Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Al-Jannah Cariu Gelar Wisuda Angkatan 5 dan 6

Sebanyak 26 santri Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Al-Jannah, Cariu, Kab. Bogor, diwisuda pada Kamis (25/6/2021), di Lapangan Pesantren Daqu Al-Jannah Cariu, Jalan Tegalsalam RT.22 / RW.08, Cariu, Kab. Bogor. Semua santri yang diwisuda berasal dari 2 angkatan, yakni angkatan 5 dan 6, dari tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).

Prosesi wisuda disaksikan langsung oleh Pimpinan Daarul Qur’an Direktorat Pendidikan, KH Ahmad Jamil, serta para pengurus Yayasan Al-Jannah yang dipimpin oleh Bunda Siti Khadijah Siregar. Prosesi wisuda juga dihadiri Pakar Tahfizh dan Tahsin Al-Qur’an yang berkhidmad di Pesantren Daqu, Syaikh Ahmad Samir Al-Khannas.

Prosesi wisuda dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Salah satu implementasinya yakni peniadaan proses pengalungan piagam dan pemberian sertifikat oleh para pimpinan pesantren. Para santri membawa kedua simbol wisuda itu sejak dari tempat duduk masing-masing sehingga waktu di atas panggung tidak berlangsung lama.

Orangtua dan wali santri juga tak diperkenankan hadir di lokasi wisuda. Sebagai gantinya, mereka bisa menyaksikannya lewat tayangan live di kanal Youtube Pesantren Daqu.

Selaku Pembina Yayasan sekaligus menjadi orangtua asuh para santri di pesantren, Bunda Siti Khadijah mengaku bangga atas pencapaian para santri. Beliau bersama 16 pengurus Yayasan lain juga yakin keberkahan akan selalu menyertai para santri serta Pesantren Daqu Al-Jannah Cariu karena Al-Qur’an yang mereka hafal.

Bahkan, beliau yakin para santri mampu menjadi sosok pemimpin bangsa. “Kalau janjinya dipegang, Insya Allah, kalau jadi pemimpin, jadi pemimpin yang adil, yang amanah,” tukasnya, sekaligus berpesan untuk selalu mengamalkan isi Al-Qur’an.

Dalam menapaki masa depan, para santri juga diharapkan untuk terus berada dalam jalan keridhoan Allah SWT. Kyai Jamil mengatakan pada sambutannya, selama kita berbuat kebaikan dengan jalan yang diridhoi Allah serta tak melangar hukum, maka beristiqomahlah.

Sejalan dengan Bunda Khadijah, Kyai Jamil juga berpesan untuk mengamalkan Al-Qur’an sebagai landasan kita berbuat baik tersebut. “(selain itu) agar kita bisa berdakwah, kita harus jadi covernya Al-Qur’an dan agama,” terangnya.

Syaikh Khannas juga memberi wejangan pada para santri. Selain itu, ia juga memberi semangat bagi siapa saja yang ingin menjadi penghafal Al-Qur’an. Karena sejatinya menghafal Al-Qur’an itu mudah.

“Hati orang mukmin itu kuat menerima Al-Qur’an karena ada iman, amanah, dan taklif,” jelasnya sekaligus mengakhiri acara dengan memimpin pembacaan do’a.

Wisuda Purna Pesantren Daqu Putri Cikarang, Maknai dengan Rasa Optimis dan Bangga

Sehari setelah pelaksanaan Wisuda Purna Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Tangerang, Sabtu (17/4/2021), Pesantren Daqu Putri Cikarang juga menggelar acara serupa keesokan harinya, Minggu (18/4/2021) untuk angkatan ke 11, di aula Pesantren. Sama halnya dengan di Pesantren Daqu Tangerang, Wisuda Purna ini juga diikuti dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Selain itu, para wali santri juga tak diperkenankan untuk hadir, kecuali yang ditunjuk sebagai perwakilan.

Para Pimpinan Daarul Qur’an turut hadir dalam acara sakral bagi santri kelas 9 SMP dan 12 SMA ini. Ayahanda KH Yusuf Mansur selaku Pembina Yayasan menyapa para santriwati sejak awal acara. KH Ahmad Kosasih selaku Dewan Syariah Daarul Qur’an, serta 3 Pimpinan Direktorat, yakni KH Ahmad Jamil, MA., selaku Pimpinan Daarul Qur’an Direktorat Pendidikan, Dr. H. Tarmizi Ashidiq MA, selaku Pimpinan Direktorat Bisnis sekaligus Ketua STMIK Antar Bangsa, serta Dr. H. M. Anwar Sani, ME., selaku Pimpinan Direktorat Zakat dan Wakaf sekaligus Rektor Institut Daarul Qur’an, juga menyertai acara yang diselenggarakan ba’da Sholat Tarawih itu. Tak ketinggalan, Pengasuh Pesantren Daqu Putri Cikarang, KH Heri Setiawan, serta donatur utama pesantren, H. Budi Hartawinata turut mengiringi penyelenggaraan Wisuda Purna ini.

Tahun ini, Pesantren Daqu Cikarang mewisuda sebanyak 119 santriwati tingkat SMA. Kebahagiaan bagi Pesantren Daqu Cikarang makin lengkap setelah sebelumnya 6 orang santriwati berhasil lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Acara ini makin bermakna bagi para wisudawati karena Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H., Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, juga menyapa mereka selaku wali santriwati dari Ananda Zatila Aqmar Arifa. Meski secara daring, tapi sambutan tokoh masyarakat tersebut memberikan suntikan motivasi lebih bagi mereka.

“Teruslah berkarya, belajar, dan jangan lupa, kekuatan dari mengulang, the power of repetition. Ulangi terus yang sudah kita peroleh di pesantren. Ulangi terus hafalan yang Ananda punya,” pesan Prof Zudan pada para wisudawati. Ia juga berpesan agar pihak pesantren selalu memantau perkembangan dan menjalin komunikasi dengan para alumni. Karena merekelah yang menjadi cermin kualitas pesantren.

Sebelumnya, Kyai Jamil juga menitipkan pesan untuk para wisudawati. Beliau mengutip qoul atau perkataan para ulama terdahulu.

“Man ahsana suhbatal Qur’an, Ahsanallahu suhbatahu. Barangsiapa memperbaiki kedekatan, persahabatnnya dengan Al-Qur’an, maka Allah akan memperbaiki kedekatan-Nya dengan kita,” terang beliau. Pesan itu, kata beliau, mengingatkan kita bahwa sebagai santri aktivitas sehari-hari kita tak boleh lepas dari Al-Qur’an. Karena sejatinya, value atau nilai-nilai kehidupan yang diajarkan di pesantren, utamanya adalah bagaimana kita membersamai Al-Qur’an dan Al-Qur’an membersamai kita.

Sementara itu, Haji Budi memberikan tips kesuksesan bagi para santri. Sosok yang juga seorang pengusaha ini mengingatkan para wisudawati agar senantiasa berbakti pada orangtua. “Sukses itu adalah karena ia menjadikan orangtuanya jadi raja,” jelasnya.

Tentunya motivasi dari ayahnda Yusuf Mansur menjadi racikan ampuh untuk membakar semangat para wisudawati. Beliau berbagi berbagai cerita, salah satunya tentang ibunda dari sahabat salah satu asatidz Daarul Qur’an, Ustadz Hendy Irawan, yang ayahanda sebut sebagai Mama Liza. Di usia yang sudah menginjak 68 tahun tahun, Mama Liza ini masih semangat untuk mengejar mimpi. Kini, beliau sudah memilki ratusan karyawan.

“Jangan ditinggal apa saja yang sudah dipelajari di Daarul Qur’an. Tadi, tuh, soal afirmasi, visualisasi dan imajinasi. Apalagi kalian ini ahlul Qur’an, ditempel sama Al-Qur’an, wah itu udah mantep banget itu,” pesan ayahanda, setelah sebelumnya salah satu wisudawati mengutarakan keinginannya untuk memiliki sebuah brand.

Pesan menyentuh mewakili perasaan para wisudawati malam itu. Pesan itu disampaikan oleh Suci Arum Nur Rachmawati. Layaknya perpisahan, kesedihan pasti menyelimuti sanubari para wisudawati. Namun, Suci tak ingin momen ini hanya dijadikan sebagai curahan rasa haru.

“Hari ini adalah hakikatnya sebuah penundaan untuk bertemu suatu saat nanti. Saya harap hari ini tak dimaknai dengan perpisahan, tapi maknailah dengan perasaan optimis dan bangga untuk dapat meraih masa depan yang gemilang,” tutur Ananda bergelar hafizhah Al-Qur’an 30 juz ini. Dengan begitu, Wisuda Purna bukan akhir dari cerita, namun sebagai batu loncatan untuk menggapai cita-cita.

Haru dalam Acara Pelepasan Wisudawan Santri I’daad Shigor Putra Angkatan Ke 10

Sebanyak 55 santri I’daad Shigor Putra angkatan 10 telah diwisuda. 6 diantaranya bahkan berhasil meraih gelar hafizh Qur’an. Prosesi para santri tersebut berbarengan dengan prosesi wisuda santri Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an tingkat SMA serta I’daad Shigor Putri. Kini, setelah resmi menyandang gelar wisudawan, para santri I’daad Shigor Putra turut melepas statusnya sebagai santri Shigor dalam acara bertajuk “Pelepasan Santri Kelas 6, X Generation”.

Acara tersebut digelar di aula Shigor Putra, Gedung Ad-Dhuha lantai 6, Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Tangerang, Minggu (18/4/2021). Pelepasan itu disaksikan pula oleh adik-adik kelasnya, yakni kelas 1 sampai 5. Mereka berkumpul untuk menyambut sekaligus melepas kepergian sang kakak.

Acara dibuka dengan tampilan hadroh yang dilanjutkan tilawah oleh Ananda Arwani. Setelah itu, barulah iring-iringan wisudawan disambut dan diberikan tempat tepat di depan panggung acara. Setelah membentuk formasi, para santri wisudawan khusyuk mendengarkan sambutan dari Kepala Sekolah Shigor Putra, Ustadz Yayan Rudiyana.

Ustadz Yayan pun melanjutkan pesan KH Yusuf Mansur dalam acara Wisuda Purna. Ia mengatakan bahwa para santri wisudawan itu masih punya banyak waktu untuk berdoa demi kesuksesan di masa yang akan datang.

“Kalian masih punya 6 tahun sebelum masuk kuliah. Mudah-mudahan kalian bisa lebih memperjuangkannya mulai dari SMP, SMA, hingga nanti jenjang kuliah,” tuturnya.

Tak lengkap rasanya kalau Pengasuh I’daad Shigor Putra tak memberikan motivasinya. KH Muhajirin Abdul Qodir, MA selaku pengasuh pun juga menyambut acara tersebut.

Beliau berpesan bukan hanya untuk para wisudawan, tapi juga untuk adik-adik kelas mereka. “Kalau kalian ga beetah, coba lagi setahun. Ga betah, coba lagi. Sampai betah. Agar kalian ikhlas belajar. Jangan sampai kalian di sini 5 tahun, 6 tahun, gak ngerti apa-apa,” pesannya.

Tak sampai situ, nasihat dan motivasi juga diberikan oleh KH Rosyid selaku perwakilan wali santri. Ia berharap para santri dapat melanjutkan apa yang sudah didapat di pesantren.

“Ada orangtua 60 tahun menghadapi singa di depannya, hebat gak dia? Enggak. Kenapa? Udah tua. Tapi, kalau kalian umur 12 tahun, berani ngadepin singa, kata orang-orang yang liat hebat ga? Hebat,” ujarnya menganalogikan bagaimana keberanian para santri untuk menghafal Al-Qur’an sejak dini.

Keharuan pun memuncak ketika rekaman video kenangan para santri wisudawan diputar. Diiringi dengan lagu sendu, para santri mulai menitikkan air mata. Ucapan doa dan terima kasih dihaturkan untuk para asatidz, asatidzah, hingga adik-adik dan teman-teman semuanya.

Para asatidz yang hadir pun larut dalam keharuan. Di antara mereka ada Koordinator Kepengasuhan Santri I’daad Shigor Putra, KH Husnul Adib. Di akhir acara, para santri pun saling berpelukkan dan mencium satu per satu tangan para asatidz dan asatidzah. Tanda terimakasih atas ilmu yang sudah diberikan padanya.

Malam Penghargaan Bagi Para Santri Penghafal Al-Qur’an yang Berprestasi

Jum’at, 16 April 2021 lalu, Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an memberikan penghargaan pada para santri yang berprestasi di bidang tahfizh dalam rangkaian acara Tahfizh Award. Acara yang berlangsung di tengah Bulan Ramadhan ini digelar di Masjid Nabawi, Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Tangerang, seusai pelaksanaan Sholat Tarawih berjama’ah.

Dalam acara ini, para santri yang berhasil memenangi kompetisi Musabaqoh Hifzhil Qur’an atau MHQ diberikan penghargaan. Selain itu, para santri yang lulus sertifikasi hafalan Qur’an dalam halaqohnya juga memperoleh hadiah. Pemberian penghargaan dihadiri langsumng oleh Pimpinan Daarul Qur’an Direktorat Pendidikan, KH Ahmad Jamil serta Pengasuh Pesantren Daqu Tangerang, KH Syaiful Bahri.

Acara dimulai dengan iringan sholawat dan hadroh. Selanjutnya Kyai Syaiful memberikan sambutan yang dilanjutkan oleh Kepala Tahfizh Pesantren Daqu Tangerang, Ustadz Hamzah Arofah. Keduanya mengucap syukur, memberi selamat bagi para penerima penghargaan sekaligus memotivasi santri yang lain agar mampu menorehkan prestasi serupa, bahkan lebih.

Kyai Jamil pun turut memberikan motivasi dan doanya dalam sambutannya. Ia menjelaskan, “dalam Al-Qur’an sudah ada reward dan punishment. Maka, selain menhgharap ridho Allah, kejarlah reward dari Allah itu,” tukasnya.

Selain itu, acara ini juga mengumumkan para santri dan halaqoh terbaik dalam bidang tahfizh. Sambutan takbir dan tepuk tangan pun bergemuruh dari tiap angkatan tatkala nama mereka disebutkan.

Oleh: Ifkar Hasbi, Santri Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Tangerang, Kelas 11

Pesantren Daqu Tangerang Gelar Wisuda Purna Tahun 2021

Semua yang berproses pasti akan berujung. Begitu pula dengan para santri Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Tangerang. Tiga tahun mereka menempuh pendidikan SMA, hingga akhirnya di hari Sabtu malam (17/4/2021) kemarin, mereka diwisuda sebagai pertanda telah menyelesaikan studinya. Prosesi wisuda itu digelar di panggung yang berada di lapangan basket Pesantren Daqu Tangerang. Tentunya, prosesi ini juga disertai penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Bukan hanya santri tingkat SMA. Para santriwan dan santriwati I’daad SD Shigor Putra dan Putri turut serta merasakan kebahagiaan acara di malam selepas pelaksanaan Sholat Tarawih tersebut.

Perayaan Wisuda Purna ini makin spesial dengan hadirnya seluruh pimpinan Daarul Qur’an, KH Yusuf Mansur selaku Pembina Yayasan, KH Ahmad Kosasih selaku Dewan Syariah Daarul Qur’an, serta 3 Pimpinan Direktorat, yakni KH Ahmad Jamil, MA., selaku Pimpinan Daarul Qur’an Direktorat Pendidikan, Dr. H. Tarmizi Ashidiq MA, selaku Pimpinan Direktorat Bisnis sekaligus Ketua STMIK Antar Bangsa, serta Dr. H. M. Anwar Sani, ME., selaku Pimpinan Direktorat Zakat dan Wakaf sekaligus Rektor Institut Daarul Qur’an. Para pengasuh wisudawan dan wisudawati pun ikut medampingi, yakni Pesngasuh Pesantren Daqu Tangerang, KH Syaiful Bahri, Pengasuh I’daad SD Shigor Putra, KH Muhajirin Abdul Qodir, MA. Serta Pengasuh I’daad SD Shigor Putri, H. Jaya Rukmana, MA.

Hadir pula Prof. Dr. Zaid Ali Abdalla Al-Ghili, pakar Qiro’at yang telah lama mengabdi di Pesantren Daqu serta salah satu pengajar yang masyhur di Masjidil Haram, Syekh Abdul Dhohir Shoqr. Tak ketinggalan, Pjs Gubernur Sulawesi Utara, Dr Drs Agus Fatoni MSi., juga menyempatkan menyapa para wisudawan-wisudawati di malam itu. Ia pun turut hadir sebagai wali santri dari Alfascadieno Akbar Fatoni, salah satu santri SMA yang juga dinyatakan lolos seleksi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Tahun ini, SMA Pesantren Daqu Tangerang mewisuda sebanyak 156 santri, sementara I’daad Shigor Putra 55 santri serta 19 santriwati dari I’daad Shigor Putri. Tak sampai di situ, Pesantren Daqu juga menelurkan 96 santri yang sudah mengkhatamkan 30 juz Al-Qur’an, 90 dari tingkat SMA serta 6 orang dari I’daad Shigor Putra.

Kyai Syaiful yang mendapatkan kesempatan pertama untuk memberikan sambutan menuturkan ucapan syukurnya atas prosesi wisuda ini. Beliau yang sekaligus ketua panitia acara Wisuda Purna ini mengatakan bahwa para wisudawan tak menutup kemungkinan akan mengikuti jejak para tokoh agama Islam yang sukses di usia muda, sebut saja Usamah Bin Zayid yang di usia ke 17 tahun diangkat oleh Rasulullah SAW menjadi panglima perang, Muadz Bin Jabal di usia 20 tahun ditunjuk oleh Rasulullah SAW untuk menjadi Qadhi di Yaman, Imam Syafi’I di usia 15 tahun diamanahkan untuk memberikan fatwa di Masjidil Haram, dan lain sebagainya.

“Kami yakin, anak-anak kami yang saat ini berjumlah 230 yang akan di wisuda malam ini, mereka adalah gerenerasi yang dipersiapkan untuk menjadi generasi Rabbani dan Qur’ani,” ujarnya.

Capaian kelulusan ini tentu juga berkat peran serta para wali santri yang telah ridho menitipkan anaknya di Pesantren Daqu. Ucapan terima kasih pun diutarakan oleh KH Ahmad Jamil. Tanpa para wali santri, Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an tak mampu menjadi wadah berkumpulnya para penghafal Qur’an.

“Saya teringat kisah Syeikh Dr. Aiman Suwaid yang bersyukur pada Allah SWT karena telah dititipkan seorang murid bernama Muhammad Hasan kepadanya untuk belajar Al-Qur’an. Beliau sujud syukur, benar-benar bersyukur. Lalu bagaimana kita tidak bersyukur, ribuan santri dititipkan oleh Allah SWT pada kita untuk belajar, menghafal Al-Qur’an serta belajar agama Allah,” kisahnya sembari tersedu.

Drs Agus Fatoni pun bersyukur mampu menyekolahkan sang anak di Pesantren Daqu. “Dalam model Pendidikan pesantren seperti inilah, kalian bukan hanya diberikan kecerdasan intelektual, tapi juga diperkuat dnegan kecerdasan spiritual, kecerdasan emosional, sosial, dan juga kecerdasan moral,” tegasnya seraya berpesan pada para wisudawan-wisudawati.

Terakhir, tentu motivasi dari Ayahanda KH Yusuf Mansur yang paling ditunggu-tunggu. Beliau memberikan “Rahasia Kecil” pada para santri agar kelak, di jenjang pendidikan selanjutnya, para santri mampu memilki tekad kuat untuk hidup mandiri. Lebih dari itu, agar mereka bisa menghadiahkan para orangtuanya sebagai balas budi telah berjuang memberikan pendidikan terbaik pada mereka.

Rahasia kecil itu dalah doa. “Doa yang bukan sembarang doa, di mana doa ini bener-bener mengunci kalian untuk terus mau memurojaah Qur’an,” terang Kyai Yusuf Mansur.

Doa ketika ditempel dengan Al-Qur’an, maka doa tersebut derajatnya lebih tinggi ketimbang doa yang lainnya. Hal itu pun telah dijelaskan dalam uslub Al-Qur’an.

Karena sesuatu yang ditempel dengan Al-Qur’an, maka hasilnya luar biasa. Malaikat yang ditempel dengan Al-Qur’an, maka jadilah Malaikat Jibril, sang Jendral para malaikat. Nabi yang diberikan wahyu Al-Qur’an, maka lahirlah ‘Ulumul Anbiya, yakni Rasulullah SAW. Bulan yang ditempel dengan Al-Qur’an, maka Ramadhan, bulan dengan penuh keberkahan, yang terbit.

Pesantren Daqu Hadiri Acara Silaturrahmi Pesantren Muadalah Se-Indonesia

Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an menghadiri acara yang digagas oleh Forum Komunikasi Pesantren Muadalah (FKPM) dalam rangka silaturrahmi dan membahas hal-hal strategis. KH Ahmad Jamil, MA., selaku Pimpinan Daarul Qur’an Direktorat Pendidikan hadir mewakili Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an. Acara tersebut terselenggara berkat gagasan Pondok Pesantren Darussalam atau Gontor, yang digelar di Universitas Darussalam, Ponorogo, Jawa Timur,  Sabtu, 3 April 2021 lalu.

Agenda utama acara ini adalah pembuatan dan standarisasi ijazah muadalah bagi pesantren yang tergabung dalam FKPM. Pesantren Muadalah (Pendidikan Muadalah) sendiri adalah pesantren yang menyelenggarakan pendidikan formal dengan mengembangkan kurikulum sesuai dengan kekhasan pesantren dengan berbasis kitab kuning atau dirasah islamiah dengan pola pendidikan muallimin secara berjenjang dan terstruktur.

Pesantren Muadalah statusnya setara dengan pendidikan formal lainnya karena walaupun pondok pesantren tersebut tidak mengikuti kurikulum Kemdikbud (SD, SMP, SMA) atau kurikulum Kemenag (MI, MTs, MA) akan tetapi lulusan pondok pesantren tersebut dapat diterima (diakui) di perguruan tinggi di dalam dan luar negeri.

Pendidikan Muadalah yang diselenggarakan pada jalur pendidikan formal jenjang pendidikan dasar berbentuk satuan Pendidikan Muadalah ula dan/atau satuan Pendidikan Muadalah wustha. Sedangkan Pendidikan Muadalah yang diselenggarakan pada jalur pendidikan formal jenjang pendidikan menengah berbentuk satuan Pendidikan Muadalah ulya.

Jenjang Pendidikan Muadalah dapat juga diselenggarakan dalam waktu 6 (enam) tahun atau lebih dengan menggabungkan penyelenggaraan satuan Pendidikan Muadalah wustha dan satuan Pendidikan Muadalah ulya secara berkesinambungan.

Dengan muadalah (disetarakan), di dalam negeri (Indonesia) santri lulusan pondok pesantren dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi (kuliah di perguruan tinggi negeri/swasta) atau jika berhenti di tengah jalan (keluar) tetap dapat melanjutkan ke SMP/MTs atau SMA/MA.

Pendidikan Muadalah tersebut setara dengan pendidikan formal lainnya berdasarkan Undang-Undang nomor 18 tahun 2019 tentang Pesantren.

Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, MA., Selaku Ketua Umum FKPM sekaligus tuan rumah acara menjelaskan tujuan acara ini. Menurutnya, hal ini merupakan salah satu langkah strategis dalam memajukan islam melalui lembaga pendidikan.

“Yang menghancurkan sebuah generasi adalah hilangnya loyalitas yang positif,” tuturnya.

Gelaran acara yang bergulir tanggal 3 April pun menyiratkan sejarah tersendiri. Sebabnya, di tanggal tersebut berbagai aliran keagaman Islam bersatu dan menjadi salah satu latar belakang pendirian FKPM. Karenanya, Prof Amal mengatakan, acara ini juga menjadi cerminan pemersatu bangsa.

Acara ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang diikuti oleh Daarul Qur’an, baik Pesantren Daqu maupun Institut Daarul Qur’an (Idaqu) yang diwakili oleh Dr. KH M. Anwar Sani, ME., selaku rektor. Dalam rangkaian kegiatan tersebut Idaqu juga berkesempatan menjalin kerjasama dengan Unida.

Delapan Santri Pesantren Daqu Tangerang Lolos Seleksi SNMPTN

Salah satu momen yang paling ditunggu siswa siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) di seluruh penjuru negeri adalah pengumuman hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SNMPTN. SNMPTN sendiri merupakan seleksi masuk perturuan tinggi negeri bagi siswa siswi SMA yang ditentukan berdasarkan nilai ujian tiap semester selama di sekolah. Tahun ini, hasil seleksi SNMPTN diumumkan pada hari Senin, 22 Maret 2021.

Tak ketinggalan, siswa SMA Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an juga ikut dalam seleksi SNMPTN tahun 2021. Hasilnya, delapan orang santri Pesantren Daqu Tangerang pun dinyatakan lolos seleksi jalur masuk PTN yang paling diidam-idamkan siswa siswi SMA tersebut.

Mereka adalah Alfascadieno Akbar Fathoni yang diterima di Institut Teknologi Sumatera Prodi Arsitektur Lanskap,  Muhammad Fidel Bintang Marizh di Universitas Airlangga Prodi Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan, Syahda Aqila Syakir di Universitas Mataram Prodi Pendidikan Dokter, MH Afif Haikalnan di Universitas Sriwijaya Prodi Pendidikan Dokter, Chairul Rizky Apriwaldy di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Prodi Teknik Mesin, Muhammad Naufal Hadi di Universitas Jenderal Soedirman Prodi Peternakan, serta Rifaldi Aulia Putra Riadi di Universitas Munawarman Prodi Informatika. Seluruhnya berasal dari kelas peminatan IPA. Sementara satu orang lagi berasal dari kelas Peminatan IPS, yakni atas nama Andi M Indra Alamsyah yang lolos seleksi masuk Universitas Hasanuddin Prodi Ilmu Hukum.  

Kebahagiaan pun diungkapkan Ustadz Khairul Mu’min selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan. Dirinya yang sedari awal mendampingi para siwa selama mengurus berkas seleksi hingga pengumuman, mengaku bangga atas pencapaian mereka. Apalagi, bagi SMA Daarul Qur’an Tangerang sendiri, ini merupakan lonjakan pencapaian, karena di tahun lalu belum ada siswa yang lolos seleksi masuk PTN lewat jalur SNMPTN.

Tahun ini, kata Ustadz Mu’min, SMA Daarul Qur’an mendaptakan kuota sebanyak 42 siswa yang bisa didaftarkan lewat jalur SNMPTN. Sistem ini sejatnya sudah berjalan sejak tahun lalu di mana sebelumnya tak ada batasan jumlah siswa yang bisa mendaftar lewat jalur ini. Hal ini berkaitan dengan jalur input berkas yang sekarang berada di bawah Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

Dengan keterbatasan jumlah siswa yang bisa didaftarkan, ini menjadi tantangan bagi SMA Daarul Qur’an untuk memilih siswa yang akan diikutsertakan dalam seleksi tersebut. “Kalau di Daarul Qur’an, pemilihan siswa yang ikut SNMPTN nya pertama berdasarkan nilai, kemudian berdasarkan akhlaknya,” terang Ustadz Mu’min.

Para siswa yang dipilih adalah mereka yang berhasil meraih peringkat 10 besar di kelasnya. Selain itu, akhlak juga penting sebagai modal para siswa ketika masuk di perguruan tinggi nanti. Karena itu, poin ini juga menjadi pertimbangan. “Alhamdulillah dari 8 orang yang keterima memang orang-orang pilihan, meski memang semua anak-anak kita punya akhlak yang baik, tapi Insya Allah, alhamdulillah anak-anak ini yang terbaik,” jelas Ustadz Mu’min.  

Harapan pun bergelayut di pundak para siwa yang berhasil meraih capaian tersebut. Hal ini juga menjadi momen untuk menunjukkan reputasi lulusan Pesantren Daqu di berbagai PTN.

“Sebenarnya ini, yang kalau saya baca dari pengalaman-pengalaman SMA di luar, apabila persebaran alumni kita udah banyak di Perguruan Tinggi Negeri, Insya Allah kuota yang diterima, ke depannya, akan lebih banyak lagi. Ke depannya Insya Allah anak-anak ini diharapkan bisa membangun citra Daarul Qur’an menjadi lebih baik lagi. Karena kita yakin mereka juga anak-anak pilihan, baik dilihat secara nilai maupun akhlak, sikap dan sopan santunnya,” terang Ustadz Mu’min.

Kebahagiaan tentu juga dirasakan para siswa yang lolos seleksi SNMPTN tersebut, seperti yang diungkapkan Chairul Rizky Apriwaldy. Aldy, panggilannya, menceritakan kala dirinya mengetahui hasil dalam pengumuman tersebut. Ia pun langsung menghubungi kedua orangtuanya untuk memberitahu kabar bahagia itu.

“Saya tuh ke wali kelas, nanya, alhamdulillah terus tahu kalau keterima. Seneng dan orangtua juga seneng. Kata orangtua, ‘jangan lupa berdoa, dijaga sholatnya, jangan putus, termasuk sholat sunnahnya’,” kisah Aldy.

Siswa kelas 12 IPA B yang lolos masuk di UNTIRTA jurusan Teknik Mesin ini mengaku tidak memasukkan nama prodi lain dalam berkas seleksinya. Karena prodi Teknik Mesin menjadi cita-cita yang ia yakini dan terus dikejar. Namun, selain usaha, ia juga tak lupa berdoa pada yang maha kuasa.  

“Jangan males-malesan dalam belajar. Jangan tidur juga, kalau tidur takutnya ngurangin keberkahan dan materinya juga malah gak masuk. Sama sholat sunnahnya juga dikencengin, doanya juga. Sholat Dhuha dan Tahajjud juga dikencengin,” tutur Aldy sekaligus berpesan pada adik-adik kelas yang kelak akan melewati proses yang sama sepertinya.

Selanjutnya para siswa yang diterima akan melengkapi berkas-berkas yang dibutuhkan, termasuk fotocopy Kartu Keluarga, Kartu Tanda Pengenal dan sebagainya. Pengurusan berkas tersebut tetap akan didampingi pihak sekolah.

Santri Pesantren Daqu Punya Kesempatan Besar untuk Kuliah di Eropa

Para santri Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Tangerang mendapat kesempatan untuk menempuh studi di Eropa. Karena siang tadi, di Masjid An-Nabawi, Pesantren Daqu Tangerang (23/2/2021), Pesantren Daqu menandatangani Nota kesepahaman atau MoU dengan Lembaga Alumni Eropa yang didirekturi oleh Dr. Ing. Agus Aulia, M. Sc. Dr. Agus juga mewakili langsung penandatanganan MoU bersama Pimpinan Direktorat Pendidikan Daarul Qur’an, KH Ahmad Jamil.

Kyai Jamil, dalam sambutannya, menceritakan bahwa dengan kerja sama ini nantinya para santri bisa mengikuti jejak kedua kakaknya yang saat ini tengah bersekolah di Kiel University, Jerman Utara. Bahkan, kata beliau lagi, para santri sekaligus bisa mengikuti jejak Dr. Agus yang kuliah sekaligus mampu mendirikan masjid di Kota Berlin.

“Di setiap bumi berpijak, kalian bertanggung jawab terhadap keislaman di sana,” tutur Kyai Jamil yang mengutip sebuah hadits.

Cerita itu juga diamini oleh Dr. Agus. Ia menjelaskan, alumni Pesantren Daqu itu saat ini tengah mengambil jurusan biomedical, salah satunya belajar mengenai transplantasi sel dan jaringan tubuh. Ranah tersebut, kata Dr. Agus, hingga saat ini belum tersedia profesinya di Indonesia. Maka dari itu, kemungkinan besar santri Pesantren Daqu tersebut akan berkiprah di dunia internasional.

“Ini sumbangan Daqu untuk dunia. Bisa mengambil ilmu di sana, mengembangkan dan membawa nama baik Daqu,” tuturnya diiringi tepuk tangan para santri.

Tentu ini jadi kebahagiaan keluarga besar Pesantren Daqu, khususnya untuk para santri. Perasaan tersebut pun tak terelakkan lagi di benak Kyai Jamil, “Insya Allah menjadi jalan buat kalian belajar di Eropa dan menjadi keberkahan buat agama, keluarga, dan negeri kita. Insya Allah,” tuturnya.

Kerjasama ini juga meliputi bidang pendampingan sebelum para santri belajar di Eropa, termasuk pembelajaran bahasa negara yang dituju. Karena, menurut Dr. Agus, bahasa menjadi kendala terbesar yang dilami kebanyakan mahasiswa Indonesia. Dengan begitu, kendala ini nantinya bisa diminimalisir.  

Menguji Kemampuan Daya Saing Kandidat Ketua OSDAQU

Organisasi Santri Daarul Qur’an (OSDAQU) Pesantren Tahfzih Daarul Qur’an Tangerang telah memasuki akhir masa baktinya. Bak seorang kapten kapal, mereka sudah memasuki masa “pensiun”. Namun, mereka juga punya tanggung jawab mengkader para penerusnya, dimulai dari pemimpin organisasinya.

Karenanya, sejak jauh-jauh hari OSDAQU sudah membuka pendaftaran calon Ketua OSDAQU periode 2021-2022. Setelah melalui rangkaian seleksi, terpilihlah 4 calon, yakni Muhammad Yafi Mustafa (Karawang), Muhammad Maulana Shidiq (Riau), Habibie Bahrein (Karawang), serta Adam Hans Asri (Palembang).

Sebelum memasuki gelanggang pertarungan, keempatnya diuji kelayakan atau Proper Test. Agenda itu dilakukan Jum’at lalu, 12 Januari 2021, di aula Al-Fath, Pesantren Daqu Tangerang. Disaksikan langsung oleh Ustadz Saiful Bahri selaku pengasuh Pesantren dan para asatidz, keempat kandidat menjabarkan visi dan misi yang mereka bawa.  

Kandidat nomor 1, Yafi, menerangkan bahwa kelak OSDAQU harus jadi role model para santri. Karena itu, OSDAQU harus bisa menjadi “rumah” bagi para santri, bukan unutk ditakuti. “Memperbaiki prinsip organisasi internal santri sebelum dan sembari memperbaiki sistem eksternal,” jelasnya memaparkan salah satu misi yang kelak akan ia terapkan kalau terpilih.

Sementara kandidat nomor 2, Maulana, ingin menjadikan OSDAQU sebagai katalisator kedisiplinan dan akhlak para santri. Semua itu, kata dia, harus dimulai dari diri para santri sendiri.

Cita-cita untuk menjadikan santri Pesantren Daqu Tangerang terus berprestasi jadi alasan Habibie, calon nomor urut 3, ikut maju mencalonkan diri. Lewat program kerja yang efektif untuk meningkatkan kemampuan minat dan bakat santri, Habibie yakin santri Pesanten Daqu akan menoreh prestasi baik nasional maupun internasional.

Tak jauh berbeda dengan Habibie, Adam, yang mendapat nomor urut 4, juga siap membuat nama para santri dan Pesantren Daqu Tangerang harum. “Semua itu harus mengacu pada Daqu Method,” jelas Adam menambahkan.

Para asatidz berharap dengan adanya pemilihan ketua OSDAQU, bisa menjadi wadah pembelajaran untuk santri agar lebih berani dalam memimpin dan mengatur orang banyak, serta diharapkan hal-hal baik yang dilakukan selama kepemimpinan dapat diterapkan ke dalam masyarakat. Tak lupa, Ustadz Saiful Bahri pun berpesan bahwa siapapun yang akan terpilih nantinya tidak boleh jumawa dan merasa tinggi hati. “Begitu pun sebaliknya, yang tidak terpilih agar tidak berkecil hati dan tetap semangat menjalankan kepengurusan dimanapun ia ditempatkan nantinya,” ujarnya.

Pesan Syekh Ahmad Al-Misri untuk Para Penghafal Qur’an di Pesantren Daqu

Hari ini, Kamis (11/2/2021) Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Tangerang juga kedatangan tamu istimewa. Ia adalah Syekh Ahmad Al-Misri. Ulama kenamaan asal Mesir itu ikut menyapa para santri di Masjid An-Nabawi, Pesantren Daqu, sesuai sholat dzuhur berjama’ah.

Syekh Al-Misri juga ditemani KH Yusuf Mansur, Pimpinan Direktorat Pendidikan Daqu, KH Ahmad Jamil, serta Syekh Muhammad. Beliau menyusul kedatangan Direktur Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Kementerian Agama RI, Dr. Waryono, M. Ag, yang hadir terlebih dahulu di Pesantren Daqu.

Seusai sholat berjama’ah yang diimami pula oleh Syekh Al-Misri, Kyai Yusuf memberikan sambutan. Beliau mengingatkan pentingnya afirmasi dan visualisasi sebuah impian pada para santri.

“Biar kalian ketika melihat beliau-beliau ini di depan, juga bisa menjadi seperti mereka kelak,” ujarnya. Apalagi, kata beliau, para santri senantiasa bersama Al-Qur’an.

Keutamaan menghafal Al-Qur’an itu juga yang jadi topik wejangan dari Syekh Al-Misri pada para santri. “Pakai Al-Qur’an untuk menuntunmu ke syurganya Allah. Sesuatu apapun, ketika bertemu dengan Al-Qur’an, menjadi hal yang mulia,” terang ulama yang telah mendapat Kewarganegaraan Republik Indonesia sejak 2 tahun lalu itu.

Syekh Al-Misri mengacu pada Hadits Riwayat Imam Muslim no. 817, yang bersumber dari sahabat Rasul sekaligus salah satu Khalifatur Rasyidin, Umar bin Khattab.

 “Sesungguhnya Allah mengangkat derajat seseorang dengan kitab ini (Al-Qur’an) dan merendahkan yang lain dengan kitab ini.”

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya niat yang lurus ketika menghafal Al-Qur’an. Karena bisa jadi kita malah mendapatkan azab dari Allah SWT karena kesalahan niat tersebut. Di samping, kita juga harus berguru ketika ingin mendawami Al-Qur’an.

“Hanya dua orang yang kebaikannya mengikat pada kita, orangtua dan guru. (Maka dari itu) jangan asal kalau belajar Al-Qur’an,” jelasnya sembari memberikan contoh bagaimana kuatnya sanad yang terjalin dari Imam Muslim, Imam Bukhari, hingga ke Rasulullah SAW. Sehingga, kedua Imam itu pun masyhur dengan keshahihan periwayatan haditsnya.  

Yang terpenting, jelas Syekh Al-Misri lagi, adalah bagaimana kita mengamalkan isi Al-Qur’an. Seperti dalam Hadits Riwayat Bukhori, Khoirukum man ta’allamal Qur’aana wa ‘allamahu.

“Sebaik-baik orang di antara kamu adalah yang menghafalkan Al-Qur’an dan mengajarkannya.”

Mengajarkan di sini tidak hanya memberikan ilmu tentang cara membacanya saja. Lebih dari itu, kita perlu menjelaskan bagaimana mengimplementasikan isi Al-Qur’an. Di samping, dengan mengajarkan Al-Qur’an itu sendiri sebenarnya kita sudah mengamalkan isi Al-Qur’an.