Budaya Do’a dan Gadget

Home - Artikel - Budaya Do’a dan Gadget
berdoa1

Sudahkah dalam semenit terakhir ini kita berdoa lagi?

Pertanyaan itu sepertinya nyinyir. Masak sebentar-sebentar berdoá. Doá itu kan lazimnya dilakukan usai sholat, atau di akhir pengajian.

Begitu mungkin anggapan orang. Sementara, untuk update status atau informasi via smartphone, dilakukan hampir tiap menit. Saat ini bukan pemandangan aneh lagi, ketika di masjid ada orang begitu salam selesai sholat langsung ”Allahumma lantas cek status” di smartphone.

Jujur sajalah, coba bandingkan frekuensi berdoá dengan update gadget dalam sehari. Pastinya lebih banyak mengakses smartphone.

Tapi, bukan berarti lantas kita kemudian anti-teknologi semacam smartphone. Perkembangan teknologi komunikasi itu sunatullah jaman yang mesti kita syukuri juga.

Bagaimana agar doá dan gadget bersinergi dalam satu budaya?

Kita bikin deh aplikasi Doa. Isinya standard saja, form data primer para user. Lalu diisi form aplikasi. Misalnya dalam sehari sudah berdoa kah? Kapan dan dimana dan berdoa, apa ada isiannya. Kira-kira begitu.

Ketika sholat malam. Sholat wajib. Dan sholat duha. Doa yang lain akan ikut dengan sendiri nya. Ketika para sahabat doa ini bergerak dalam satu fokus, maka dahsyat betul kekuatan nya.

Contoh, admin menginfokan: “Mari dalam 40 hari ke depan kita fokus dalam mendoakan sahabat sahabat di Syria”, maka semua bergerak menyempatkan diri berdoa untuk warga Syria. Insya Allah akan selesai masalah Syria, karena bersama kekuatan itu ada. Sebab karena bersama solusi itu ada. Sebab dengan bersama, Allah akan mempercepat pengabulan doa kita.

Bayangkan jika aplikasi ini diterjemahkan ke seluruh bahasa di dunia. Dan diinstal oleh 2 Miliar umat dan semuanya tertib menjalankan doa dan mengisinya. Sepertinya keberkahan bumi akan terpancar lagi, sesuai firman-Nya:

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku. Maka (jawablah) bahwasannya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yangberdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran…” (QS Al-Baqarah: 186).

 

%d blogger menyukai ini: