Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Gelar Wisuda Itqanul Hifzh ke-13

0
106

Tangerang — Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an kembali menggelar prosesi Wisuda Itqanul Hifzh ke-13 Tahun Ajaran 2026/2027 pada Jumat (18/9). Kegiatan yang berlangsung di Masjid Nabawi, Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an, ini menjadi momentum apresiasi sekaligus evaluasi atas proses pembelajaran Al-Qur’an para santri.

Prosesi wisuda tahun ini mencakup tiga kategori, yakni Kaidah Daqu, Sanad Matan Tuhfatul Athfal dan Jazariyah, serta Itqanul Hifzh. Ketiga kategori tersebut menjadi bagian dari proses pengujian untuk mengukur kualitas dan capaian santri dalam mempelajari serta menghafalkan Al-Qur’an.

Dalam laporan pembuka, Ustaz Irfan, S.Pd., menyampaikan bahwa terdapat sekitar 200 peserta yang mengikuti proses seleksi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 116 peserta dinyatakan lulus dalam tiga kategori wisuda tahun ini.

“Alhamdulillah, dari sekitar 200 peserta yang mengikuti seleksi, sebanyak 116 peserta dinyatakan lulus untuk ketiga kategori tersebut,” ujar Ustaz Irfan dalam laporan pembukanya.

Para peserta wisuda berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA). Mereka terdiri atas santri putra dan putri yang telah mengikuti rangkaian pembelajaran dan evaluasi Al-Qur’an sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Dalam sambutannya, Kiai Yusuf Mansur menyampaikan rasa bangga kepada para santri yang telah menyelesaikan proses pembelajaran dan berhasil mencapai tahap wisuda.
“Saya bangga dengan anak-anak kami dan pastinya ini kebanggaan bagi kedua orang tuanya. Di usia sebesar ini sudah tumbuh dengan Al-Qur’an,” ungkap Kiai Yusuf Mansur.
Ia juga berpesan kepada para santri agar menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan mereka.

“Pesan saya, jangan sekali-kali meninggalkan Al-Qur’an dalam kehidupan,” pesannya.


Wisuda Itqanul Hifzh ke-13 ini menjadi salah satu bentuk komitmen Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an dalam menjaga kualitas pembelajaran Al-Qur’an sekaligus mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya mampu menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memiliki kedekatan dan kecintaan terhadap Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.