STMIK Antar Bangsa Gelar Wisuda Angkatan Ke-8

Tak terasa, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Antar Bangsa sudah menelurkan generasi ke-8 nya. Para mahasiswa dan mahasiswi yang sudah menyelesaikan studinya itu diwisuda di Aula Kampus STMIK Antar Bangsa, kawasan CBD Ciledug, Tangerang, Banten, Kamis (13/12). Wisuda diikuti oleh 32 wisudawan yang digelar secara offline dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Pandemi yang melanda tak menghalangi semangat para mahasiswa dan mahasiswi untuk belajar hingga akhirnya lulus. Makin spesial karena perayaan ini juga disupport oleh Kementerian Pendidikan melalui Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi wilayah 4, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dirjen Pendidikan Tinggi, Prof. Dr. Uman Suherman, AS, M.Pd, dalam sambutannya mengaku bahagia dengan perkembangan STMIK Antar Bangsa. Kegigihan jajaran civitas akademika pun berbuah pengesahan secara hukum ijazah STMIK Antar Bangsa yang akan berguna bagi para lulusan.

Ia pun berpesan agar para wisudawan menggunakan betul ilmu yang didapat serta harus bisa bermanfaat bagi masyarakat. “Ini sebagai entry point ketika anda mulai punya kesadaran untuk menentukan masa depan anda sendiri. Ilmu yang didapat dari STMIK Antar Bangsa betul-betul menjadi keyakinan untuk memecah setiap permasalahan,” tuturnya.  

Rasa bangga juga diutarakan KH Ahmad Jamil selaku Ketua Yayasan Bina Putra Putri Bangsa tempat Kampus IT-nya Daarul Qur’an ini bernaung. Kegigihan para wisudawan dalam belajar, kata beliau, jangan sampai putus sampai di sini.

“Ketika dulu kami berempat, bersama Kyai Yusuf Mansur, Ustadz Anwar Sani, Ustadz Tarmizi, membangun lembaga, yang sudah sarjana baru saya. Tapi, kita punya semangat agar putra putri bangsa bisa belajar di jenjang perguruan tinggi,” kenangnya kala berjuang bersama pimpinan Daarul Qur’an lain.

Tak ayal, kegigihan itu akan melahirkan kesuksesan. Terbukti, salah satu wisudawan bahkan sudah menjadi entrepreneur sebelum menyelesaikan pendidikan sarjananya dan kini telah memilki 300 cabang usaha. 

Kesuksesan itu diharapkan juga tertular pada para wisudawan lain. Dengan begitu jaringan antarbangsa bisa terbentuk. Dalam artian para alumni STMIK Antar Bangsa memiliki tanggung jawab moral terhadap para adik kelasnya.

“Jika nanti para alumni STMIK Antar Bangsa sudah sukses, anda bisa mengajak adik kelas untuk ikut terlibat dalam usaha Anda,” tutur Ketua STMIK Antar Bangsa, Ustadz Tarmizi Ashidiq.

Suasana penuh optimisme makin terasa kala KH Yusuf Mansur menyampaikan pesannya. Dengan gaya khasnya yang bersemangat, beliau bercerita tentang salah satu kerabatnya, yakni Mas Gatot yang dahulu bermimpi ingin memiliki sebuah pasar.

Keyakinan adalah poin utama dalam amanat yang beliau sampaikan. Karena keyakinan itu pula Mas Gatot berhasil mewujudkan cita-citanya.

“Jangan sampai kita menjadi orang yang punya banyak ilmu dan wawasan luas tapi keyakinan tidak punya. Saya yakin anak-anak saya di STMIK Antar Bangsa, Insya Allah punya keyakinan yang sama bahkan lebih dari Mas Gatot,” terangnya menutup cerita yang jadi motivasi untuk para wisudawan.

Wisuda yang berlangsung khidmat ini juga dihadiri oleh Kyai Ahmad Kosasih, Ketua Dewan Syariah Daarul Qur’an, serta ustadz Anwar Sani, Pimpinan Daarul Qur’an Direktorat Zakat dan Wakaf yang juga rektor Institut Daarul Qur’an dan asaatidz Daarul Qur’an.

Sambut Mahasiwa Baru, BEM STMIK Antar Bangsa Gelar Acara “Yuk Ta’arufan” Secara Virtual

Ahad, 18 Oktober 2020, BEM STMIK Antar Bangsa bersama Himpunan Mahasiswa dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) menggelar acara “Yuk Ta’arufan” secara virtual. Acara ini dibuat sebagai ajang saling mengenal sesama civitas STMIK Antar Bangsa.

Diikuti lebih dari 50 mahasiswa baru, kegiatan ini berlangsung selama 150 menit diselenggarakan melalui platform Zoom. Mengangkat tema: “Mengenal Lebih Dekat Dengan BEM, HIMA, dan UKM” kegiatan ini juga diikuti oleh pengurus Hima dan UKM STMIK Antar Bangsa. Tercatat ada 2 Hima dan 5 UKM, antara lain; Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (Himti) dan Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (Himsi). Dan 5 UKM itu antara lain; LDK (Lembaga Dakwah Kampus), Silat, Futsal, Badminton, dan Language Council.

Tidak hanya pengurus BEM, Hima, UKM, dan mahasiswa baru saja yang hadir pada acara virtual tersebut, ikut serta juga Ustadz Tarmizi, S.E., M.Ag. (Ketua STMIK Antar Bangsa) dan Ustadz Annur Fajri, Ph.D (Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan).

Dalam sambutannya, Ketua STMIK Antar Bangsa, Ustadz Tarmizi mengajak mahasiswa baru untuk dapat memiliki rasa kebanggaan terhadap identitas sebagai mahasiswa STMIK Antar Bangsa.

“Yang harus diperhatikan mahasiswa adalah, harus memiliki kebanggaan terhadap identitas sebagai mahasiswa STMIK Antar Bangsa,” ucapnya.

Beliau juga menambahkan bahwa menjadi mahasiswa harus memiliki rasa percaya diri yang tinggi, sehingga mampu untuk bersaing dengan kampus-kampus lain.

“Kepedean itu lahir dari kita sendiri. Jadi, Anda jangan merasa kecil ketika bertemu dengan kampus yang memang memiliki nama besar. Karena yang dinilai itu prestasinya,” tambah Ustadz Tarmizi.

Ustadz yang sekaligus pengurus Daarul Qur’an itu menutup sambutannya dengan mengajak para mahasiswa untuk berperan aktif dalam kegiatan kemahasiswaan.

“Yang harus diperhatikan saat menjadi mahasiswa itu harus menjadi perintis, dan pembaharu. Menciptakan inovasi-inovasi baru. Dan semangatlah bagi teman-teman mahasiswa. Ikuti kegiatan-kegiatan kemahasiswaan, dan ini insya Allah akan bermanfaat untuk ke depannya,” tutupnya.

Setelah sambutan dari Ketua STMIK Antar Bangsa selesai, dilanjutkan dengan sambutan oleh Ustadz Annur Fajri, Ph.D. Di awal sambutannya, alumni lulusan  Internasional Islamic University Malaysia itu mengungkapkan rasa kebanggaanya terhadap mahasiswa baru atas kehadirannya.

“Bagi adik-adik mahasiswa, teman-teman mahasiswa yang telah tergabung di STMIK Antar Bangsa pada tahun 2020, ini suatu kebanggan bagi bapak pribadi. Kebanggan pertama adalah kita bersyukur dalam kondisi pandemi ini, kita masih bisa berkumpul. Yang kedua, bapak mengucapkan ahlan wa sahlan di kampus STMIK Antar Bangsa,” ujarnya.

Dalam sambutannya, beliau memberitahu kepada para mahasiswa bahwa kampus STMIK Antar Bangsa memiliki 2 keunggulan yang tidak dimiliki oleh kampus lain.

“Kita memiliki 2 keunggulan yang tidak dimiliki oleh kampus lain. Yang pertama adalah; Knowledge to manage system, dan yang kedua adalah Knowledge to manage self. Jadi, dari 2 aspek ini, alhamdulillah kampus kita senantiasa memotivasi mahasiswanya untuk memahami 2 konsep ini,” ucapnya.

Tidak hanya itu, beliau selaku Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan mengajak mahasiswa baru untuk ikut aktif dalam kegiatan organisasi, baik dalam bidang seni, olahraga, maupun ilmu terkait mata kuliah.

“Karena organisasi adalah nuansa atau lapangan bagi kita untuk dapat bekerja sama, dan melatih sofskill kita. Inilah wadah kita untuk mengeluarkan segala potensi diri yang dimiliki. Semoga adik-adik mahasiswa yang hadir pada pertemuan ini, bisa memilih, bisa mengikuti, serta bisa aktif dalam organisasi-organisasi yang ada di STMIK Antar Bangsa,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Dika Aryana selaku Presiden Mahasiswa itu menyampaikan pidatonya dalam kegiatan yang bertajuk membangun kedekatan antara mahasiswa baru dengan mahasiswa tingkat atas.

“Mahasiswa itu harus menjadi agen perubahan. Yang tadinya tidak baik, menjadi baik. Yang tadinya baik, menjadi lebih baik. Dan yang harus kita ingat itu adalah bahwa mahasiswa itu harus berpikir kritis, tapi tetap dengan moral yang tidak krisis,” ucap Dika Aryana.

Dalam pidatonya, mahasiswa semester 5 itu mengutip pernyataan dari Bapak Proklamator RI. “Menjadi mahasiswa itu, hati dan pikirannya masyarakat,” ucapnya.

Di akhir pidatonya, mahasiswa asal Cirebon itu menuturkan pesannya kepada teman-teman mahasiswa lainnya. Ia menuturkan bahwa menjadi pemuda jangan memiliki rasa takut untuk bermimpi.

“Jangan pernah takut untuk bermimpi. Kalaupun mimpi Anda gagal, bukan hal yang buruk. Yang paling penting itu bukan orang yang gagal meraih mimpi, tapi orang yang telah lupa cara bermimpi,” ujar Dika.

Acara ta’arufan terus berlanjut dengan pemaparan dari setiap Hima dan UKM. Dengan diwakili oleh setiap Ketua, presentasi dan persembahan yang mereka lakukan berjalan dengan lancar.

Di akhir acara, Alda Maulidya selaku Master Ceremony pada kegiatan ini mengajak mahasiswa baru untuk ikut bergabung bersama Hima dan UKM. Karena setelah acara ini selesai, akan ada follow up dari setiap Hima dan UKM yang mereka pilih.

Oleh: Farhan Ramadhan, Mahasiswa STMIK Antar Bangsa

Nadiem Makarim dan Kyai Yusuf Mansur Buka Perkuliahan STMIK Antar Bangsa

Sebanyak 150 mahasiswa mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru atau PKKMB STMIK AB (Antar Bangsa) secara virtual yang ditayangkan di Youtube Channel Antarbangsa, Sabtu (19/9/2020). Sesuai namanya, acara itu juga bagian dari orientasi pengenalan kampus untuk mahasiswa baru.

Semasa pandemi, kegiatan pendidikan memang banyak dilaksanakan secara virtual, hal itu sesuai arahan Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim. Pak Nadiem sekaligus jadi tamu spesial di acara tersebut. Lewat sebuah video, ia menyampaikan pesan pada seluruh mahasiswa baru STMIK AB. 

“Pembelajaran daring harus diadaptasikan. Kondisi ini diharapkan dapat memicu kreatifitas dan Inovasi dari semua pihak” bukanya. 

“Pendidikan harusnya berpusat pada kemerdekaan dan kemandirian belajar untuk mendapat nilai hidup yang berguna bagi keluarga, masayarakat dan bangsa” lanjutnya sekaligus mendorong adanya inovasi di setiap sektor pendidikan. “Ubah paradigma belajar di perguruan tinggi menjadi kuliah untuk belajar. Untuk bisa berkarya dimanapun tempat kita berada, bukan hanya kuliah untuk bekerja” pesannya untuk seluruh mahasiswa yang ada di Indonesia. 

Acara makin spesial dengan hadirnya jajaran pimpinan Daarul Qur’an. Mulai Kepala Direkotorat Pendidikan, Ustadz Ahmad Jamil, Ketua STMIK AB, Ustadz Tarmizi serta Pimpinan Umum Daarul Qur’an, KH Yusuf Mansur. Mereka berharap kampus IT nya Daarul Qur’an ini bisa jadi garda terdepan pengembangan teknologi demi kemajuan agama, bangsa dan negara. 

Harapan besarnya, semua mahasiswa STMIK bisa menjadi orang “besar”. Ustadz Tarmizi menyampaikan 3 pesan untuk memperoleh semua tujuan itu. Setiap mahasiswa harus punya mimpi menjadi besar, visi STMIK yang visioner harus diresapi secara mendalam serta ikut porogram Simpul Daqu sebagai pengembangan keahlian mereka dalam berbisnis. “Saat anda masuk STMIK AB berarti anda masuk dari bagian dream 5 benua, dreamnya Daarul Qur’an”, pesannya. 

Harapan itu beriringan dengan spesialisasi mereka dalam bidang IT. Sebagaimana yang kita tau, seluruh sektor saat ini berintegrasi dengan IT. Hal itu yang diungkapkan Ustadz Jamil, seraya mengutip tafsir kata dalam Al-Qur’an yakni “Sulthon” yang dapat diartikan sebagai pengusaan bidang teknologi. 

“Dulu orang ga berfiikir bakal ada acara kayak begini. Lalu teknologi berkembang. Daqu hadir dengan STMIK AB nya sebagai bagian dari sejarah perkembangan teknologi. Kita ingin menjadi bagian dari solusi. Kita harus jadi pemain, kita harus jadi aktor” terangnya. 

Semangat mahasiswa baru makin membara karena motivasi dari sang guru besar, KH Yusuf Mansur. UYM, sapaan akrabnya, terus mendorong agar semua mahasiwa memiliki mindset pengusaha dan pemimpin yang skalanya global. Dengan dua keahlian tersebut, Insya Allah Dream 5 Benua itu bisa terwujud. 

“Eksekusinya satu demi satu bisa tersusun, terprogram dan terkurikulum. Sampai akhirnya semua bisa menjelma menjadi besar di industri IT termasuk di dunia kepemimpinan. Masjid, mushola, majelis taklim, yang bahkan tingkatnya raya, kota, provinsi bahkan Indonesia. Yuk kita menuju kepada pengusaha, pedagang pebisnis yang kelasnya global. Nanti juga ke kepemimpinan. Minimal kita ubah dulu mindset kita, kita bikin tahapan-tahapan yang jelas dan masuk akal, hingga terus sampai akhir hayat kita” terangnya. 

Semangat itu, kata beliau, juga harus didorong dengan ketaatan kita pada Allah SWT. “Bahagialah yang masuk STMIK AB. Ada alumni kita yang penghasilannya ratusan juta rupiah, beli rumah cash, punya tanah, berkeluarga. Ekonomi saat pandemi malah naik. Secara ini kan bisa disistemin. Masa cuma berlaku buat satu atau dua person aja. Orang tuhannya adalah tuhan semua kok. Kalo gitu kan ada yang salah sama kita-kita juga gitu loh. Pokoknya ikutin aja, Insya Allah lah, jadi (orang besar) udah. Mudah-mudahan tahun ke dua bisa ngumrohin orang, tahun ke tiga beliin rumah buat diri sendiri dan orangtua” harapnya pada seluruh mahasiswa STMIK AB yang istiqomah ikut kapal besar Daarul Qur’an yang siap berlayar hingga ke seantero bumi.

Dan alumni yang diceritakan beliau, salah satunya adalah Apap Andriana. Ia tinggal di Melbourne, Australia, bersama sang istri. Alumni tahun 2019 ini bekerja di salah satu perusahaan penyedia daging halal dan juga memiliki bisnis makanan ringan.

Pada seluruh mahasiswa baru STMIK AB ia berpesan, “Banyak anak-anak Indonesia yang belum punya kesempatan seperti anda. Gunakan kesempatan itu sebaik mungkin. Jadilah mahasiswa yang aktif, kreatif. Jadilah mahasiswa yang aktif di semua organisasi. Karena negara kita tercinta ini memerlukan mahasiswa-mahasiswa yang membawa kemajuan dan perubahan. Dan jadilah anda bagian di dalamnya.”

Mandiri Bermartabat untuk Kampus IT nya Daarul Qur’an

Sekolah Tinggi Manajemen dan Ilmu Komputer (STMIK) Antar Bangsa mengadakan Rapat Kerja Tahunan dengan tema ‘Menuju Sekolah Tinggi Yang Mandiri Dan Bermartabat’. Kegiatan tahunan ini diselenggarakan pada 4 Agustus 2020 hingga 5 Agustus 2020  di Pondok Layung Resort Anyer, Kota Cilegon, Banten. Agenda tahunan ini dibuka oleh Ust.Tarmizi As Shidiq, S.E, M.Ag selaku ketua STMIK Antar Bangsa.

Rapat kerja ini diadakan guna melakukan perencanaan kegiatan, baik itu promosi dan kegiatan akademik selama 1 tahun ke depan  serta menjadi momen mempererat silaturahmi dan kekompakan. Dalam agenda ini semua bagian memaparkan rencana kegiatan..

“Semoga program ini tidak berseberangan dengan program di tahun tahun sebelumnya, sehingga teman-teman hanya tinggal melaksanakan timeline yang dijalankan” ujar Ketua STMIK Antar Bangsa.

Setiap bidang bergantian memaparkan program kerjanya masing-masing. Diawali oleh Bidang Kesekretariatan yang disampaikan oleh Syarifuddin, M.Kom selaku Kepala Kesekretariatan. Salah satu pemaparan beliau di satu tahun ke depan ialah kerapihan administrasi serta dokumen. Sebagaimana tagline nya yaitu Kampus IT nya Daarul Qur’an, pria yang juga berprofesi sebagai staf pengajar di Antar Bangsa ini juga memfokuskan tata kelola di teknologi informasi, pemaparan yang terkait dengan bidang kesekertariatan serta filling document.

Pemaparan selanjutnya dilakukan oleh  Mulyadi, S.E.I selaku Wakil Ketua II Bidang Keuangan dan HRD. Beliau memiliki visi dan misi salah satu nya untuk kualitas staf di kampus STMIK bisa berdaya saing secara kompetensi, terintegtrasi nya sistem keuangan dengan sistem informasi.

Ust.Annur Fajri Ph.D selaku Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan bergiliran memaparkan rencana bagiannya selama satu ke depan.. Doktor lulusan Malaysia ini membagi program kerjanya menjadi Internal dan Eksternal untuk satu tahun program kerja kedepan dengan tentunya melibatkan mahasiswa di kampus STMIK Antar Bangsa.

Pemaparan program kerja ditunda dengan sholat dan makan siang dengan tetap menjalankan protokol kesehatan Covid-19. Wakil Ketua I Ibu Kusuma, M.M, M.Kom memaparkan rencana kerja yang menjadi andalannya. Diantaranya persiapan wisuda dan orientasi akademik (ormik) yang akan diselenggarakan tahun ini.

Sistem pembelajaran yang efektif dan efisien merupakan salah satu dari program kerja yang dipaparkan oleh Kepala Program Studi Tekhnik Informatika Bapak Muchlis, M.Kom, Dilanjutkan oleh oleh Bapak Lukman Nulhakim M,Kom, beliau menjelaskan bagaimana program kerjanya ditengah pandemi. Pria yang menggemari sepakbola ini pun menuturkan berbagai kegiatan yang sudah dan akan dilakukan seperti workshop SPMI di Jatinangor, Bandung guna memperoleh sertifikat dan beberapa seminar yang sudah di hadiri. Pengembangan lab, pengembangan platform digital menjadi program andalan dari Program Studi  Sistem Informasi STMIK Antar Bangsa untuk Tahun Ajaran 2020/2021 kedepan ini.

Pemaparan dari tim marketing menjadi punggawa dari rapat kerja tahun ini. Mas Irfan menjelaskan bagaimana rencana strategis secara online, baik di sosial media maupun platform lain nya untuk meningkatkan traffic pengunjung dan pembuatan konten.  Selanjutnya diwakili oleh Saeful Bahri dan Hilmy Rachmatullah, menjelaskan bagaimana strategi kedepan agar kegiatan marketing efektif efisien, serta service excellence yang akan membuat para tamu baik walk in maupun online akan merasa nyaman hingga akhirnya berkuliah di STMIK Antar Bangsa, Kampus IT nya Daarul Qur’an.

13 Tahun, Kampus IT-nya Daarul Qur’an

Tepat hari Senin, 27 Juli 2020, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Antar Bangsa (AB) menginjak usia yang ke 13 tahun. Usia yang beranjak dewasa mengantarkan STMIK AB ke gerbang masa depan. Dengan basis teknologi, kampus IT-Nya Daarul Qur’an ini terus meningkatkan pelayanan demi menghasilkan semakin banyak lulusan yang kompeten di bidangnya. Tak lupa, gerakan Dakwah Daarul Qur’an dalam menelurkan para hafizh Qur’an juga jadi program unggulan yang konsisten dilaksanakan.

Syukur yang tak terhingga dijunjung melalui gelaran Tasyakuran Milad STMIK AB. Acara berlangsung di perpustakaan STMIK AB, CBD Ciledug, Senin kemarin. Acara dihadiri beberapa pimpinan Daarul Qur’an, diantaranya jajaran deputi; Rektor Institut Daarul Qur’an, Ustadz Anwar Sani dan Dewan Syari’ah Daqu, KH Ahmad Kosasih.

Ketua STMIK AB, Ustadz Tarmizi mengatakan, STMIK AB adalah jalan Daarul Qur’an untuk jadi lembaga yang terdepan. “13 tahun harusnya Daarul Qur’an jadi lembaga nomor satu. Karena apa? Kita punya kampus, kita punya wadahnya. Dulu zaman PPPA awal-awal kita nyari guru tahfizh masih nyari-nyari kemana-mana. Rumah tahfizh sekarang di mana-mana makanya kita butuh konektornya”.

Keunggulan yang ditawarkan STMIK AB yakni pembentukan mahasiswa yang berbudi luhur, berakhlak mulia serta tentunya menjadi hafizh Qur’an. Upaya mencetak ahli IT ditambah karakter yang dibentuk tersebut membuahkan harapan untuk menjadikan Daarul Qur’an sebagai lembaga yang mampu bersaing dengan lembaga lain, baik nasional maupun global.

Doa dan harapan juga dihaturkan dari berbagai pihak. Dalam video kolase ucapan milad STMIK AB, pendiri Daarul Qur’an, Ustadz Yusuf Mansur mengatakan betapa mahalnya STMIK AB ini. Bukan biaya pendidikannya, melainkan nama Antar Bangsa yang melekat.

“Jadi, para mahasiswa dan calon mahasiwa, masuk aja ke Antar Bangsa, kemudian ketempelan sama Daarul Qur’an, udah lah, Insya Allah. Yakin, bakal jadi sukses, bakal mudah”. ujar beliau. “Jangan lagi berfikir lokal, tapi berfikir antar bangsa”, ungkapnya dengan semangat global yang selalu beliau tampilkan sekaligus jadi motivasi STMIK AB untuk terus berbenah.

Ucapan juga datang dari Direktur Bank Indonesia Provinsi Banten, Erwin Soeriadimadja. Sesuai namanya, ia berharap STMIK AB jadi pelopor pengembangan teknologi di Indonesia bahkan dunia.

Seluruh ekosistem Daarul Qur’an dan semua yang terlibat di dalamnya mendoakan STMIK AB. Insya Allah, bukan hanya sukses di dunia tapi juga Allah meridhoi dengan semangat pengkaderan penghafal Al-Qur’an yang ada di dalamnya. Barakallah wa baroka ‘alaih. Selamat Milad yang ke 13 STMIK Antar Bangsa.

Lakukan Kunjungan Balasan, STID Muhammad Natsir Ingin “Rampok” Ilmu di Daqu

Rombongan tenaga pendidikan Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Muhammad Natsir menyambangi Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an, Senin, 20 Juli 2020. Acara ini dalam rangka membalas kunjungan sebaliknya 29 Juni 2020 lalu.

Dikomandoi Ketua STID Muhammad Natsir, Dr. Dwi Budiman, rombongan berkeliling pondok mulai shigor, pesantren, serta stand quffee anyar di area saung dan pohon jamblang. Kunjungan bermuara di Institut Daarul Qur’an (Idaqu) untuk bertukar pengalaman tentang perguruan tinggi.

Perkembangan kedua perguruan tinggi jadi topik bahasan dalam kunjugan itu. Pasalnya Idaqu, meski notabene baru lahir, namun telah mengantongi izin operasi dari Kemeterian Agama. Percepatan seperti ini coba ditiru STID Muhammad Natsir.

“Seperti yang saya katakan pada temen-temen sebelum ke sini ya, bahwa kita ingin merampok ilmu di Daqu terkait bagaimana membangun lembaga hingga yang kita bisa saksikan hari ini”, ujar Dr. Dwi Budiman.

Kedua perguruan tinggi memang memiliki target yang sama, yaitu meningkatkan status lembaga pendidikan masing-masing. “Insya Allah, 3 atau 4 tahun lagi kita mau buka jadi universitas”, ungkap Ustadz Anwar Sani, Rektor Idaqu. Sementara STID Muhammad Natsir berencana meningkatkan statusnya menjadi institut dalam 2 atau 3 tahun ke depan. Dengan begitu, tukar guling ilmu mengenai percepatan pembangunan dan pengembangan kedua lembaga jadi amat berarti.

Rombongan juga berkunjung ke Kampus IT-nya Daarul Qur’an STMK Antar Bangsa dengan maksud dan tujuan yang sama. Serta ke salah satu bidang kepunyaan Daarul Qur’an, yakni Qur’an call dalam rangka mengembangkan pembelajaran, khususnya tentang Al-Qur’an, secara online.

STMIK Antar Bangsa Tawarkan Kemudahan Berkuliah

Daarul Qur’an memberikan kemudahan bagi para Sumber Daya Insani (SDI) yang ingin melanjutkan kuliah lewat kampus IT-nya, yakni Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Antar Bangsa (STMIK AB). Berbagai penawaran menarik diberikan oleh STMIK AB. Hal itu disampaikan langsung oleh ketua STMIK AB, Ustadz Tarmizi Ashidiq, di aula Al-Fath, Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Ketapang, Kamis (2/7/2020).

“Kebutuhan tenaga IT di berbagai sektor adalah sesuatu yang tidak terelakkan dan itu membutuhkan keterampilan. STMIK AB menawarkan tersebut pada SDI sekalian dengan penawaran-penawaran yang ada. Sekaligus, hari ini ga ada SDI yang ga lulus S1 karena pendidikan itu sangat menentukan”, ungkap Ustadz Tarmizi di kesempatan itu.

Program yang ditawarkan untuk para SDI antara lain nantinya SDI tak perlu mengikuti program magang karena dengan berkhidmad di Daarul Qur’an sudah terhitung sebagai program praktek lapangan. “Kita juga ga pake skripsi. Mahasiswa nanti sebelum lulus akan diminta membuat jurnal, selebihnya diambil dari program keahlian yang diikuti selama perkuliahan”, ujar Ustadz Tarmizi. Meski tanpa skripsi, mahasiswa tetap akan mendapat ijazah karena STMIK AB sudah terdaftar di Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Dikti).

Kepala Direktorat Pendidikan Daarul Qur’an, Ustadz Ahmad Jamil yang mendampingi Ustadz Tarmizi ikut memotivasi peserta yang hadir. Pengalaman beliau menuntut ilmu dan berkecimpung di dunia pendidikan jadi gambaran betapa berharganya sebuah ilmu.

Ketika ke Jerman, Ustadz Jamil menemui fakta bahwa 80% tenaga ahli IT di sana orang India dan China. “20 tahun lalau China adalah negara yang kotor. Masyarakatnya miskin dan ga berkembang. Tapi karena kemauan maka China bisa sampai menguasai pasar dunia”, kisahnya.

Penawaran menarik juga dapat diambil oleh mahasiswa di luar SDI Daarul Qur’an. Antara lain berbagai diskon yang diberikan serta kemudahan pembayaran biaya kuliah.

Ragam Even Online Digelar STMIK AB Untuk Menemani Aktivitas #DirumahAja

Meski lagi menjalani masa #dirumahaja bukan berarti kita tidak bisa mendapatkan kegiatan menarik yang penuh ilmu. Lewat berbagai platform online berbagai individu dan lembaga menawarkan sejumlah kegiatan menarik. Satunya adalah Sekolah Tinggi Manajemin Ilmu Komputer (STMIK) Antar Bangsa yang menggelar beragam acara untuk menemani aktivitas #dirumahaja.

Tarmizi Ashidiq, Pimpinan Daarul Qur’an menyatakan beragam kegiatan online ini digelar untuk menghadirkan alternatif belajar para siswa sekolah yang selama pencegahan covid-19 ini harus belajar di rumah. Selain itu kegiatan ini juga bisa diikuti oleh para orang tua.

Sebelumnya STMIK AB, sekolah tinggi yang didirikan oleh Daarul Qur’an ini telah sukses menggelar olimpiade matematikan dan programing yang digelar pada 14 April lalu. Kegiatan yang diikuti sekitar 700 peserta ini berhasil memunculkan bakat-bakat baru dalam bidang programing dan matematika.

“Melihat dari antusiasme tersebut kami kembali hadir dengan beragam program untuk menemani para siswa dan juga orang tua. Jadi meski di rumah saja kita tetap bisa mendapatkan ilmu dan wawasan baru.” ujar Tarmizi.

Event terdekat adalah obrolan santai Ramadhan yang akan menghadirkan Wirda Mansur, penulis buku best seller yang juga putri dari ustadz Yusuf Mansur, serta Muhmmad Basri, Manager Daqu Talent. Obrolan yang akan dipandu langsung oleh Tarmizi Ashidiq ini nantinya akan membahas bagaimana kiat manajemen waktu di bulan Ramadhan dan kiat menjadi penulis buku di usia muda. Acara ini akan berlangsung pada 25 April mendatang.

Kemudian juga ada bincang enterpreneur yang akan menghadirkan Jody Brotoseno, Direktur Utama Waroeng Group, dan Hary Prabowo, Direktur Utama Paytren, yang akan membahas kiat dan langkah menjadi pengusaha.

Selan itu juga akan ada ajang bakat online yang akan menambah skill Anda dalam bidang baca Al-Qur’an, seni budaya seperti menari, public speaking dan lainnya. Kegiatan ini nantinya akan diasuh langsung oleh instruktur berpengalaman dari Daarul Qur’an.

Lalu untuk kalian yang ingin membaguskan bacaan Al-Qur’an dan hafalan bisa ikut dalam kegiatan “Ngaji Bareng Antar Bangsa” yang akan diasuh langsung oleh Ustad Muhammad Bisyri selaku kepala tahfizh STMIK AB, dan beragam kegiatan lainnya.

“Insya Allah semua kegiatan ini akan kamu gelar secara rutin di bulan Ramadhan dan semuanya free alias tidak berbayar” ujar Tarmizi Ashidiq.

Nah, bagi kalian yang tertarik dengan kegiatan ini bisa langsung pantau akun instagram @stmikantarbangsaofficial untuk jadwal lengkap dan teknis pendaftarannya.

Kerjasama Dengan Waroeng Group, STMIK Antar Bangsa Siap Cetak Tenaga IT Profesional

Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Antar Bangsa kembali melebarkan sayapnya dengan menjalin kerjasama bersama gerai franchinse Waroeng Steak Group. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan di kantor pusat Waroeng Steak, Deresan, Jogjakarta, Selasa (10/3). MoU ini disepakati oleh Ketua STMIK Antar Bangsa, Tarmizi Ashidiq dan CEO Waroeng Steak Group, Jody Brotosuseno.

Kerjasama ini bak simbiosois mutualisme, saling meguntungkan. Dengan spesialisasi di bidang IT, kebutuhan ahli IT Waroeng Steak bisa dipenuhi oleh mahasiwa STMIK Antar Bangsa yang magang di perusahaan tersebut. Sebaliknya, karyawan yang bekerja di Waroeng Steak juga bisa menempuh pendidikan di STMIK Antar Bangsa.

“Kebutuhan IT itu kebutuhan yang jangka panjang. Untuk pengembangan Waroeng Steak ke depan memang dibutuhkan ahli IT”, ungkap Jody terkait usahanya menghadapi era industri berbasis digital.

Jody juga berujar, bukan sekedar ahli di bidangnya, Waroeng Steak juga membutuhkan sumber daya yang loyal dan berdedikasi. Dengan kerjasama ini mahasiswa yang magang di Waroeng Steak akan mampu melakukan tugasnya secara profesional tanpa meninggalkan kewajiban penidikan.

Kerjasama ini juga jadi keunggulan kampus STMIK Antar Bangsa. Mahasiswa STMIK Antar Bangsa ditempa agar siap kala terjun di dunia kerja. Selain itu, tentunya program Tahfizh Al-Qur’an adalah kelebihan lainnya.

STMIK Antar Bangsa Gandeng Paytren Cetak SDM Unggul Berbasis IT

Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Antar Bangsa (STMIK) dan Paytren menjalin kerjasama mencetak sumber daya manusia (SDM) yang memiliki keterampilan tinggi dalam rangka menghadapi revolusi industri dan digital 4.0.

Penandatanganan kerjasama yang dilakukan di Kantor Paytren di Bandung, Jawa Barat, Jumat (21/2), ini ditandatangani langsung oleh ustad Tarmizi Ashidiq Pimpinan Daarul Qur’an dan Hary Prabowo (CEO Paytren) serta disaksikan langsung oleh Wakil Ketua dan Kepala Prodi STMIK Antar Bangsa.

Kerjasama ini nantinya meliputi bidang akademis, pengembangan karir hingga penelitian terkait industri teknologi ekonomi digital.

Hary Prabowo mengatakan saat ini banyak startup yang tumbuh di Indonesia, tetapi mencari tenaga IT yang cocok itu tidak mudah. Paytren sendiri saat ini masih mencari tenaga IT untuk mengembangkan Paytren itu sendiri.

“Dengan kerjasama ini maka kebutuhan tenaga IT untuk Paytren itu akan jadi lebih mudah. Kita bisa ikut langsung terjun mengajar mahasiswa jadi kita bisa didik mereka sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh Paytren” ujarnya.

Hal serupa disampaikan oleh Tarmizi yang mengatakan di Daqu kebutuhan tenaga IT cukup besar untuk mengembangkan program digitalisasi dari hulu hingga akhir. Maka dengan kerjasama bareng Paytren ini kita harap nantinya lulusan STMIK bisa langsung siap menghadapi dunia kerja.

“STMIK Antar Bangsa dan Paytren ini keluarga besar yang mana kita harus kerjsama dalam menyiapkan SDM yang sesuai dengan apa yang inginkan” ujar Tarmizi.

Tarmizi menambahkan kelebihan STMIK Antar Bangsa selain belajar teknologi komunikasi juga bisa ikut dalam menghafal Al-Qur’an yang memang menjadi inti dari gerakan dakwah Daarul Qur’an.

“Meski begitu kami tidak menutup diri dari mereka yang hanya ingin belajar ilmu komunikasi dan teknologi di STMIK Antar Bangsa. Intinya siapapun bisa mendaftar di STMIK Antar Bangsa” ujar Tarmizi.

Setelah penandatanganan kerjasama ini nantinya para mahasiswa terbaik di STMIK bisa magang di Paytren dan bisa juga langsung bergabung dalam tim IT Paytren, dan para ahli IT dari Paytren juga bisa ikut mengajar di STMIK Antar Bangsa.