Daqu Cikarang Sambut Santri Baru

Home - Kegiatan - Daqu Cikarang Sambut Santri Baru

Daqu Cikarang Sambut Santri Baru

cikarang santri baru

Ratusan santri putri dan keluarganya, menyesaki Pesantren Tahfidz Daarul Qur’an Cikarang, Jumat, 13 Juli 2012. Mereka melakukan registrasi santri baru tahun ajaran 1433-1434 H/2012-2013 M.

Sebanyak 450 santri baru I’daad tingkat SMP dan SMA memasuki pesantren yang terletak di Perum Ciantara Cikarang ini. 

Mengawali kegiatan bersama, seluruh civitas academica mengikuti Shalat Jum’at bareng pimpinan dan walisantri. Jumatan berlangsung di aula pesantren yang masih dalam proses perampungan. 

Bertindak sebagai khotib sekaligus imam adalah Ustadz Yusuf Mansur,  Pendiri sekaligus Pembina Yayasan Daarul Qur’an Indonesia.

Dalam khutbahnya, Ustadz Yusuf Mansur di sidang Jumat termasuk kaum ibu di luar aula yang turut menyimak, antara lain menyuntikkan motivasi menghafal Al Qur’an.

“Dalam sholat lima waktu saja, anak bisa menghafal seperempat halaman Qur’an. Jadi, kalau tidak juga bisa menghafal, berarti ada masalah. Masalah bisa pada anaknya, bisa juga pada ustadnya,” tutur Ustadz Yusuf.

Bagaimana dengan anak yang bebel? Ustadz memberi tips: Sehari hafalkan sepertiga halaman Qur’an. ‘’Kalau tidak bisa juga, maka jalanilah one day one ayat. Tinggal masalah kuatnya aja, niat, doa, ikhtiar, insya Allah tidak ada yang sulit,” lanjut Ustadz Yusuf. 

Penerus Generasi Keluarga Ulama Betawi Al Mansuriyah itu menilai, seharusnya santri jaman sekarang lebih mudah memahami pelajaran dan menghafal Qur’an.  Sebab, ditunjang dengan fasilitas hidup yang modern dan memudahkan. 

“Dulu mah saya nyantri tidak ada kasur, bantal… namun justru yang sengsara-sengasara itu yang bikin jadi,” katanya, sambil mengimbuhkan bahwa nilai-nilai hidup di pesantren adalah kesederhanaan, kedewasaaan, dan kemandirian.

Ustadz Yusuf menegaskan, pesantren adalah pilihan tepat para orangtua. Dengan sistem pesantren, anak-anak dikondisikan secara sistematis dan cepat untuk menguasai bahasa asing. ‘’Kalau pesantren mewajibkan berkomunikasi sehari-hari dengan Bahasa Inggris atau Lughotul Arabiyah, maka dalam setahun para santri melakukan 365 hari percakapan cas cis cus Inggris atau Arab,” tuturnya dengan penuh semangat.

Registrasi berlangsung sejak pukul 06.00 WIB dan ditutup tepat pada tengah malam. Turut menyambut keluarga santri baru para pimpinan Pesantren Tahfidz Daarul Qur’an seperti Ustadz Abdoel Rochimi selaku General Manager Pendidikan, Manager Marketing dan Komunikasi Ifan Mulfianan MM, beserta seluruh Panitia PSB. (UR)

Share

Categories

Latest Posts

%d blogger menyukai ini: