Penyuluhan Covid-19 Santri Shigor Putra, Kita Harus Bersiap!

Antusiasme santri shigor putra dalam mengikuti penyuluhan covid-19 jadi pemandangan menarik pagi ini. Dokter Nawang yang didampingi dokter Emilda dari Rumah Sakit Annisa dengan ceria menjelaskan berbagai aspek tentang Covid 19 pada mereka. Para santri yang “petakilan” harus dihadapinya. Maklum saja, rata-rata para santri masih berusia di bawah 10 tahun. Namun, bukan berarti mereka tak beresiko terpapar, sehingga acara dibuat menyenangkan agar mereka bisa menyerap apa yang disampaikan dengan baik.

Acara digelar di gedung Adh-Dhuha lantai 6, Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Tangerang, Rabu (9/9/2020), yang dibagi dalam 3 sesi. Sesi 1 untuk santri kelas 1-3, sesi 2 kelas 4-6 dan terakhir di sesi 3 untuk kelas 6 yang berakhir pukul 12 siang. Hal itu untuk menghindari terjadinya kerumunan.

Dokter Nawang menjelaskan asal dan jenis serta indikasi ketika pasien terpapar virus ini. Dengan gaya penyampaian seorang guru, ia juga bercerita bagaimana ketika seseorang terpapar termasuk pencegahan dengan pola hidup sehat, menjaga jarak serta pemeriksaan yang dilakukan.

Penyuluhan termasuk penggunaan masker yang masih sering terjadi kesalahan dalam pemakaiannya. “Sebelum menggunakan masker harus cuci tangan”, terang dokter Nawang. “Kenapa kita gak boleh megang-megang depan masker? Karena kita gak tau kalau ngobrol sama orang dia tertular atau engga. (Kalau iya) otomatis di depan masker kita ada virus nih”, lanjutnya. Pengguna masker juga harus mencuci tangan setelah menggunakannya.

Namun, beda halnya dengan masker kain yang banyak beredar. Para santri pun lebih banyak menggunakan masker kain dengan desain kesukaan mereka ketimbang masker bedah yang memiliki desain “gitu-gitu” aja. Tak mengapa, asal perawatannya benar masker kain juga bisa mencegah penularan virus. “Kalau masker kain sebelum dicuci masukin ke plastik dulu karena itu benda yang berpotensi membawa virus”, terang dokter Nawang lagi.  

Biar lebih menarik, berbagai hadiah disediakan untuk para santri yang bisa menjawab pertanyaan dokter Nawang. Tak ayal, para santri berebut menjawabnya.

Pengetahuan tentang Covid-19 memang harus diketahui oleh masyarakat, dari anak-anak sampai dewasa. Mengingat, Indonesia telah menyentuh angka 200 ribu kasus positif terinfeksi.

Simpuldaqu Resmi Dilaunching

Daarul Qur’an membuka kesempatan masyarakat yang mau bergabung bersama keluarga besar Daqu dengan menjadi simpul Daqu. Nantinya, masyarakat bisa ikut memasarkan produk-produk Daarul Qur’an dalam website simpuldaqu.id. Pendaftar hanya perlu share link yang tersedia di masing-masing produk dan hasilnya akan dibagi sesuai dengan ketentuan.

Penjelasan simpul Daqu ini dipaparkan para pimpinan Daarul Qur’an dalam launching yang digelar secara virtual di Youtube Channel Pesantren Daqu, Minggu 6 September 2020. Dalam hal ini, simpul daqu ada di bawah kendali direktorat bisnis Daarul Qur’an yang dikepalai Ustadz Tarmizi As-Sidiq.

100 ribu santri di tahun 2024 jadi target yang ingin dicapai Daarul Qur’an, khususnya di bidang pendidikan. Ini menjadi pasar yang luar biasa bagi masyarakat yang mau ikut mewujudkan mimpi tersebut. “Simpul Daqu ini bukan hal baru bagi Daarul Qur’an, bagaimana mengajak kebaikan dan sekarang kita membuka potensi ekonomi yang bisa jadi pintu rizki buat anda semua”, papar Ustadz Tarmizi. Seperti yang diketahui, bidang pendidikan merupakan core pergerakan Daarul Qur’an seiring pertumbuhan pesantren yang begitu pesat di berbagai daerah di Indonesia. Ditambah, Daarul Qur’an juga telah memilki 3 perguruan tinggi.

Simpul Daqu juga jadi ajakan Daarul Qur’an untuk meningkatkan perekonomian nasional karena setiap individu bisa jadi pengusaha. Masyarakat hanya perlu memilih paket afiliasi yang tersedia sebagai syarat registrasi, mulai dari harga 100 ribu, 200 ribu dan 500 ribu.

“Sejatinya ada pahala jika kita niatkan karena Allah SWT dari setiap huruf yang dihafal para santri”. Ujar Pimpinan Direktorat Pendidikan Daqu, Ustadz Ahmad Jamil terkait benefit lain yang akan diperoleh pendaftar simpul Daqu. Benefit yang bukan hanya materi, namun juga pahala, Insya Allah. Karena setiap rupiah yang dikeluarkan pendaftar digunakan untuk pembangunan pesantren, rumah tahfizh, program sedekah dan kurban, serta kegiatan dakwah Daarul Qur’an lain.

“Barangsiapa yang memberikan syafa’at yang baik, niscaya ia akan memperoleh pahala dari padanya. Dan barangsiapa memberi syafa’at yang buruk, niscaya ia akan memikul dosa dari padanya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”, kutip Ustadz Jamil dalam surat Annisa ayat 85.

Penjelasan yang dipertegas Pimpinan Direktorat yang menaungi program Rumah Tahfizh, salah satu gerakan dakwah pertama Darul Qur’an dalam mencetak para penghafal Qur’an, Ustadz Anwar Sani. “Gak ada kata sulit, tapi itu tantangan buat kami. Hari ini berdiri sekian banyak pesantren dan PPPA Daqu yang punya rumah tahfizh di Indonesia bahkan 2000 santrinya belajar di rumah tahfizh yang ada di Indoensia dan ada di belahan dunia lain”, terangnya.

Acara semakin meriah dengan hadirnya Ustadz Yusuf Mansur dan sang anak sulung, Wirda Mansur. Kesuksesan program “Millenial Anti Bokek” Wirda juga jadi inspirasi program Simpul Daqu dengan segenap ekosistemnya.

Siaran diteruskan lewat live akun Instagram Ustadz Yusuf Mansur dan Channel Youtube Wirda Mansur. Di sana, UYM memaparkan kembali tentang simpul daqu, benefit dan keuntungan apa saja yang akan diperoleh serta rencana ke depan pengembangan sistem. “Kita cetak sekolah Qur’an jadi sekolah terbesar di bumi. Setiap tahun 100 ribu santri, jadi dalam 6 tahun bisa 600 ribu santri. Orang-orang bangun kota mandiri, kita bangun kota yang isinya penghafal Qur’an”, tuturnya. Tentu itu hanya sedikit petikan di tengah derasnya aliran semangat ucapan beliau untuk menginiasasi kebaikan ini, Insya Allah.

Karena, siapa saja yang mendaftar memilki kesempatan untuk jalan-jalan ke Turki, Singapura, bahkan Umroh ke Baitullah. Caranya tinggal ikuti instruksi yang ada di website simpuldaqu.id.

Jadi, tunggu apalagi? Mari bergabung dan #suksesbersama Daarul Qur’an.

Bazar “New Muharram” Meriahkan Pesantren di Era New Normal

Santri bertambah banyak selepas sambutan Ustadz Syaiful Bahri. Hari itu, Senin, 31 Agustus 2020, Bazar Muharram tak terelakkan menjadi titik temu antar santri. Ada 7 stand bazar yang tersedia, masing-masing dari kelas 7 sampai kelas 12 dan tambahan 1 stand milik asatidz pengasuhan santri.

Lapangan basket dan futsal pesantren dikerubungi para santri. Untungnya, makanan dari bazar bisa dibawa ke luar sehingga tidak terjadi penumpukan yang lebih parah.

Beberapa saat sebelum resmi transaksi diperbolehkan, para santri dan asatidz serta SDI yang hadir disuguhkan hiburan lewat stand up comedy oleh Akhi Giant, santri kelas 9. Namanya yang seperti karakter Giant di film animasi “Doraemon” memang persis seperti tampilannya. Namun, karena itu pula dia berhasil menghibur lewat gerakan-gerakan tubuh “aneh” serta jokes yang menggugah tentang Body Shaming.

Giant bukan hanya penampil tunggal, beberapa tampilan seperti drama, puisi, sampai salah satu asatidz ikut berpartisipasi dalam penampilan tersebut.

Makanan dan minuman yang dijajakan buatan tangan para santri sendiri. Di salah satu pojok stand ada yang cukup unik, yakni Mie Tsunade. Mie kuah menggunakan susu full cream dan perpaduan bumbu lainnya terasa lumer di mulut sekaligus menyuguhkan sensasi gurih tiada duanya. Tidak kalah dengan merek-merek kenamaan. Dan yang pasti, harganya pas di kantong pelajar.

Ada lagi es buah segar dengan campuran buah-buahan seperti melon, mangga dan pepaya ditambah manisnya sirup dan segarnya es batu. Siang hari yang terik terbayar ketika meneguk minuman tersebut.

Dekorasi unik nan cozy juga jadi daya tarik masing-masing stand. Seperti stand yang menggambarkan suasana alam dengan dekorasi pohon dan kayunya. Jajan di sana pun berasa lagi di tengah hutan.

Kretifitas tersebut memang sejalan dengan tujuan adanya bazar ini. Seperti kata Ustadz Sayaiful Bahri bahwa santri harus berjiwa enterpreneur dan inovatif.

Para santri juga bisa belajar menghargai apa yang mereka lakukan. Penting bagi mereka agar semangat dalam dirinya tak luntur. Seperti kata Ustadz Ugi Agus Setiadi, Wakil Ketua Pengasuhan Pesantren. “Penting buat kekompakan satu sama lain. Yang kedua bagaimana mereka belajar berdagang ala Rasullullah lalu refreshing sejenak dengan keceriaan mereka hari ini.”

Theodor, santri kelas 12, juga mengaku merasakan manfaat Bazar Muharram ini. Konsep bisnis yang dipelajarinya membuat skillnya di bidang ekonomi terasah. “Juga mengajarkan santri agar berani dalam menerima resiko dalam dunia bisnis”, tambahnya.

Kalau Kita Sudah Menjadi Keluarga Allah, Maka Semuanya Gampang, Tinggal Minta

Kedatangan Ayahanda Yusuf Mansur pada menjadi kejutan bagi santri Pesantren Tahfizh Takhasus Putri Daarul Qur’an, Cikarang, Senin (31/8). Momen ini pun disambut haru oleh para santri dan juga para pengasuh yang menyambut dengan sholawat badriah.

Pesantren Takhasus merupakan pesantren bebas biaya setingkat SMU yang diinisiasi oleh Daarul Qur’an bagi masyarakat dhuafa. Pembiayaan pesantren ini berasal dari donasi sekaligus uang sekolah para santri reguler.

“Insya Allah kalian akan tersebar di seluruh dunia “ nasihat ayah pertama kali ketika sampai. Seperti biasanya ayah memberikan motivasi agar santriwati senatiasa bersemangat dalam meghafalkan Al-Qur’an.

“Semua yang kita mau adalah milik Allah, semua kampus, semua universitas, apapun yang ada di langit apa pun yang ada di bumi , apa pun isinya adalah milik Allah, karena milik Allah jadi semuanya gampang, ada yang lebih gampang lagi kalau kita jadi keluarganya Allah” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut ayah mengisahkan ada seorang sahabat yang bertanya pada Rasulullah saw, “wahai rasul bukan nya Allah itun Wahdaniyah ( berdiri sendiri)?” lalu rasul menjawab “Keluarga Allah yang di maksud adalah ahlul Quran, para penghafal sekaligus penjaga Al-Quran. Kalau udah jadi keluarganya Allah gampang , tinggal dateng tinggal minta.“

Beliau pun melanjutkan, “Sayangnya ga semua mau dateng, ga semua mau minta , ga semua bisa dateng, ga semua bisa minta, ga semua bisa di kasih dateng ga semua di kasih minta , berarti di tolak, naudzubillahimindzalik.”

Beliau juga mengisahkan bahwa banyak orang di luar sana yang cuma menghafalkan 4 surat , melihara 4 surat, ngafalin 4 surat, tapi banyak sukses jadi enterprenuer, dan lain-lain.

“Lalu bagaimana dengan anak-anak ayah yang 24 jam bersama Al-Quran? kalian ga cuma dateng ke Allah tapi kalian juga bercakap-cakap dengan Allah setiap hari? Dahsyat pasti dampaknya“ ujar beliau.

Dalam kesempatan tersebut ayah berpesan agar santriwati tidak hanya menghafalkan Al-Qur’an melainkan juga mempelajari tafsirnya, mentadabburi ayat ayat-Nya, soal paham sama engganya maksud dari ayatnya yang penting dibaca dulu tafsirnya, dengan begitu kita berasa sedang bercakap-cakal dengan Allah swt.

Lalu beliau menceritakan pengalaman bertemu dengan ahli sejarah Profesor Ahmad Mansyur Suryanegara yang kini berusia 90 tahun. Dari ceritanya Prof Mansur hanya mengamalkan surah Yasin yang selalu dibaca setelah isya hingga beliau tertidur. Dengan itu saja Prof Mansur, meski sudah udzur usianya, masih mampu membeli pelajaran kepada para pemuda.

Di penghujung acara, Ayah meminta para santri untuk mendoakan mimpi beliau menjadi Presiden Republik Indonesia mendatang. Beliau mengatakan jika mimpinya tersebut tercapai maka setiap pagi akan menyapa warga Indonesia dan mengingatkan sebelum beraktivitas untuk membaca Al-Quran terlebih dahulu, sholat duha. Lalu nanti menjelang dzuhur beliau akan kembali mengingatkan warga Indonesia untuk bersiap sholat. Begitu juga seusai sholat Ashar akan mengingatkan masyarakat untuk membaca Al-Waqiah.

“Dan itu semuanya nanti Insya Allah, Ayah yang mimpin langsung. Keren kan tuh jika presiden yang mimpin langsung warganya untuk sholat dan membaca Al-Qur’an” ujarnya yang diamini langsung oleh para santri.

Belajar Untuk Membangun Peradaban di Daarul Qur’an

“Kita belajar tidak hanya hari ini. Tapi juga untuk masa depan. Untuk membangun peradaban” Pesan tersebut disampaikan oleh ustad Rizky Aminullah, Kepala Biro Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Daarul Qur’an saat menjadi inspektur upacara dalam pembukaan pembelajaran di Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Al-Jannah, Cariu, Bogor, Jawa Barat, Senin, (31/8).

Dihadapan sekitar 150 santri baik SMP dan SMU, ustad Rizky mengatakan bahwa tugas para santri saat ini adalah menghafal dan mempelajari Al-Qur’an. Menurutnya rasa semangat jangan sampai hilang di dada para santri.

“Yakin deh, Allah tidak akan meninggalkan umatnya yang mempelajari Al-Qur’an. Maka jaga terus semangat belajar hingga selesai nanti” ujarnya.

Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Cariu Al-Jannah, merupakan pesantren bebas biaya yang merupakan kerjasama antara Daarul Qur’an dan Yayasan Al-Jannah. Pesantren ini ditujukan bagi pada dhuafa yang memiliki semangat untuk belajar sekaligus menghafalkan Al-Qur’an.

Setelah upacara yang berlangsung di halaman masjid pesantren, para santri berpindah ke ruang kelas untuk mendapatkan materi Kedaquan yang diisi oleh ustad Darul Qutni, yang juga kepala sekretariat Daarul Qur’an. Dalam kesempatan tersebut ustad Darul menyampaikan sejarah Daqu dan nilai-nilai apa saja yang ada di Daarul Qur’an.

“Saya berharap para santri tidak hanya sekedar masuk dan berlajar di Daarul Qur’an. Tapi juga paham sejarah dan visi misi Daarul Qur’an sehingga Daarul Qur’an itu menjadi rumah dan wajah para santri jika sudah lulus dimanapun nanti” ujar ustad Darul.

Meriahnya Pembukaan Bazar Muharram Santri Daqu

Sejalan dengan program pemerintah dalam mengembalikan stabilitas ekonomi, lingkup ekosistem Pesantren Daarul Qur’an juga mulai “berbisnis” kembali. Kali ini bukan hanya jajaran manajemen saja yang melakukannya, tapi para santri Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Tangerang pun turut berjual beli.

Ya, gelaran Bazar Muharram menjadi pemicu santri bersemangat dalam mencari pundi-pundi. Tak tanggung-tanggung, seluruh santri terlibat dalam kegiatan yang terdapat stand masing-masing angkatan tersebut.

Kemeriahan telah dirasakan saat pembukaan acara. Pemotongan pita oleh Pengasuh pesantren, Ustadz Syaiful Bahri serta didampingi kepala sekolah SMP dan SMA yakni Ustadz Rahmat Arif dan Ustadz Madari diiringi sambutan meriah para hadirin. Acara itu dilakukan di area lapangan futsal dan basket pesantren, Senin, 31 Agustus 2020.

Sebelum para santri bertransaksi, Ustadz Syaiful memberikan wejangan dalam sambutannya. Acara yag tetap memperhatikan protokol kesehatan ini diharap mampu menjadi pemicu para santri menjadi pengusaha sukses dunia akhirat. Maka dari itu, Ustadz Syaiful berpesan untuk berusaha menjadi pedagang yang diridhoi Allah SWT.

“Beberapa sifat yang harus dimiliki pedagang yaitu taqwa, yakni selalu mengingat Allah SWT. Kemudian harus jujur, Jari’ atau memilki hati yang pemurah. Serta Rahmah, yakni memiliki sifat penyayang antar pedagang maupun dengan pembeli”, ujar Ustadz Syaiful.

Setelahnya beliau mengisahkan cerita sahabat yang dipuji oleh Rasulullah SAW karena kejujurannya dalam berdagang. Semangat itulah yang ingin dibangun dalam penyelenggaran acara ini.

Para santri bertebaran setelah acara pembukaan selesai. Banyak kudapan yang dijajakan, diantaranya mie instan dengan side dish omelet telur, cemilan keripik aneka rasa, es buah yang menyegarkan, berbagai snack yang mampu mengganjal perut lapar serta berbagai cemilan lainnya.

Amanah Baru, Semangat Baru

Cerita ini bermula dari SK Yayasan Daarul Qur’an Nusantara per tanggal 15 Juli 2020 tentang Penunjukkan Kepala Sekolah SD Daarul Qur’an Banyuwangi. Abdul Rozak, nama yang ditunjuk oleh Kyai Jamil selaku Kepala Direktorat Pendidikan Daarul Qur’an. Tidak sembarangan, karena sebelumnya Kyai Jamil sudah melakukan istikharah terkait siapa yang layak mengemban amanah menjadi Kepsek SD Daarul Qur’an Banyuwangi.

Singkatnya, Mr Rozak belum bisa langsung hadir ke Banyuwangi bulan Juli lalu. Qodarullah istrinya sedang hamil tua waktu itu, sehingga kedatangannya ke Banyuwangi harus di pending beberapa waktu.

Sabtu (29/8), tepatnya siang hari setelah beberapa pekan buah hatinya lahir, Mr Rozak tiba di Banyuwangi lewat jalur udara. Dijemput langsung di bandara Blimbingsari oleh Wakasek SD Daarul Qur’an Banyuwangi, Mr Firman.

“Kesan pertama bertemu dengan beliau, ramah dan murah senyum. Welcome to sunrise of java”, ujar Mr Firman.

Amanah Baru yang beliau emban ini linear dengan pengalaman beliau yang sebelumnya cukup lama menjadi SDI di SD Daarul Qur’an Kalcit.

“Tidak ada perbedaan yang signifikan, insyaAllah visi kami di Banyuwangi sama dengan Pusat yakni melahirkan generasi yang Qur’ani dan berwawasan luas, dengan tidak meninggalkan kultur yang sudah dibangun oleh teman-teman di Banyuwangi sebelumnya”, ujar Mr Rozak.

Afirmasi kedepannya SD Daarul Qur’an Banyuwangi akan menjadi pilihan utama para orangtua memilih lingkungan pendidikan terbaik untuk putra-putrinya. Bi’idznillah.

Adaptasi Kebiasaan Baru, Pramuka Daqu Bergulir Kembali

Siang hari sekitar jam 13.00, seluruh santri telah berbaris di lapangan. Terik matahari dan suasana puasa tak membuat para santri kalah. Semuanya tetap semangat menggunakan seragam pramuka lengkap untuk acara pembukaan kegiatan pramuka di Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Tangerang, Sabtu (29/8/2020) di lapangan futsal pesantren.


MC telah memberi salam, tanda upacara akan dimulai. Dengan satu komando, seluruh santri diam dan bersiap mengikuti upacara.

Pemimpin upacara memasuki lapangan. Yang menjadi pemimpin upacara kali ini adalah Lambang Pratama, santri kelas 11 sekaligus anggota Pasus (pasukan khusus) powerfull. Lantangnya suara pemimpin upacara ketika menyiapkan barisan terdengar seantero pondok.


Pembina upacara pun memasuki lapangan upacara. Penghormatan dilakukan dan dipimpin oleh pemimpin upacara.

Pengibaran bendera pramuka oleh Paskibra dari Pasus Powerfull. Selesai pengibaran, amanat dari pembina upacara.


“Pramuka merupakan satu-satunya eskul wajib diantara 26 eskul lainnya. Ustadz harap kalian sebagai anak pramuka menerapkan sekali nilai-nilai dasadarma. Terutama dasadarma ke sepuluh”, pesan Ustadz Syaiful Bahri sebagai pembina upacara.


Kegiatan upacara telah selesai, namun acara masih jauh dari selesai. Masih ada penampilan dari Devil hawk (dot 1), Black panther (dot 3), dan Pasus Eagle Team. Penapilan yang dibawakan oleh Devil Hawk memiliki konsep seru, fun, dan modern, karena satu satunya penampilan yang menggunakan musik. Penampilan dari Black Panther memiliki konsep kekompakan yel-yel dot tersebut. Yel-yel mereka juga mirip dengan film Black Panther garapan Marvel studio, yang pemerannya baru saja menghembuskan nafas terakhir. Penampilan mereka memiliki kekompakan, keterampilan, kerja sama, juga suara yang tiada duanya. Mereka menunjukan bagaimana sih pasus kalau yel-yel.


Selesai penampilan, tiap-tiap dot saling beradu yel-yel. Mereka saling coba mengalahkan satu sama lain. Rivalitas antar dot ketika pramuka memang sangat kental. Tapi, ketika di luar pramuka, tidak ada rivalitas antara mereka. Seluruh santri berkumpul dengan dotnya masing-masing sebelum akhirnya acara benar-benar selesai.

 

Oleh: Taqy Khaikarrafi, santri kelas 11 Pesantren Daqu Tangerang 

Peran Besar Ulama di Balik Merdekanya Bangsa Ini

“Jangan sekali-kali melupakan sejarah.”

Begitu kata Bung Karno. Beliau adalah proklamator merdekanya Indonesia. Bersama para pejuang lain, Indonesia berhasil direbut dari tangan penjajah.

Paparan tentang sejarah penting bagi masayarakat Indonesia, termasuk para santri. Apalagi, peran Islam, termasuk ulama, santri dan pesantren sangat kental dalam terwujudnya kemerdekaan. Bertepatan dengan perayaan tahun baru Hijriyah, Prof Ahmad Mansyur Suryanegara, seorang cendekiawan dan pakar sejarah sekaligus penulis buku sensasional “Api Sejarah”, hadir di Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Tangerang, Sabtu (29/8/2020) untuk memaparkan hal fundamental tersebut.

Di hadapan para santri dan Sumber Daya Insani (SDI), beliau memaparkan bagaimana semangat yang harusnya terbangun di diri masyarakat pesantren dalam menyikapi kemerdekaan. Paparan terperinci beliau tuturkan dalam diskusi dengan tajuk “Khidmat Santri Untuk Negeri Dulu, Kini dan Nanti”, di Masjid An-nabawi.

Usia yang hampir memasuki dekade ke 9 tak mengahalangi semangat juangnya mengungkap fakta sejarah yang mungkin banyak orang belum tahu. Bahkan, sebelum diskusi dimulai, pendiri Daarul Qur’an dalam sambutannya mengatakan bahwa Prof Ahmad Mansyur adalah mata air ilmu. Lewat lisannya, duduk bersama beliau barang 10 menit bisa memperoleh ilmu yang mendalam.

Namun, lautan ilmu itu yang dalam itu harus diselami dengan kesabaran. Pesan sabar itu Ustadz Yusuf Mansur sampaikan mengutip Surat Al-Baqoroh 152 sampai 153.

Dengan membaca bukunya saja kita bisa mengetahui kedalaman ilmu Prof Ahmad Mansyur berkaitan dengan sejarah Indonesia. Berdampingan dengan pimpinan Darul Qur’an, beliau bercerita mulai dari lambang Pancasila, dasar negara, bendera negara sampai dasar hukum negara Indonesia yakni UUD 1945.

Yang menarik adalah, menurut Prof Ahmad Mansyur, Indonesia sejatinya lahir dengan filosofi Islam. Hal itu tak terlepas dari peran para alim ulama, yang bahkan namanya tak pernah tersebut dalam buku sejarah konvensional.

Beberapa contoh aspek yang berkaitan dengan Agama Islam antara lain dasar negara, yakni UUD 1945. Berasaskan Ketuhanan yang Maha Esa, di dalamnya pun tertuang pasal tentang agama yakni di Bab 11 pasal 29.

Kemudian bendera merah putih yang menurut Prof Ahmad Mansyur berasal dari Rasulullah SAW. Dan yang paling mencengangkan adalah paparannya tentang lambang Pancasila. Menurutnya, Perisai di dada pada lambang tersebut adalah cerminan Ka’bah beserta tempat Hajar Aswad bersemayam.

Prof Ahmad Mansyur benar-benar membuka wawasan baru untuk masyarakat Pesantren Daarul Qur’an yang paparannya itu juga ditayangkan live via Youtube Pesantren Daqu. Namun, hal terpenting adalah bagaimana cara kita bersyukur atas kemerdekaan yang kita raih serta jangan melupakan peran alim ulama di belakangnya.

“Allah itu berpihak pada kita. Ratusan tahun Indonesia dijajah tapi tidak hancur. Karena apa? Karena ada Ulama. Ulama yang tak pernah lepas dari Al-Qur’an”, jelas Prof Ahmad Mansyur.

Menyambung ucapan Ustadz Yusuf Mansur, beliau juga berpesan untuk pantang menyerah menuntut ilmu di pesantren. Apalagi, keberkahan Al-Qur’an pasti akan selalu megiringi. “Ngaji Qur’an pasti hidup. Ngaji saja, Allah yang atur”, kata Prof Ahmad Mansyur, mengutip perkataan kyai-kyai besar Lirboyo, Pasuruan serta sesepuh-sesepuh daerah yang lain.

Komandan Bambang: “Libatkan Allah, Maka Santri Bisa Jadi Apapun”

Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an selalu kedatangan tamu-tamu spesial. Hal ini sekaligus jadi motivasi bagi para santri. Hari ini, Jum’at (28/8/2020) para santri kembali dikunjungi salah satu sosok spesial, khususnya di Wilayah Tangerang. Beliau adalah Kolonel Inf Bambang Hery Tugiyono, Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0506 Tangerang.

Komandan yang baru dilantik tanggal 7 Juli 2020 menggantikan Dandim sebelumnya, Kolonel Inf Wisnu Kurniawan, juga mengikuti sholat Jum’at berjama’ah di Madsjid An-Nabawi, Pesantren Daqu Tangerang. Beliau disambut langsung oleh pendiri Daarul Qur’an, Ustadz Yusuf Mansur.

Motivasi diberikan UYM, sapaan akrab Ustadz Yusuf Mansur, selepas Jum’atan. Sebagai salah satu petinggi TNI, beliau menjadikan Komandan Bambang, panggilan Kolonel Inf Bambang Hery Tugiyono, sebagai contoh bagi para santri untuk mengejar cita-citanya.

UYM juga bercerita tentang salah satu tamunya yang sekarang menjadi pengusaha ikan hias Arwana di Indonesia. Padahal, tamunya itu bahkan tidak lulus SD.

“Kuncinya satu, dimanapun, terima dan pelajari. Kamu susah? Pelajari tuh susah. Kamu sedih? Pelajari tuh sedih. Ke depan itu akan jadi ilmu. Kalau kalah? Kamu ga akan jadi jagoan. Maka kesusahan dan kesedihan itu akan mengejar. Pelajari, di mana kelemahan kesusahan dan kesedihan itu. Maka kamu akan jadi penakluk keduanya”, pesan UYM.

Hal itu pun jadi pelajaran yang diambil oleh Komandan Bambang. Sebagai motivasi para santri, beliau juga memberi petuah bahwa semua santri bisa jadi apa saja asalkan mereka mau dan melibatkan Allah SWT. “Kalau anggota saya bilang ‘siap komandan, tidak bisa’, saya bilang, ‘bukan gak bisa, karena kamunya malas”, tuturnya untuk membangkitkan semangat para santri.

Kedatangan Komandan Bambang di Pesantren Daqu berakhir dengan perbincangan hangat di area Pohon Jamblang bersama Pimpinan Direktorat Pendidikan Daarul Qur’an, KH Ahmad Jamil, yang ikut menemani.