TAUSYIAH KH.AHMAD KOSASIH : AKHLAK MENUNTUT ILMU

Home - Kegiatan - TAUSYIAH KH.AHMAD KOSASIH : AKHLAK MENUNTUT ILMU

TAUSYIAH KH.AHMAD KOSASIH : AKHLAK MENUNTUT ILMU

menuntut

Alhamdulillah, Ahad, 23 Maret 2014, Selepas menunaikan shalat Dhuhur berjamaah di Pesantren Tahfidz Daarul Quran Cikarang, KH. Ahmad Kosasih,MA menyampaikan tausiyahnya dihadapan seluruh santriwati tentang “ Akhlak Menuntut Ilmu“. Hadir dalam tausyiah tersebut Pengasuh Pesantren Tahfidz Putri Cikarang Ust. Abdul Rochimi,SEI,MA.M.Si beserta Asatidzah dan Ustadzaat. Dalam tausiyahnya KH. Ahmad Kosasih memberikan motivasi, semangat dan dorongan pada seluruh jamaah yang hadir sebagaimana Sabda Rasulullah SAW yang artinya “Barang siapa yang keluar mencari Ilmu maka dia berada di jalan Allah sampai dia kembali“. Lebih lanjut beliau menjelaskan jaminan bagi penuntut ilmu adalah sebagaimana jaminan orang-orang yang berjuang fii sabilillah.

Etika dan syarat yang harus ada bagi seseorang yang menuntut Ilmu ada enam; Pertama adalah Dzakaun atau modal kecerdasan. InsyAllah ananda santriwati yang berangkat ke Pesantren Tahfidz Daarul Quran mempunyai modal dasar pertama yang cukup yaitu kecerdasan atau intelegency, maka optimalkan potensi itu untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan barokah. Lalu Syarat yang Kedua adalah Khirsun.atau rasa tamak terhadap Ilmu Pengetahuan artinya ananda santriwati tidak boleh berpuas diri dengan ilmu yang sudah di dapat namun tuntutlah ilmu sebanyak banyaknya. Sementara syarat yang ketiga adalah Dirhamun atau uang, ini adalah tugas orang tua kalian untuk menyiapkan uang yang mencukupi sebagai biaya kalian untuk menuntut ilmu, sementara kewajiban ananda santriwati adalah mendoakan semoga Allah Subhanahu wataala memberikan curahan rezeki yang halal pada orang tua sebagai bekal ananda menuntut ilmu. Lalu Syarat yang keempat adalah Suhbatul Ustadzi atau berinteraksi yang baik dengan para asatidz yang mengajar, menghormati mereka dan mengikuti nasihat nasihatnya menuju kebaikan. Sementara syarat yang kelima adalah Ijithadun atau bersungguh sungguh. Ananda santriwati sekalian harus mengeluarkan seluruh potensi tenaga daya dan fikiran serta ibadah dan doa untuk menuntut Ilmu tidak boleh malas ataupun malas malasan karena itu semua hanya akan membawa kepada kebodohan. Selanjutnya syarat yang keenam adalah Tuulu Zaman ataupun waktu yang cukup. InsyAllah ananda sekalian santriwati yang menuntut Ilmu di Pesantren Tahfidz Daarul Quran diberikan waktu yang cukup untuk menuntut ilmu tidak saja hanya sehari seminggu ataupun sebulan tapi bahkan sampai enam tahun ataupun tiga tahun di Pesantren Tahfidz Daarul Quran Putri Cikarang dan kewajiban menuntut Ilmu bagi seorang muslim dan muslimah adalah semenjak masih dalam buaian hingga berakhir kewajiban itu di liang lahat. KatabaAllahu lana wa lakum min jumrati Ahli Ilmi wal wafai. Aaamiin. skr14

 

Share

Categories

Latest Posts

%d blogger menyukai ini: