Air Mata Bahagia Orangtua Arya, Penghantar Sang Anak Ke Surga

Sabtu 12 Desember 2020, merupakan hari yang mengharukan sekaligus  membanggakan bagi keluarga Besar Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Lampung. Bukan tanpa alasan karena hari ini adalah hari haru penuh bahagia yang dipersembahkan ananda Arya Trisandi yang sudah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 Juz.

Arya Trisandi merupakan putra kedua dari pasangan Bapak Rusdi Efendi dan Ibu Ida Nursanti yang berasal dari Bukit Kemuning, Lampung Utara.  2,5 tahun yang lalu orangtua Arya mempercayakan dan menitipkan anaknya di Pesantren Daqu Lampung . Hari ini mereka memetic buah manis keputusan yang dibuat untuk sang anak. Di hadapan mereka, Arya menyelesaikan setoran hafalan Al-Qur’an terakhirnya.

Mudah? Tentu tidak! Lelah? Itu Pasti!  Tidak banyak kata yang Arya ucapkan saat diminta memotivasi teman-teman yang lain. Yang Arya selalu tanamkan adalah kata-kata dari sang Gurunda Kyai Nuril Abidin yaitu Sholawat.

Bukan hal mudah bagi Arya karena selain menghafal Al-Qur’an Arya juga merupakan Ketua Organisasi Santri Daarul Qur’an (OSDAQU) periode tahun 2020, di mana kegiatan yang cukup padat dan banyak menguras pikiran sebagai seorang pemimpin.

“Ayo, jangan males untuk ngafal, untuk morojaah, untuk setoran sama ustad karena itu akan memudahkan target kita untuk bisa lulus dengan hafalan 30 Juz,” pesan Arya kepada teman-teman yang ingin cepat selesai setoran hafalannya

Di balik kemudahan Arya dalam menghafal pasti ada doa yang takakan pernah putus dari kedua orangtua. Rasa haru makin terasa manakala tetesan air mata mengalir dari mata sang bunda yang sangat bangga menyaksikan langsung setoran hafalan Arya. Orangtua mana yang tak bangga saat anaknya kelak akan memberikan mahkota terbaik di surga?

Sang ayah pun berpesan buat para orangtua yang menantikan anandanya bisa hafal 30 juz. “Jaga Diri dan keluarga dari hal-hal yang tidak diinginkan Allah, banyak-banyaklah Ikhtiar dan Berdoa dan yakinlah Allah pasti akan mengabulkan do’a kita satu-persatu secara perlahan namun pasti. Dan tetap percayakan ananda kita kepada Ustadz/ah yang membimbingnya di pondok karena tujuan orangtua pasti sama dengan tujuan para pendidik yaitu ingin semua santri berhasil sesuai cita dan harapan orang tua,” jelas sang ayah.

Begitu beruntungnya kedua orangtua Arya. Pasalnya, Arya juga mengikuti jejak sang kakak yang sudah berhasil menghafal Al-Qur’an 30 juz. Sang kakak, Chandra Winata, merupakan angkatan ke 4 Pesantren Daqu Lampung.

Semoga ini bisa menjadi motivasi bagi para santri dan seluruh orangtua. Aamin Allahumma Aamiin. Allahummarhamna Bil Qur’an…

PERJUMSA Pesantren Daqu Lampung Membentuk Karakter Mandiri Para Santri

Kegiatan PERJUMSA (Perkemahan Jum’at-Sabtu) mulai dilaksanakan di Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Lampung, 30-31 Oktober 2020, di bumi perkemahan, lapangan sepakbola Pesantren Daqu Lampung. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri. PERJUMSA sendiri adalah kegiatan berkemah pramuka Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an dalam rangka menguatkan nilai-nilai kepanduan, termasuk kemandirian.

Dalam Upacara Pelepasan, Ustadz Rizky Dwi Widiarto Selaku Kepala Pengasuhan Santri menyampaikan amanatnya. “Dalam kegiatan PERJUMSA ini diharapakan seluruh peserta menjadikannya sebagai sarana untuk meningkatkan kekompakan dan kepedulian terhadap sesama. Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan dan kesehatan,” tuturnya.

Imbauan tersebut penting bagi para peserta. Pasalnya, di masa pandemi yang belum berakhir, semua orang dituntut untuk memilki tingkat kebugaran tubuh yang baik di berbagai situasi.

Pemeriksaan kelengkapan perkemahan jadi agenda penting bagi para peserta. Tenda-tenda, perlengkapan masak hingga keperluan pakaian selama 2 hari berkemah. Jika tak terbawa, mereka terpaksa istirahat dengan kelengkapan yang ala kadarnya.

Setelah lengkap, para peserta mulai mendirikan tenda di area yang disediakan. Hingga upacara pembukaan yang dipimpin oleh Ustadz Agus Amanulloh, S.H.I (Kepala Sekolah SMP Daarul Qur’an Lampung) sebagai pembina upacara pun dimulai.

Dalam amanatnya beliau menyampaikan, “Seluruh Adika Pramuka diharap bisa meningkatkan kemandiriannya namun tidak bersikap egois. Kedisiplinan juga jangan dilupakan karena tidak akan ada kesuksesan yang kita raih tanpa kedisiplinan.”

Daqu Got Talent Lampung Edition

Eitsss… Daqu Got Talent sampai Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Lampung nih. Nah, kegiatan ini dalam rangkamencari talent-talent berbakat terpendam santri. Sebelumnya, kegiatan ini sudah mampir di beberapa cabang Daqu yang lain. Karena santri itu gak cuma bisa ngaji dan ceramah, tapi santri Pesantren Daqu itu juga kaya akan berbagai macam skill dan kreativitas. Sehingga, Daqu Got Talent bisa jadi ajang mengexplore kemampuan untuk menunjukkan bakat para santri. 

Ajang Daqu Got Talent ini digelar hari Selasa (27/10/2020) dan diikuti oleh puluhan santri dari kelas 7-9.

Para santri mulai menunjukkan penampilannya diberbagai bidang mulai dari menyanyi, stand up comedy, finger fighting, modern dance, tradisional dance, story telling dan beatbox. Penjuriannya dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Daqu Talent Management, Ustadz Ade Kurniawan dan tim, sebagai pelaksana.

Raut wajah senang dari santri yang menonton dan tepuk tangan yang gemuruh mewarnai kegiatan ini. Bahkan ada satu penampilan yang membuat seluruh yang hadir berdecak kagum, yakni ketika salah satu peserta menampilkan Finger Fighting, di mana ini adalah keunikan yang selama ini belum banyak tereskplorasi.

Ustadz Ade dalam sambutannya berharap agar para santri bisa menjadikan ini sebagai pengalaman dan penambah wawasan dalam berseni dan berkolaborasi sehingga bisa lebih baik lagi dalam menunjukkan performa. 

Dengan tidak menghilangkan identitas pesantren, ajang Daqu Got Talent ini diharapkan dapat memberikan motivasi untuk tetap mensyiarkan kebaikan melalui kreativitas santri Daarul Qur’an hingga mampu meraih kesuksesan.

Semarak Kemerdekaan RI DI Pesantren Daqu Lampung

Peringatan hari kemerdekaan RI yang syarat makna, meskipun dalam keadaan pandemi Covid-19 yang belum berkesudahan, tidak menyurutkan semangat santri Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Lampung untuk merayakannya. Senin pagi, 17 Agustus 2020, seluruh santri berkumpul di lapangan hijau pesantren untuk mengikuti upacara Kemerdekaan RI. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka sudah siap dengan gagahnya untuk mengibarkan sang merah putih. Begitu juga dengan para petugas: instruktur upacara, conducter koor, pembaca Ayat Suci Al-Qur’an, serta pembaca teks UUD dan Proklamasi.

Ada yang berbeda dari Peringatan Kemerdekaan RI Tahun ini. Setelah upacara bendera dilanjutkan pembukaan tahun ajaran baru 2020/2021 dengan momen Khutbatul Iftitah. Berbagai atraksi santri ditampilkan, diantaranya hadroh, puisi kemerdekaan untuk negeri, tari malulo, taekwondo, persada, persida, dan pertunjukkan olahraga lain.

Keceriaan makin terasa dengan perlombaan 17 Agustus untuk para santri yang dilaksanakan hingga tanggal 19 Agustus 2020 nanti sekaligus ditutup dengan pembagian hadiah. Ada 8 cabang perlombaan yang dipertandingkan, yaitu lomba Funtastic Four, Balap Karung, Perang Guling dan Estapet Karet di hari pertama. Sementara di hari ke dua para SDI DaaruL Qur’an juga turut memeriahkan berbagai lomba, antara lain Blank Make Over untuk putri dan Futsal untuk putra.

Seluruh kegiatan penuh sorak tawa gembira. Antusias para penonton tak kalah seru saat bertepuk tangan dengan gemuruh memberikan applause terbaik untuk santri yang menampilkan pertunjukan. Seperti di tahun-tahun sebelumnya, perlombaan ini diharapkan berjalan sportif dan tetap tertib dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ada seperti menjaga jarak pada saat menonton serta peraturan lain yang disesuaikan. Rasa syukur tertanam dengan menjunjung semangat kemerdekaan dan nilai-nilai kebangsaan yang berakhlak Qur’an.

Perbarui Niat, Karena Niat Itu Mahal

Kalau biasanya santri yang baru mondok masih ditemani orangtua atau walinya sesaat setelah datang ke pondok, pemandangan yang ada di Pesantren Daqu Lampung kali ini berbeda. Orangtua yang mengantarkan anaknya, para santri baru kelas 7 SMP, hanya diperkenankan hingga gerbang utama. Selebihnya, mereka disambut para asatidz menuju ruangan registrasi, kamar dan lain-lain. Semua itu demi mematuhi protokol kesehatan di era pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

Selasa, 14 Juli 2020, mereka memulai aktivitas sebagai santri. Kegiatan di hari pertama diawali pembukaan tahun ajaran baru. Seluruh santri tingkat SMP yang ada di sana berkumpul di lapangan pesantren. Mengenakan masker dan seragam lengkap, para santri mendengarkan amanat dari pengasuh Pesantren Daqu Lampung, Ustadz Mulyanto.

Fenomena pertama kali mondok itu jadi topik yang dibawakan beliau. Dengan fenomena itu pula, para santri baru diajarkan kemandirian bahkan dari pertama kali kakinya menginjak tanah pondok. “Kalian santri-santri baru saya katakan adalah anak-anak yang luar biasa. Kalau kakak-kakak kalian dulu yang kelas 8 dan 9 datang pagi, orangtuanya baru pulang sore hari. Tapi kalian turun dari mobil, orangtua tidak turun”, ucap Ustadz Mulyanto memotivasi.

Kesedihan tetap tergambar di wajah para santri. Apalagi ketika orangtuanya mulai beranjak meninggalkan mereka setelah mengantarkan. Namun, kata Ustadz Mulyanto, itu adalah hal yang wajar. “Karena itulah perasaan manusia. Ada senang ada sedih”.

Di balik itu, niat dan tekad yang kuatlah yang mendorong para santri untuk terus berjuang. “Jangan sampai dikalahkan oleh setan-setan yang tidak suka dengan orang-orang yang menuntut ilmunya Allah, apalagi menghafal ayat-ayatnya Allah”, pesan Usadz Mulyanto pagi itu.

Niat, tekad dan jiwa yang besar adalah hal langka yang dimiliki para santri baru. Dengan itu mereka mampu melawan kesedihan demi sebuah investasi akhirat. Karenanya jangan sampai ketiganya hilang dari dalam diri. “Kalian ini mahal. Tekad kalian mahal. Niat kalian mahal. Semangat kalian mahal. Maka itu jangan sampai dikalahkan sama hal-hal yang murah. Sendal hilang, murah. Peci hilang, murah, bisa dibeli. Tapi kalau tekad, niat dan semangat kalian hilang maka tidak akan ada gantinya dan tidak bisa dibeli di mana-mana”.

Ustadz Mulyanto juga mengingatkan para santri untuk memperbaharui niat. Karena sebuah kebaikan dihitung mulai dari ketika kita berniat. Jangan sampai jauh-jauh datang ke pondok hanya menjadi kesia-siaan.

Ratusan Atlit Ikuti The First Daarul Qur’an Taekwondo Championship 2020 Regional Lampung

Sebanyak 316 atlit taekwondo yang berasal dari wilayah di Provinsi Lampung mengikuti kejuaraan Taekwondo Championship 2020 Regional Lampung yang digelar di Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Lampung yang berlokasi di Desa Kota Agung, Dusun Masgar, Kabupaten Pesawaran. Peserta yang berasal dari tingkat SD, SMP, SMU, Mahasiswa dan umum ini akan bertanding dalam kategori Kyourogi (Fighting) dan Poomsae (Seni Jurus).

Even ini diadakan bertujuan untuk membidik para atlit yang berprestasi dan memiliki jiwa sportivitas. Ajang ini pun merupakan ajang seleksi untuk mencari atlet yang akan bertanding di lomba tingkat nasional dalam memperebutkan piala bergilir dari menteri pertahanan yang insyaallah akan dilaksanakan pada bulan Maret di Bandung.

The First Daarul Qur’an Taekwondo Championship 2020 Regional Lampung dihadiri langsung oleh KH. Ahmad Jamil, S.E, MA selaku Pimpinan Direktorat Pendidikan dan Dakwah Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Indonesia, H. Dendi Ramadhana, S.T selaku Bupati Kab. Pesawaran, Kapolsek Tegineneng, Danramil Natar, Marzuki selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kab. Pesawaran, Khairul Ahmad selaku Kepala Desa Kota Agung dan H. Hamzah Felani, SE selaku Tokoh Masyarakat Desa Kota Agung. Adapun acara ini diadakan selama 2 hari, mulai dari hari Sabtu, 01 Februari 2020, sampai dengan hari Ahad, 02 Februari 2020.

Diawali dengan pembacaan janji wasit dan janji atlit oleh petugas dihadapan seluruh tamu undangan dan atlit peserta lomba, acara pembukaan The First Daarul Qur’an Cup 2020 Taekwondo Championship Regional Lampung ini dimulai.

Ustadz Ahmad Ali, S.Pd.I selaku ketua pelaksana acara ini menyampaikan ribuan terima kasih kepada seluruh panitia penyelenggara dalam menyiapkan acara ini. Ustadz Ahmad Ali juga menyampaikan tujuan penyelenggaraan acara ini adalah guna mencetak atlet-atlet yang berprestasi juga kuat akan iman dan akhlak, sesuai dengan motto taekwondo kita adalah “dengan iman dan akhlak kita menjadi kuat, tanpa iman dan akhlak kita menjadi lemah”.

Dalam sambutan Bupati Kab. Pesawaran yang pada kesempatan ini kehadirannya diwakili oleh M. Gursil menyampaikan bahwa pemerintah kabupaten Pesawaran selalu mendorong dan berupaya agar dapat terus berlangsung dan berjalan dengan baik supaya kedepannya kegiatan olahraga di negara kita ini semakin maju.

The First Daarul Qur’an Cup 2020 Taekwondo Championship Regional Lampung ini dibuka langsung oleh perwakilan Bupati Kab. Pesawaran dengan simbolis pemukulan gong.

“Zaman sekarang, sudah jarang sekali kita melihat anak-anak bergaul dengan alam. Kebanyakan anak-anak zaman sekarang sibuk bergaul dengan gadget masing-masing. Jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Interaksinya di dunia maya. Ini sangat tidak sehat.”, ujar KH. Ahmad Jamil dalam membuka event ini.

Dengan adanya event ini, begitu banyak syukur yang harus kita panjatkan karena di era millenial seperti sekarang ini masih ada generasi-generasi muda yang menjunjung tinggi olahraga dan nilai sportifitas. KH. Ahmad Jamil juga menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini harus terus dilaksanakan, tidak boleh sampai terkikis oleh zaman karena dengan adanya kegiatan seperti ini Insyaallah akan lahir generasi-generasi tangguh masa depan.

Sertinah Kepala Sekolah Pesantren Daqu Lampung

Bertempat di Aula Masjid Pesantren Daqu Lampung, Jumat (31/1) telah dilaksanakan serah terima amanah (sertinah) kepala sekolah SMP Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Lampung yang sebelumnya dijabat oleh Ustadz Donni Putrawan, S.Pd.I kepada Ustadz Agus Amanullah, S.H.I.

Acara sertinah ini dihadiri langsung oleh KH. Ahmad Jamil, S.E, MA selaku Pimpinan Direktorat Pendidikan Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an. Juga dihadiri oleh Ustadz Mulyanto, S.Pd.I selaku Pengasuh Pesantren Tahfizh Daqu Lampung, Ustadz Khairul Mahfudz selaku Staff Kesekretariatan, dan segenap asatidz, SDI, serta seluruh santri Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Lampung.

“Tidak terasa waktu 1.5 tahun ini berjalan begitu cepat, rasanya baru kemarin saya diamanahi oleh KH Ahmad Jamil untuk mengemban amanah ini.”, ujar Ustadz Donni Putrawan selaku kepala sekolah lama.

Dalam sambutannya, Ustadz Donni juga menyampaikan nasehat untuk seluruh santri untuk terus belajar dan menjadi kebanggaan bagi kedua orangtua kelak.

Ustadz Agus Amanullah selaku kepala sekolah baru juga turut memberikan sambutan dalam acara sertinah ini. Ustadz Agus menyampaikan, “Jabatan ini adalah amanah. Dan amanah ini harus dipertanggungjawabkan. Meski manusia tidak selalu melihat, tapi Allah akan selalu melihat.”

Pemutaran video perpisahan persembahan dari para santri Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Lampung ini menambah haru suasana serah terima amanah pada malam itu.

Kemudian acara dilanjutkan dengan pesan dan nasehat dari KH. Ahmad Jamil untuk seluruh santri Pesantren Daqu Lampung.

“Di pesantren ini kita tidak hanya belajar hidup dan kehidupan. Di pesantren, kita juga belajar tentang leadership.”, ujar KH. Ahmad Jamil mengawali sambutannya.

KH. Ahmad Jamil juga menyampaikan bahwa dalam mewujudkan dream KH. Yusuf Mansur, kita akan membuka pesantren dengan kapasitas 100.000 santri pada tahun 2023. Beliau juga menyampaikan dalam sambutannya, seorang pemimpin itu dilahirkan, kemudian dibentuk.

Kita bisa melihat generasi para Nabi. Bagaimana masa lalu Nabi, senang atau sulit ? dalam Al-Qur’an diceritakan bahwa tidak ada Nabi yang hanya merasa senang semasa hidupnya, semuanya pernah mengalami kesulitan, kegelisahan, bahkan kesedihan semasa hidupnya. Namun semua ujian itu justru membentuk para Nabi menjadi sosok pemimpin yang tangguh.

Pada akhir sambutannya, KH. Ahmad Jamil menyampaikan sepenggal pesan berharga untuk seluruh santri Pesantren Daqu Lampung. “Jangan pernah merasa cukup dalam urusan belajar. Boleh tamak. Boleh rakus. Boleh serakah dalam urusan menuntut ilmu.”