12 Alumni Daarul Qur’an Lanjutkan Studi ke Mesir dan Yaman

0
21

TANGERANG — Sebanyak 12 alumni Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an melanjutkan studi ke Mesir dan Yaman. Mereka terdiri dari 11 alumni putra dan satu alumni putri yang akan memperdalam ilmu keislaman dan keilmuan lainnya secara langsung bersama para ulama, pakar, serta guru di negara tujuan.

Prosesi tasyakuran sekaligus pelepasan para alumni digelar di Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Tangerang. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Pimpinan Daarul Qur’an, KH. Yusuf Mansur, jajaran pimpinan, para ustaz, serta orang tua dari para alumni yang akan melanjutkan studi ke luar negeri.

Dalam pesannya, KH. Yusuf Mansur menyampaikan harapan agar para alumni dapat menjalani masa studi dengan sungguh-sungguh dan terus menjaga hubungan dengan Al-Qur’an dalam kondisi apa pun.

“Jangan pernah meninggalkan Al-Qur’an dalam keadaan apa pun. Tetaplah menjadi kehormatan sebagai seorang muslim dan muslimah,” pesan Yusuf Mansur.

Ia juga mengingatkan para alumni untuk memanfaatkan kesempatan selama berada di Mesir dan Yaman dengan memperbanyak ziarah serta belajar dari para ulama dan tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah keilmuan Islam.

“Ruh orang-orang beriman itu selalu terpaut. Maka selama di sana jangan lupa untuk ziarah ke makam para nabi, para ulama yang juga pewaris nabi, dan pelajari warisan-warisan ilmu para nabi dan pewaris nabi,” ujar Yusuf Mansur.

Keberangkatan para alumni ini turut difasilitasi oleh Daqu Connection, lembaga yang dibangun Daarul Qur’an untuk mengoptimalkan persebaran santri dan alumni Daarul Qur’an ke berbagai penjuru dunia.

Direktur Daqu Connection, Ustaz Muhammad Bisyri, menjelaskan bahwa Daqu Connection memanfaatkan jejaring alumni Daarul Qur’an yang tersebar di berbagai negara untuk membuka akses dan mempermudah para alumni dalam mewujudkan impian melanjutkan studi ke luar negeri.

“Dalam praktiknya, Daqu Connection mengandalkan jejaring alumni Daqu di berbagai negara untuk menjadi jembatan bagi alumni Daqu dan pesantren lainnya agar lebih mudah mewujudkan impiannya studi ke luar negeri,” ujar Bisyri.

Menurut Bisyri, Daqu Connection tidak hanya hadir pada tahap keberangkatan. Program ini berkomitmen memberikan pendampingan secara berkelanjutan, mulai dari tahap pra-studi, selama menjalani studi, hingga pasca-studi.

“Komitmen kami adalah terus memberikan layanan pendampingan, mulai dari pra-studi, saat studi hingga pasca-studi. Harapannya, kita bisa terus bersama-sama tumbuh, berkembang, dan memberikan dampak nyata,” tuturnya.

Keberangkatan 12 alumni ini menjadi bagian dari ikhtiar Daarul Qur’an dalam memperluas kontribusi pendidikan sekaligus membangun jejaring keilmuan global. Diharapkan, setelah menyelesaikan studi, para alumni dapat kembali membawa ilmu, pengalaman, dan jaringan yang diperoleh untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan perkembangan pendidikan Islam di Indonesia.