18 Tahun Daarul Qur’an, Hadiah untuk Indonesia dan Dunia

Tanggal 5 Juli ini Daarul Qur’an memasuki usia ke-18. Sebagai rasa syukur, perayaann milad pun digelar. Mengingat situasi, perayaan milad Daarul Qur’an digelar secara virtual lewat ruang meeting Zoom, Senin (5/7/2021), yang dimulai pukul 09.00 WIB.

Ini untuk kedua kalinya perayaan Milad Daarul Qur’an digelar secara virtual sejak tahun lalu. Meski begitu, hal ini tak mengurangi antusiasme keluaga Daarul Qur’an merayakan hari jadi tempat berkhidmad mereka.  

Seluruh pimpinan Daarul Qur’an mengawal jalannya acara, termasuk Pembina Yayasan Daarul Qur’an, KH Yusuf Mansur. Beliau bersanding dengan para pimpinan yakni Pimpinan Direktorat Pendidikan, KH Ahmad Jamil, Pimpinan Direktorat Zakat dan Wakaf sekaligus rektor Institut Daarul Qur’an, Ustadz Anwar Sani, Pimpinan Direktorat Ekonomi sekaligus Ketua STMIK Antar Bangsa, Ustadz Tarmizi Ashidiq, serta Dewan Syariah Daarul Qur’an, KH Ahmad Kosasih.

Sambutan pertama dibuka oleh Ustadz Anwar Sani. Beliau mengajak seluruh SDI memaksimalkan ikhtiar buat Daarul Qur’an.

“Yang mungkin sedang berada di zona nyaman Daarul Qur’an, misalnya, ayok bangun, curahkan doa, energi, pikiran, dan ide cemerlang untuk Daarul Qur’an,” pesannya.

Ide tersebut, lanjut beliau, jangan sampai datang ketika keadaan berkhidmad sedang mendesak. “Jangan sampai kita dikejar anjing dulu baru melompat, tapi ayo kita melompat sendiri,” tukasnya.

Ustadz Tarmizi Ashidiq selanjutnya juga memberikan pesannya. Menurutnya, Daarul Qur’an sebagai sebuah lembaga yang dinamis harus disyukuri. Antar pimpinan dan staf tidak ada jarak. Karena itu, laksanakan amanah sebaik mungkin dengan Daqu Method sebagai pegangan.  

Ustadz Tarmizi juga menerangkan bahwa Daarul Qur’an butuh orang-orang yang punya loyalitas serta jiwa kepemimpinan tinggi, yang dapat menerjemahkan visi dan berbagai program.

“Ini menjadi jalan membangun peradaban, berada jalan dakwah, di mana menjadi amal dunia dan akhirat,” tutupnya.  

Milad ke 18 ini begitu banyak maknanya. Kyai Jamil pun membeberkan berbagai hal yang bisa ditadabburi pada milad Daqu tahun ini, salah satunya angka 18 yang merupakan urutan Surat Al-Kahfi dalam Al-Qur’an.  

Dalam Surat Al-Kahfi terdapat berbagai kisah yang bisa dijadikan bahan berkontemplasi saat berkhidmad di Daarul Qur’an. Yang pertama tentang kisah Ashabul Kahif, sekelompok anak muda yang luar biasa perjalanan dakwahnya. Kisah Musa yang diperintahkan Allah mendatangi seseorang nun jauh di sana juga memberikan pesan agar jangan pernah berhenti belajar.

“Jangan sampai kita puas dengan pencampaian yang diberikan Allah SWT lalu kita malah ga ngapa-ngapain. Jangan juga sombong dnegan pencampian tersebut, karena sejatinya ini karena rahmat dari Allah SWT,” pesan Kyai Jamil di akhir sambutannya.

Pesan dari Gurunda, KH Yusuf Mansur, jadi motivasi mendalam di acara tersebut. Dalam sambutannya beliau menjelaskan, saat pandemi harus jadi momen menebar keberkahan bagi Daarul Qur’an.

Dampak dari pandemi salah satunya membuat banyak anak menjadi seorang yatim. Hal ini mendorong Daarul Qur’an mengembangkan sebuah aplikasi untuk membantu para anak yatim tersebut, bernama Yatim Nusantara. Program ini akan dikembangkan PPPA Daarul Qur’an lewat platform PPPA.id serta SedekahOnline.com.   

“Yang ini kita gak boleh kalah. Kita berlomba-lomba. Bukan buat nama kita. Tapi ini menjadi yang pertama dan pahalanya buat kita semua,” jelas Kyai Yusuf Mansur.

Program ini akan didukung aplikasi digital sehingga informasi keberadaan yatim lebih cepat sampai. Salah satu rencana programnya akan bekerjasama dengan para kurir untuk menyalurkan makanan tiga kali sehari. Selain itu, nantinya aplikasi ini dibuat versi internasional.

Kyai Yusuf juga menjelaskan, program ini merupakan hadiah yang diberikan Daarul Qur’an untuk Indonesia dan dunia.  “Milad dikasih hadiah itu biasa, tapi milad dan memberikan hadiah itu baru luar biasa,” tuturnya.

Di samping pesan-pesan yang disampaikan para pimpinan tadi, mereka juga kompak berterima kasih pada semua orang yang terlibat dalam perjalanan Daarul Qur’an.

Perayaan milad Daarul Qur’an tahun ini bertajuk “Berkhidmat untuk Indonesia dan Dunia”. Sebagai tanda khidmad tersebut, saat ini Daarul Qur’an memilki 50 cabang pesantren serta ribuan Rumah Tahfizh yang tersebar di penjuru negeri. Ini belum termasuk berbagai entitas di bidang lain seperti Agroteknologi, Daqu Bisnis Nusantara, dan lainnya.

Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an sendiri telah menelurkan lulusan yang bekhidmad di dalam maupun luar negeri, baik bekerja maupun kuliah di berbagi universitas ternama dunia. Daarul Qur’an juga memiki tiga kampus, Institut Daarul Qur’an, STMIK Antar Bangsa, dan Universitas Mahakarya untuk memfasilitasi putra putri Indonesia menempuh pendidikan dari hulu hingga hilir.

Meski digelar virtual, acara tetap berlangsung meriah. Berbagai doorprize dibagikan bagi peserta acara yang bisa menjawab pertanyaan dari para pimpinan. Sebuah mini konser pun membuat milad ini menjadi syahdu.