HomeTag Ust. Tarmizi As Shiddiq

https://i0.wp.com/daqu.sch.id/wp-content/uploads/2016/05/Tarmizi.jpg?resize=1280%2C720&ssl=1

Maka mulailah dari sekarang untuk memotivasi diri kita sendiri. Saya sering melihat tulisan “otw 30 juz” ini bagus pertahankan agar kita memiliki semangat akan hidup kita. Tapi tidak hanya berhenti sampai situ, pikirin lagi selanjutnya, jika sudah 30 juz mau ke mana lagi? Mau belajar di mana lagi? Agar tumbuh kepercayaan diri sekaligus semangat membara untuk meraih tujuan tersebut. Jangan kita mau kalah dari anak bapak dalam cerita di atas yang sudah menuliskan apa yang akan menjadi cita-citanya saat ia besar nanti. Jangan lagi kita berkata, “Liat nanti aja.” Karena kalo sudah begini, yakin, deh, kita akan tertinggalm dan ini merupakan kalimat para pecundang. Ingat Ayahanda Yusuf Mansur selalu mengajarkan kita menjadi The Winner.

https://i0.wp.com/daqu.sch.id/wp-content/uploads/2016/05/Tarmizi.jpg?resize=1280%2C720&ssl=1

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628).

https://i1.wp.com/daqu.sch.id/wp-content/uploads/2015/11/AugZqoLWb6NCyV187W0fpgY6fb_4lbJp_yX1iF7DCfHc.jpg?resize=1280%2C720&ssl=1

Baiklah,’’ kata Al Balkhi, ‘’sekarang Khalifah telah selamat dari mati kehausan dengan segelas air. Nah, seandainya air yang Khalifah minum itu tidak bisa dikeluarkan dari tubuh Anda (sebagai air seni), lalu datang seorang yang sanggup mengobati Anda, apakah Anda sanggup menebusnya dengan separuh kerajaanmu yang masih ada?

https://i2.wp.com/daqu.sch.id/wp-content/uploads/2015/10/FDL_9111.jpg?resize=1000%2C666&ssl=1

‘’Jet, jet, emangnya jet pump,’’ seloroh Ustadzah Nurbaiti, disambut tawa sejumlah ibu. Sang Ustadzah tengah menuntun ibu-ibu melafalkan ‘’za’’. Para ibu warga Kampung Pondokmiri, Desa Rawakalong, Gunung Sindur, Bogor, ini umumnya mengucapkan huruf hijaiyah itu sebagai ‘’jet’’. Walau kadang dicandai gurunya, para ibu itu tidak kapok. Malah tambah semangat. Semula mereka hanya 5-7 orang. Kini sudah belasan jumlahnya. Mereka pun tidak malu lagi tertatih-tatih mengeja huruf Al Qur’an di dekat anak-anak mereka yang tengah mengikuti...

https://i0.wp.com/daqu.sch.id/wp-content/uploads/2015/10/FDL_1531.jpg?resize=1000%2C666&ssl=1

Alhamdulillah, tak kurang dari 1.300 santri baru memenuhi slot tahun ajaran 2015/2016 di Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Qur’an Tangerang (Pusat), Cikarang (Putri), Lampung, dan Semarang. Memberitakan acara penerimaan santri baru di Pesantren Tahfidz Daarul Qur’an Ketapang, Tangerang, 28 Juli lalu, Republika menulis bahwa stigma pesantren sebagai institusi pendidikan alternatif yang dipilih jika anak tidak masuk sekolah umum, mulai memudar. Kini, banyak orangtua yang memilih pesantren sebagai pilihan utama tempat belajar anak-anaknya. Pilihan itu bijaksana. Pesantren...

daqu.sch.id

Gd. Adh-Dhuha Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an
Jl. Thamrin Ketapang, Kp. Ketapang Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Provinsi Banten
021-2789 9696

PesantrenDaQu, 2018 © All Rights Reserved