Rapimnas Daarul Qur’an: Konkretkan Langkah Wujudkan Dream 115

Home - Berita - Rapimnas Daarul Qur’an: Konkretkan Langkah Wujudkan Dream 115
IMG_2880

Mewujudkan 100 pesantren yang tersebar di 100 kota dan berserak di 5 benua. Demikian goal akumulatif Daarul Qur’an pada tahun 2020 yang dikemas sebagai ”Dream 115”. Mimpi tersebut menjadi acuan rapat kerja pimpinan nasional (rapimnas) Daarul Qur’an yang digelar di Hotel Siti pada 9-11 Februari 2016.

Ketua Panitia Ustadz Hery Setyawan mengatakan, rapimnas diikuti seluruh Kepala Biro, Pengasuh Pesantren Daqu Pusat dan Cabang, Pengasuh Pesantren Takhasshus, Marketing Gallery, Unit Daqu Bisnis Nusantara, Daqu Training Center, dan Daqu Argotechno.Dalam sambutan pembukaan rapimnas, Ustadz Ahmad Jameel menggariskan, ”Dream 115” harus ditopang dengan riyadhoh yang kuat. Kemudian, penyerapan nilai visi dan misi lembaga diseimbangkan dengan aplikasi yang kongkrit seluruh program kerja.

”Kerja-kerja kita harus selalu dievaluasi agar lebih smart dan sesuai prinsip low cost high result,” tandas Pimpinan Harian Pesantren Daarul Qur’an Pusat. Ustadz Jameel yang alumnus Pondok Gontor menjelaskan, smart berarti cerdas dan memenuhi kriteria specific, measurable, available, realistic, dan time-bound.

Sementara itu dalam taushiyahnya Ustadz Anwar Sani berpesan agar seluruh unsur pimpinan dalam bekerja harus detail. ”Pimpinan harus menjadi garda depan dalam setiap problem solving di unit masing-masing,” tandas Ketua Daarul Qur’an. Ketua Daarul Qur’an yang lain, Ustadz Tarmidzi, mengemukakan, ”Dream 115” harus dibarengi dengan sistem kaderisasi yg komprehensif. Dalam hal ini, database holding menjadi sarana sosisalisasi efektif.

Rapimnas Daarul Qur’an yang berlangsung selama tiga hari akan membahas program kerja eksisting dan evaluasinya. Demikian juga dibahas program kerja yang akan datang. Hasil-hasilnya dirumuskan sebagai Rencana
Strategis 2016-2020. Sebagai spirit berjamaah, di akhir pembukaan rapimnas Ustadz Slamet Ibnu Syam memimpin doa kebersaman dan kesatuan hati serta kekuatan jiwa dalam berdakwah melalui bidang pendidikan.

Share

Leave A Comment

%d blogger menyukai ini: