Kelulusan dan Upaya Gapai Impian

[vc_row][vc_column][vc_column_text]Perasaan bahagia menyelimuti pagi di area Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Lampung, Ahad (6/5), cuaca yang berkabut tak terasa dingin, senyum wali santri dan keluarga santri kelas 9 berhasil menghangatkan pagi itu.

Hari itu akan diadakan prosesi wisuda santri-santri kelas 9, yang genap melaksanakan pendidikan di Pesantren Daqu, Lampung. Acara diawali dengan penampilan spesial dari wisudawan yang berhasil mengharukan orang tua, adik kelas, juga segenap tenaga pendidik, banyak dari mereka menitikan air mata ketika segenap santri kelas 9 yang akan diwisuda itu membacakan kesan dan pesan mereka selama di pesantren.

Haflatul Ikhtitam Santri Angkatan 4 Pesantren Daqu, Lampung dihadiri oleh Ustadz Tarmizi As Shidiq selaku ketua 3 Daarul Qur’an, ustadz Mulyadi selaku kepala kesekretariatan Daarul Qur’an, Bapak Suparmo selaku Bhabinkamtibmas Polsek Tegineneng, sejumlah tokoh masyarakat, juga santri-santri Rumah Tahfizh.

“Berakhirnya belajar di Daarul Qur’an bukanlah akhir dari perjalanan mengejar impian dan cita-cita, tetaplah gantungkan impian dan cita-cita itu, sebagai penyemangat santri-santri dalam menjalani hidup, dan tetaplah berdo’a dan berupaya untuk mengejar impian dan cita-cita. Kebayakan dari anak-anak Indonesia galau dan ragu akan hidupnya kedepan, berbahagialah santri-santri Daarul Qur’an yang sudah menemukan impian dan cita-citanya, terus kejarlah dan berupaya untuk mencapainya.” Pesan ustadz Tarmizi kepada Wisudawan, kemudian beliau memberikan sebuah perumpamaan dalam mengejar impian.

“Impian itu ibarat bunga, harum baunya, dan merona warnanya.
harapan itu ibarat air, ditunggu dan dinanti saat dahaga melanda.
mengejar Impian membuat hidup berliku.
menunggu harapan hidup lebih bermakna.
Ada impian yang dikejar, ada asa yang didamba
Kejar terus impian, dan jangan lelah menunggu harapan
Berdo’a dan berusahalah untuk mencapainya “.

“ Dan tidak usah menangis saat cita-cita belum tercapai
Tidak usah bersedih ketika harapan tak kunjung datang
Tidak Usah muram saat impian belum juga terwujud.
Yakinkan diri, Yakinkan hati.
Anda Pasti Bisa mewujudkannya.

” Bismillah. Sukses dan berkah untuk santri-santri Daarul Qur’an yang akan mewujudkan Dream Daqu, Dream 5 Benua, Dream Indonesia dan Dream Kita Bersama “. Lanjutnya.

Usai menempuh pendidikan di SMP Daarul Qur’an sebagian besar dari wisudawan akan melanjutkan pendidikan SMA di Pesantren Daarul Qur’an, Ketapang, Tangerang.[/vc_column_text][vc_media_grid grid_id=”vc_gid:1525664153837-87945b22-0c8a-8″ include=”17497,17498,17499,17500,17501,17502,17503,17504,17505,17506,17507,17508″][/vc_column][/vc_row]

Semarak Daqufest Lampung

[vc_row][vc_column][vc_column_text]Usai sukses digelar di Pesantren Daqu, Ketapang, Tangerang, giliran Pesantren Daqu Lampung yang berhasil memukau para penonton di Daqu Festival 2018, Sabtu (3/2).

Dilaksanakan di areal Pesantren Daqu Lampung, Daqufest 2018, para santri saling berlomba menunjukkan keahlian terbaik mereka di hadapan orang tua dan para assatidz.

Total Sebanyak 150 santri ikut ambil bagian dalam Daqufest kali ini. Sejak sebulan penuh mereka menyiapkan pelaksanaan mulai dari tata panggung hingga konten acara.

Ajang Daqufest ini juga menjadi ajang kumpul dan melepas rindu para wali santri. Sejak Sabtu siang halaman parkir telah dipadati kendaraan para orang tua santri juga tamu yang sengaja datang untuk menyaksikan pentas seni lintas budaya yang akan dimulai seusai sholat isya.

Ada 12 pertunjukkan yang akan memeriahkan Daqufest 2018 Pesantren Daqu Lampung kali ini, mulai dari penampilan seni islam seperti musik hadroh, nasyid, seni tilawah Qur’an hingga seni lawak pantonim, seni bela diri dan kombinasi tari dari berabgai daerah.

Hadir sejumlah tokoh masyarakat Bapak Hamzah Felani (tokoh masyarakat), Bapak Khairul Ahmad (Lurah kota Agung), Pak Syahrudin (Camat Tegineneng), dan tokoh Babinsa ikut menyaksikan perhelatan seni tahunan Daqufest 2018 Pesantren Daqu, Lampung.

Ustadz Mulyanto selaku pengasuh Pesantren Daqu Lampung berpesan, “Mudah-mudahan ini jadi ajang pendidikan, karena di pesantren bukan hanya belajar mengaji, bukan hanya belajar nulis arab, bukan hanya belajar bahasa arab, tapi pesantren mengajarkan hidup dan kehidupan. Karena pesantren adalah miniatur sebuah masyarakat”.

Bunyi lonceng yang diayun oleh ustad Mulyanto menandai pembukan Daqufest 2018. Meski cuaca gerimis kecil pada awal acara, Daqufest Lampung 2018 berhasil membuat tangis haru ibu-ibu pecah saat pembacaan puisi oleh santri. Gelak tawa terhibur ketika penampilan drama kabaret kemudian terkesima dengan atraksi bela diri membuat acara semakin meriah di malam itu.

Di akhir acara ustad Mulyanto memberikan nilai 90 untuk pelaksanaan Daqufest kali ini. Daqufest kali ini merupakan yang kedua kalinya diadakan di Ponpes Daqu Lampung. Berikutnya Daqufest akan digelar di Pesantren Daqu Putri, Cikarang, pada akhir Februari nanti.[/vc_column_text][vc_media_grid grid_id=”vc_gid:1517815339708-70333651-db7f-3″ include=”16504,16505,16506,16507,16508,16509,16510,16511,16512,16513,16515,16517,16518,16519,16520,16521,16522,16523,16524,16525,16526,16527,16528,16529,16530,16531,16532,16533,16534,16535,16536,16537,16540,16541″][/vc_column][/vc_row]