohatul Husna Dari Tahfidz camp malang
Juara 2 : Ahmad Dani Arieliansyah Dari Daqu ci jantung
Juara 3 : Rama Akmal Hafizh Dari Idad kibar putra sukabumi
2 Cabang Lomba :Nazom Jazari
Juara 1 : Muhammad Fikran Ramli Dari Daqu Ketapang
Juara 2 : Nanda Felizan Pratama Dari Daqu ungaran
Juara 3 : Mohammad Hafizh Ramadhana Dari Daqu ci jantung
3 Cabang Lomba : Tilawah Mujawwad
Juara 1 : Dewi Safitri Dari Daqu Cikarang
Juara 2 : Atikah nazwa azzahra Dari Daqu Cikarang
Juara 3 : Muhammad Fathan Dari Daqu Ketapang
4 Cabang Lomba : MHQ 5 Juz
Juara 1 : Athiya zahratussita Dari Shigor putri
Juara 2 : Hanifa Ibrahim Dari Shigor putri
Juara 3 : M. Fakhri al fadil Dari Shigor putra
5 Cabang Lomba : MHQ Annas – Ad – Dhuha
Juara 1 : Dagnafellah Javiera Aimee N Dari Tk fullday semarang
Juara 2 : Fadhilah Akbar Kurniyanto Dari Tk fullday semarang
Juara 3 : Shakira Nur Aludra Dari Tk fullday ketapang
6 Cabang Lomba : Membaca Kitab Kaidah DAQU 1
Juara 1 : Faida ufaira Dari Tk fullday ketapang
Juara 2 : Iqlima malika salma Dari Tk fullday ketapang
Juara 3 : Qotrunnada salsabila Dari Tk fullday banyuwangi
7 Cabang Lomba : LOMBA KAIDAH DAQU 1-3
Juara 1 : Sunita arta wijayani Dari Sd fullday semarang
Juara 2 : Azzira himada indrawan Dari Sd fullday semarang
Juara 3 : Fathiya ayesha sabiluna Dari Sd fullday ketapang
8 Cabang Lomba : Membaca Kitab Kaidah Daqu 1- 5 &JUZ 30
Juara 1 : Tsaqof faturrahman Dari Shigor putra
Juara 2 : Dzatumali kuni rafinanda Dari Shigor putri
Juara 3 : Fathan nurrahman Dari Shigor putra
9 Cabang Lomba : Mhq juz 30 SD Fullday
Juara 1 : Badi’u zahrotun nafisah Dari Daqu sragen
Juara 2 : Nafisa kurnia cahyadewi Dari Sd fullday semarang
Juara 3 : Fidelya latifa cetta judyka Dari Sd fullday semarang
10 Cabang Lomba : Mhq juz 30, 29,28
Juara 1 : Fallah iqbal kurnianto Dari Sd fullday semarang
Juara 2 : Alvano gaizka nusa Dari Sd fullday semarang
Juara 3 : Muhammad fatih fadhilah Dari Sd fullday ketapang
11 Cabang Lomba : MHQ 20 JUZ
Juara 1 : Talitha arifanda denisa febnikova Dari Daqu cikarang
Juara 2 : Muhammad nabiel nur falah Dari Daqu surakarta
Juara 3 : Athif muhammad azzam Dari Daqu ci jantung
12 Cabang Lomba : MHQ 30 JUZ
Juara 1 : Firmansyah Dari Daqu ci jantung
Juara 2 : Ahmad azaim wajihuddin Dari Daqu ketapang
Juara 3 : Izzaturrohman satria muttaqin Dari Daqu surakarta
13 Cabang Lomba : MFQ
Juara 1 : Muhammad hasani laindara Dari Daqu ungaran
Kenzie raihan althaf
Rifqi nusaputra
Juara 2 : Nurul izzati Dari Daqu cikarang
Amalia zain
Nur shabib adhilah
Juara 3 : Muhammad jabal nur Dari Idad kibar putra sukabumi
Muhammad alfin maulana
Aditya nurikhwan
14 Cabang Lomba : MSQ
Juara 1 : Rizky hidayatullah Dari Daqu ketapang
Zulfikar marwan
Hakamudin
Juara 2 : Titania  kurnia  putri Dari Tahfidz camp malang
Salma deirahmadani
Fitriah  nur khalisah
Juara 3 : Aditya tito laksito Dari Daqu surakarta putra
Hifzul hawari
Ahmad zakariya
15 Cabang Lomba : MSQ SD
Juara 1 : Titan sparta abdullah Dari Sd fullday kalibata
Muhammad sulthan  ali
Raia reihana al farabi
Juara 2 : Aisyah Dari Shigor Putri
Isfandiyari Azzahra
Hilma Najwa
Juara 3 : Muhammad faza pratama syuta Dari Sd fullday ketapang
Fadiyah zalfa irwanto putri
Muhammad kun syafi’i
16 Cabang Lomba : Qiro’ah ‘Asrah
Juara 1 : Muhammad lutfil hadi Dari Daqu ketapang
Juara 2 : Candra dwinata Dari Daqu ketapang
Juara 3 : Permata amalia Dari Daqu cikarang
17 Cabang Lomba : 10 Juz Shigor
Juara 1 : Zulvita aryuni sumantri Dari Shigor Putri
Juara 2 : Najwa maulida zahara Dari Shigor Putri
Juara 3 : Fabio rexan alaudin Dari Shigor Putra

Alumni Daqu Belajar ke Negri Cina

[vc_row][vc_column][vc_column_text]Ahad 12 Oktober 2018, Daarul Qur’an kembali mengirim alumninya untuk melanjutkan studi di luar negri, kali ini Alumni Daarul Qur’an akan membuka sayapnya di negri tirai bambu, Cina.

Adalah Rizqi Putra, Adl Noor Vindhy, Hafizh Akbar, Ridho Ramadhan Hanafi. Mereka Alumni angkatan 8 yang berminat untuk melanjutkan study mereka di bidang kedokteran di Cheng du, Cina.

Berangkat dari Bandara Internasional Soekarno Hatta bersama para calon mahasiswa lainnya, para alumni Daarul Qur’an akan menempuh perjalanan sekitar 7 jam di dalam pesawat untuk transit di Shang hai, kemudian melanjutkannya ke Cheng du.

Keberangkatan ini adalah keberangkatan yang kedua bagi Daarul Qur’an ke China, usai sebelumnya Daarul Qur’an mengirim 3 Alumninya yaitu, Rafi Aditya, Fiandi averil, dan Almahendra yang mengambil jurusan teknik dan berangkat ke Lanzhou University pada tanggal 22 Agustus kemarin.

Berbeda fakultas dan jurusan. Alumni kloter pertama (Fakultas Teknik) harus berangkat lebih awal untuk menjalani pembelajaran intensif dalam berbahasa Mandarin, dikarenakan bahasa Mandarin lah yang akan menjadi bahasa pokok dalam pembelajaran di Universitas, sedangkan untuk para alumni yang melanjutkan studi di Fakultas Kedokteran harus memakai bahasa Inggris sebagai bahasa pokok.

(baca juga : Saatnya Bangun Ikadaqu di Cina)

Hal ini merupakan buah dari pembekalan santri akhir pada akhir tahun lalu, dimana santri-santri akan dikenalkan dengan dunia pendidikan lanjutan dan juga diadakan seminar khusus oleh Biro Litbang dan Pendidikan yang membahas dunia seputar kuliah baik dalam negri maupun luar negri.

Sebelumnya telah dilaksanakan acara Pelepasan Alumni Daarul Qur’an yang akan melanjutkan studi di Cina yang dilaksanakan di Aula Al Maidah Pondok Pesantren Daarul Qur’an, pada Kamis, tanggal 23 Agustus lalu. Acara dihadiri oleh Ayahanda K.H Yusuf Mansur dan ustadz Ahmad Jameel juga pimpinan lainnya. juga dihadiri oleh para Dekan dan Dosen dari Universitas Cheng du sendiri dan direktur dari CNY Education, lembaga konsultasi pendidikan yang memberikan jalur untuk Alumni Daarul Qur’an ke Universiatas di Cina.

“it’s all belong to Allah. So, its easy for you, to get your dream, if you know belong to who? everything you want, everything you need, if you know belong to who. you can get it insyaallah,” begitu nasehat yang disampaikan Ayahanda K.H Yusuf Mansur, di acara Pelepasan.

Kemudian salah satu dari dosen Universitas Cheng du yang hadir saat itu juga memberikan salam terima kasih karena telah disambut hangat oleh para santri, dan senang karena melihat reaksi alumni Daarul Qur’an yang bersemangat untuk belajar, dan menjadi mahasiswa di Universitasnya.[/vc_column_text][vc_media_grid grid_id=”vc_gid:1539749425926-6ec9741a-f389-4″ include=”18169,18170,18172,18171,18173,18174,18175,18176,18177″][/vc_column][/vc_row]

Serunya DaQu Camp Semarang

[vc_row][vc_column][vc_column_text]SD Fullday DaQuschool Semarang menggelar acara Daqu Camp yang bertempat di Bumi Perkemahan Greenland Gonoharjo Kendal pada tanggal 20-21 september yang lalu.

Kegiatan perkemahan yang dilaksanakan rutin setiap tahun ini dilaksanakan oleh gugus depan pramuka SD Fullday DaQuschool Semarang yang memiliki misi untuk mewujudkan peserta didik yang beriman, berprestasi, bersikap sosial, peduli lingkungan dan untuk mensinergikan nilai-nilai yang terdapat dalam pramuka dengan nilai-nilai islam yang toleransi dan berjiwa patriotisme.

Mr. Riyadh selaku pembina pramuka gudep SD Fullday DaQuschool Semarang menambahkan pramuka adalah wadah bagi pembentukan jiwa nasionalisme, melalui kegiatan perkemahan seperti ini maka akan tertanam jiwa kebersamaan, gotong royong dan kerja sama antara satu dan lainnya.

“Melaui gerakan pramuka inilah maka akan didapatkan proses pembelajaran yang sangat mendasar yaitu tentang tumbuh kembangnya semangat nasionalisme dan kebangsaan”, ujarnya.

Dengan pengembangan sikap kebersamaan, dedikasi tinggi, loyalitas dan kreatifitas yang kelak tentu akan berguna bagi kehidupan nyata di masyarakat.

Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas 4, 5 dan 6 SD Fullday DaQuschool Semarang yang berjumlah 88 anak, terdiri dari 8 regu / barung putra dan 3 regu / barung putri.

Kepala SD Fullday DaQuschool Semarang, Mr Sutopo mengatakan, melalui kegiatan ini sekolah berupaya untuk membentuk peserta perkemahan menjadi siswa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, beraklak mulia dan sehat jasmani serta rohani.

“Kemudian supaya mereka memiliki dasar-dasar pengetahuan dan keterampilan untuk melanjutkan pada jenjang yang lebih tinggi”, ujarnya

Lebih lanjut menurutnya, ada hal penting lainnya yang mesti dimiliki oleh siswa yaitu kepekaan sosial dan peduli lingkungan, kreatif, serta semangat untuk mengembangkan diri secara terus menerus.

Rayya (12) satu diantara peserta menuturkan aktif dibidang kepramukaan mengajarkan bagi dirinya menjadi pibadi yang mandiri, belajar bekerja sama didalam kelompok dan belajar bersaing secara sportif.

“Mengikuti kemah sudah beberapa kali, kebetulan juga aktif di pramuka. Tidak hanya karena diwajibkan, tapi merasa senang saja rasanya bisa kumpul sama teman-teman”, tutur siswa kelas 6 SD Daarul Qur’an Semarang tersebut.

Sebagai seorang penggalang menurutnya juga harus bertanggung jawab, memberikan contoh dan pembelajaran yang positif kepada adik-adik kelasnya.

“pengetahuan bertambah karena banyak materi yang diberikan, dari sebelumnya tidak tahu menjadi tahu.’’ Lanjutnya

Dikatakannya selama dua hari pelaksanaan perkemahan, diisi dengan berbagai kegiatan yang menumbuhkan kreatifitas anak dan bagaimana siswa dapat memanajemen kelompok regunya. Adapun kegiatan yang diadakan adalah penyalaan api unggun, aneka lomba, hiking, shalat jamaah, tahajud, witir dan dhuha. Beberapa lomba yang dilaksanakan dalam Daqu Camp ini yaitu cerdas cermat, pentas seni dan wide game.[/vc_column_text][vc_media_grid grid_id=”vc_gid:1538125663969-9be0facc-77d0-4″ include=”18078,18079,18080,18081,18082,18083,18084,18085,18086,18087,18088,18089,18090,18091,18092″][/vc_column][/vc_row]

Peran Santri dalam Asian Games 2018

[vc_row][vc_column][vc_column_text]Asian Games kembali di gelar dan Indonesia menjadi tuan rumah pada pelaksanaan yang ke-18 tahun ini. Ini merupakan kedua kalinya Indonesia menjadi tuan rumah setelah yang pertama pada tahun 1962. Kompetisi olahraga se-Asia yang diikuti kurang lebih 40 negara ini resmi dibuka pada Sabtu (18/8).

Ini merupakan kebangaan bagi bangsa Indonesia sebab adanya even ini kita dapat mendukung atlet kebanggaan dengan mudah sekaligus dapat memperkenalkan budaya Indonesia pada negara luar.

Ragam cara dilakukan untuk mendukung dan menyukseskan even besar ini, dari hal paling mudah dengan menjaga ketertiban dan kenyamanan publik, menyemangati atlet saat pertandingan berlangsung di venue-venue olahraga, hingga berperan aktif dalam kepanitiaan resmi.

Siapa menyangka beberapa santri Pesantren Daqu berkesempatan menjadi volunteer di Asian Games. Selain tim Marching Band Gemanadaqu juga mendapat kesempatan unjuk kebolehan di zona Asian Festival, di kompleks Gelora Bunng Karno, Senayan, sesaat sebelum upacara pembukaan dimulai.

Terdiri dari 60 personel, gabungan santri putra dan putri Pesantren Daqu, Gema Nadaqu membawakan 2 lagu dengan judul Kita Bisa (Theme Song Sea Games 2011), dan lagu Meraih Bintang yang menjadi Theme Song Asian Games tahun ini.

Bermula di zona Bhin-bhin (Asian Festival) Marching Band Gema Nadaqu menunngu aba-aba dari panitia untuk memulai parade sore itu, saat itu semua aksi akan dikendalikan dengan tepat, usai pembawa acara memberikan aba-aba kemudian tim marchingband mulai memainkan aksinya di halaman depan zona bhin-bhin, dengan lagu kita bisa dan meraih bintang yang kemudian berlanjut dengan karnaval melewati zona Atung dan usai di zona Kaka.

Pengunjung yang padat sore itu, terbius dengan penampilan tim Gema Nadaqu, ramai- ramai pengunjung berkumpul menyaksikan dan mengabadikan momen penampilan dengan gadget dan kamera mereka, parade sore itu yang memang disengaja untuk mengarahkan pengunjung dari area Istora menuju area stadion GBK, berhasil. Jarak yang lumayan jauh seolah tak terasa dengan adanya parade ini, ramai-ramai arus pengunjung terarahkan masuk ke halaman stadion GBK. di zona Kaka telah bersiap tim musik daerah dari beragam komunitas melanjutkan aksi yang di mulai tim Gema Nadaqu.

Hadir bersama dan menemani perjuangan santri jelang opening Asian Games 2018, ustadz Tarmidzi selaku merasa bangga dengan penampilan tim Marching Band Gema Naddaqu yang menjadi satu-satunya tim Marching Band yang ada pada penampilan Asian Festival jelang Opening Ceremony Asian Games 2018.[/vc_column_text][vc_media_grid grid_id=”vc_gid:1535591914338-6ec4f01f-28bd-8″ include=”17984,17983,17985,17982,17981,17980,17979,17978,17977,17976,17975,17974″][/vc_column][/vc_row]

Salurkan Minat & Bakat Lewat Ekstra Kulikuler

[vc_row][vc_column][vc_column_text]

Jum’at (3/7) halaman sekolah SD Daqu School ramai di padati para orang tua murid juga siswa-siswi yang semarak mengenakan pakaian yang berwarna-warni, sekelompok siswa terlihat mengenakan pakaian a la prajurit timur tengah lengkap dengan busur dan anak panah di genggamannya, sekelompok siswi terlihat cantik dengan pakaian adat sumatera, dan ada yang memakai pakaian serba putih dengan sabuk hijau kuning mengikat di pinggulnya terlihat tegap dan kuat.

Ada suatu yang menarik pagi itu, siswa-siswi Daquschool akan unjuk kebolehan di ajang Festival Ekstra Kulikuler pagi ini. Sebanyak 11 ekstra kulikuler akan di tampilkan; drama, pramuka, tari tradisional, futsal, badminton, rampak bedug, marawis, taekwondo, menggambar, mewarnai, dan marching band.

Diawali dengan penampilan drama gabungan dari guru-guru bersama perwakilan masing-masing eskul, acara kemudian beranjut dengan penampilan masing-masing eskul.

Meski kegiatan ekstra kulikuler bukan inti dari kurikulum pelajaran, siswa-siswi Daqu School terbukti membuahkan beberapa prestasi yang tidak bisa dikesampingkan, ada ektrakulikuler taekwondo yang berkali-kali menjuarai kompetisisi se-Jabodetabek, tim marching band yang baru saja kembali dengan memboyong piala dari kompetisi Langgam Bali, tim olahraga yang berhasil mengahrumkan nama Daqu di ajang O2SN beberapa waktu lalu.

“dengan adanya kegitan ini akan jadi referensi bagi anak-anak guna menyalurkan minat dan bakat, mereka, dari pelatih masing-masing eskul, di SD Daquschool Menghadirkan pelatih yang profesional pada bidangnya, dan kami harapkan para orang tua dapat membimbing anak-anaknya untuk menyalurkan minat dan bakatnya dalam kegiatan ekstra kulikuler ini” sambut Ms. Nety Ariyani selaku Kepala Sekolah Sd Daquschool.

saat itu hadir K.H Yusuf Mansur Pembina Daarul Qur’an, ustadz Ahmad Jamil selaku Ketua 1 Daarul Qur’an juga ustadz Anwar Sani selaku Direktur Utama PPPA Daarul Qur’an. mereka sangat mendukung dan bangga dengan adanya kegiatan ekstra kulikuler yang beraneka ragam dengan potensi dan prestasi yang di raih.

“anak-anak kita semua adalah anak yang terbaik yang dititipkan Allah SWT, maka dengan kegiatan eskul ini akan membawa efek pada pembelajaran mereka sehari-hari, jangan paksa anak-anak kita-tapi arahkan, support terus anak-anak kita untuk terus berkembang” begitu pesan dari ustadz Ahmad Jamil di hadapan para orang tua murid.

Festival Ekstra Kulikuler kali pertama ini membawa warna baru, karena mulai tahun ini akan ada bidang eskul baru yakni eskul sinematografi.

 

 

[/vc_column_text][vc_media_grid grid_id=”vc_gid:1533873277836-3e4778d5-3c20-8″ include=”17853,17854,17855,17856,17857,17858,17859,17860,17861,17862,17863,17864,17865,17866,17867,17868,17869,17870″][/vc_column][/vc_row]